me VS ME
Tuesday, September 27, 2016
Adalah sebuah hal yang wajar menemukan kondisi dimana pertarungan terjadi. baik dalam skala kecil dan tidak membahayakan ataupun skala besar dan menghancurkan. pertarungan terjadi manakala ada sebuah kondisi perbedaan antara dua entitas baik individu, kelompok, negara atau bahkan entitas dalam diri sendiri (misalnya antara otak dan hati kita).

Pertarungan yang paling merusak tentunya kita semua sepakat terjadi dalam bentuk peperangan fisik skala besar ala Perang Dunia ke II atau perang Irak atau yang terkini yang terjadi di Suriah. Pertarungan lain yang merusak adalah pertarungan politik  yang mana kita semua melihat bagaimana dampaknya bagi masyarakat kita saat pilpres lalu dan nampaknya akan berlanjut di Pilgub DKI 2017

Pertarungan lain yang menurut saya paling berat dialami seorang inidividu adalah pertarungan yang terjadi dalam diri sendiri.. saat apa yang kita lakukan sering tidak sejalan dengan yang kita yakini, saat yang kita lakukan terasa hampa tak bertujuan, saat  pertentangan terjadi antara otak, hati dan tindakan.. menurut saya itu pertarungan yang paling berat untuk seorang individu. mengapa? karena masalah datang dari kita, diselesaikan oleh kita dan seluruh resikonya kita yang tentukan...

Pertarungan seperti ini akan menentukan masa depan dan jalan hidup seseorang tentunya bukan hanya sekeda memilih antara memakai baju warna merah atau hitam, memakan nasi padang atau nasi warteg.. tapi seringkali pertanyaan yang diajukan sesuatu yang lebih mendalam yang bahkan seorang dapat larut didalamnya...

Pada seluruh individu yang saat ini menemui kondisi demikian, semoga dimudahkan jalannya dalam menemukan jawaban yang dapat memuaskan sanubari masing-masing
Comments:
    Kita dan Diri Kita….
    Tuesday, May 31, 2016


    Apa yang terjadi pada masyarakat saat ini? Sejarah apa yang bisa kita sampaikan kepada generasi di masa depan mengenai kita? Seberapa rusak tatanan moral yang akan dibayangkan oleh generasi masa depan kita saat mereka membrowsing arsip berita dan ditemukan berbagai macam berita perkosaan baik di bawah umur ataupun tidak?
    Setiap hari kita membaca berita online maka kita temukan selalu berita tidak menyenangkan mengenai bagaimana anggota masyarakat di sekitar kita di berbagai daerah melakukan pelecehan sekesual terhadap orang lain Sampai pada akhirnya Presiden merasa perlu mengeluarkan kebijakan ekstrem mengebiri para pelaku pelecehan seksual terutama kepada anak dibawah umur.
    Saya selalu berpendapat bahwa apa yang terjadi pada masyarakat kita merupakan cerminan dari diri kita. Hal-hal yang dominan terjadi di sekitar kita adalah refleksi dan akumulasi dari bagaimana kita dan orang2 di sekitar kita memperlakukan satu dengan yang lain..
    Pelecehan seksual massal yang terjadi di sekiat kita saya asumsikan terjadi akibat sifat-sifat kecil kita yang terakumulasi pada perilaku massal masyarakat kita. Arus informasi yang deras, media yang semakin minim sensor, budaya kekerasan yang semakin biasa, dan banyak hal negative lainnya yang dipertontonkan di sekitar kita ahirnya membuat apa yang terjadi menjadi sebuah implikasi logis saja dan tinggal menunggu waktunya.
    Lalu apa yang kita ingin wariskan kepada generasi mendatang mengenai  diri kita??? Kita bagaimana melihat diri kita saat ini dan menilai diri kita. Seberapa terlukanya masyarakat kita manakala ini semua terjadi di sekitar kita ataukah kita menganggap semua ini baik-baik saja???
    Apakah respon Presiden dengan menerbitkan Perpres merupakan respon terbaik kita atas masalah ini? Mungkin tidak terbaik, tapi itu yang saat ini maksimal dilakukan oleh Pemimpin bangsa ini untuk menyelamatkan lebih banyak orang dari perilaku seksual yang setara dengan perkosaan massal yang terjadi di India beberapa tahun lalu.
    Lalu bagaiman dengan kita? Apa yang akan kita lakukan? Bagaimana kita memperlakukan sesama kita? Akankah kemudian kita merubah diri kita dan memaksa semuanya untuk berhenti dari apa yang semua terjadi? Ataukah kita harus menunggu??

    Yang terdiam dari suara
    Sabar jiwaku, sabar seluruh bangsaku
    perih tangismu, perih jiwamu
    Tersisihkan oleh kawanan hitam
    Semua telah lelah menanti

                -Raja Negeriku, Noah-
    Comments:
      Kebetulan di Sekitar Kita
      Wednesday, February 03, 2016


      Kebetulan…
      Kata yang amat sering kita dengar, ucapkan bahka dialami. Saya termasuk orang yang percaya dengan kebetulan.. beberapa momen penting saya sangat dekat sekali dengan namanya kebetulan. Saya dari dulu punya pendapat, jalan hidup kita dibentuk dari berbagai momen yang kita sebut sebagai kebetulan-kebetulan kecil. Ada yang menyebutnya sebagai takdir ada yang menyebutnya sebagai kebetulan belaka.
      Fragmen-fragmen dalam kehidupan kita membentuk kita menjalani sebuah kehidupan yang kita jalani tiap harinya. Saya mengkategorikan kebetulan itu ada tiga
      1. Kebetulan yang diatur oleh alam yang saya sendiri tidak bisa jelaskan darimana asalnya
      2.  Kebetulan yang diasumsikan. Kita yang mengalaminya menganggapnya terlalu melo-dramatic sehinga tercetus “ih kebetulan banget ya baju kita warnanya senada, kamu merah muda saya hijau muda”..mengasumsikan kebetulan itu kadang dilatarbelakangi perasaan emosional yang berlebihan baik senang, takut ataupun marah.
      3. Kebetulan yang muncul by design. Jadi kebetulan yang lahir dari apa yang kita laksanakan di masa lampau. Jadi sebuah kebetulan yang sifatya reward ataupun punishment dari upaya dan kerja keras. Consider it bonus

      Banyak film yang bicara soal kebetulan. Salah satunya Serendipity yang dimainkan sama john cussack ya.. tapi menurut saya itu sih lebay. Gak mungkin muncul di dunia nyata. Hal yang sama yang saya yakini bahwa kenalan di tempat umum, jadian, sampai nikah.. itu cuma FTV aja..

      Kembali ke kebetulan. Menurut saya kebetulan adalah cara alam bicara kepada kita mengenai takdir, jalan hidup, pilihan dan lain sebagainya. Banyak kebetulan yang apabila kita maknai dengan baik maka bisa membuat kita menghargai kehidupan yang telah kita jalani atau akan kita lalui.

      Saya hadir sampai saat ini disebabkan oleh banyak kebetulan yang terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Kebetulan yang kadang kita gak tau artinya apa, sampai kemudian kita cukup punya waktu untuk bisa memahami apa yang ingin disampaikan alam semesta ke kita..

      Really random…


      -catur-
      Comments:
        Tahun Aneh... Tahunnya Charlie Brown..
        Saturday, December 26, 2015
        Tahun 2015.. tahun ini merupakan tahun pertengahan pada dekade kedua di abad 21. Sebuah tahun yang menurut saya sebagaimana saya tuliskan diatas sebagai tahun yang aneh. Banyak perisitwa di tingkat nasional maupun personal yang menyebabkan saya mengambil kesimpulan demikian. Apabila ada yang tahun ini berjalan dengan baik dan tidak merasa ini tahun yang aneh, maka sudah selayaknya anda bersyukur dan meneruskan kegembiraan anda kepada orang yang peduli dan mengasihi anda. tulisan ini tentunya bukan sebuah kaleidoskop sebagaimana pernah saya susun sekitar 10 tahun yang lalu di blog ini. Karena ya, saya sudah berumur diatas 30 tahun maka tulisan ini harusnya sih tidak menjadi cheesy dan garing serta mudah-mudahan bisa tetap penuh humor.

        So mari kita bedah tahun ini dengan baik.
        Tahun 2015 meninggalkan sebuah sisa pertarungan penuh darah, keringat dan menghabiskan banyak dana dari apa yang kita sebut sebagai pemilu presiden 2014. Pemilu presiden ini merupakan pemilihan umum yang mengedepankan dua sosok yang berbeda, secara look,  latar belakang keluarga, trah politik dan tentunya dukungan modal. Saya tadinya berpikir bahwasanya ini akan berakhir di taun 2014, saat kabinet baru terbentuk, DPR menjalankan tugas dengan posisi pimpinan yang terbagi merata dan secara stamina semua orang sudah kecapean untuk sekedar beradu argumen. Pilpres kemarin memang fenomenal dibanding 2004 dan 2009 dimana banyak pertemanan dan hubungan keluarga menjadi terbelah antara pilihan seorang Prabowo dan Jokowi. Tapi ya itu tadi, sebagai seorang pecinta demokrasi saya punya harapan besar konsolidasi akan tercapai dan semua akan ditinggalkan dengan semangat yang baru.

        Tapi ya namanya harapan, ternyata tidak semua seindah yang saya harapkan. Sisa-sisa pertarungan pilpres ternyata masih lanjut dan tahun ini merupakan tahun penuh drama dari kepemimpinan politik Indonesia. Untuk pertama kalinya ada calon kapolri yang dijadikan tersangka KPK di injury time, ada KPK cicak buaya jilid 2,untuk pertama kalinya ada Ketua DPR yang mengundurkan diri karena kasus besar, dan banyak hal-hal aneh lainnya. akhirnya yang terjadi adalah kegaduhan politik yang berdampak pada keeenganan investor untuk menanamkan modal di Indonesia ditambah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Ok.. stop sudah mulai melantur terlalu serius.
        tapi ya itu tadi, tahun ini adalah tahun yang aneh. berbagai peristiwa ajaib ditambah beberapa kejadian antik lainnya membuat para  pengusaha media senang karena tentu banyak berita, banyak klik media online, banyak iklan dan akhirnya banyak uang... kondisi ini yang kemudian menimbulkan asumsi di saya, jangan-jangan semua drama ini memang terjadi dirancang dan diorkestrasi dengan baik oleh kelompok yang lebih besar dari sekedar partai politik. ok mulai melantur lagi...

        Lalu apa sih arti tahun yang aneh ini bagi bangsa ini.. widih ngeri banget sih pake ngomongin negara..

        Minggu lalu saya menonton film Charlie Brown.. kisah seorang anak kikuk yang insecure dan cenderung dikatakan aneh oleh teman-temannya. di akhir filmnya (maaf spoiler buat yang belum menonton), seseorang menemukan banyak kualitas dari seseorang Charlie Brown yang aneh daripada sisi buruknya yang ditonjolkan dia. berkaca pada charlie brown, maka mungkin kita sebagai sebuah bangsa perlu melihat sisi lain dari seluruh keanehan ini. saya berpikir dari seluruh keanehan akan muncul keanehan lain yang akhirnya akan membentuk kualitas kita sebagai sebuah masyarakat, bangsa, dan negara menjadi sosok yang berkualitas ditutupi kekikukkan dalam bersikap mengatasi persoalan.

        Bicara soal charlie brown, saya seperti melihat diri saya sendiri. dan saya yakin sebagian besar dari  orang pada umumnya. tidak seperti beberapa kawan saya yang memiliki masa kecil yang penuh semangat dan permainan, saya seperti Charlie Brown. Anak yang tidak percaya diri dan kikuk terutama menghadapi kelompok besar dan penghakiman orang. Ya itu lah saya, seorang Chalie Brown di tengah kehidupan anak pinggiran kota Jakarta. Kehidupan yang kejammm dan kerasssss. saya gak mau cerita pada akhirnya aoa yang terjadi sampai muncul menjadi saya seperti saat ini karena saya yakin semua orang punya momennya sendiri untuk keluar dari Cangkang "charlie Brown" nya sehingga menjadi sosok yang lebih percaya diri dan lebih baik dari sosok masa kecilnya.

        Tahun 2015 ini adalah tahun yang aneh juga buat saya terutama terkait pekerjaan saya yang banyak berurusan dengan Pemerintah. banyak penyesuaian, restrukturisasi, re-focussing, percepatan, koordinasi dan lain sebagainya. sebuah kondisi yang membuat banyak pekerjaan menjadi lambat, kebijakan terlambat diambil, respon terlambat dilakukan.. ujung-ujungnya kinerja terganggu dan pencapaian tidak sesuai dengan target.. Saya dan banyak teman-teman lainnya kemudian tahun ini harus bekerja lebih keras dengan panduan yang lebih sedikit serta kebijakan yang terus berubah. di akhir tahun, ada teman-teman yang berguguran di tengah jalan.. tapi banyak teman dan sahabat saya bertahan hingga waktu tenggatnya untuk menyelesaikan apa yang sudah ditugaskan, mengerjakan apa yang sudah diperintahkan serta berkarya meghasilkan yang terbaik buat bangsanya.

        Sama seperti ilustrasi diatas, saya pribadi berharap tahun ini bisa menjadi basis buat saya untuk menjadi sosok yang lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.. meminjam istilah teman saya soal 2015 "tahun penuh kejutan, baik yang menyenangkan atau sebaliknya". Banyak sekali hal-hal aneh yang muncul dan akhirnya mendukung pencapaian pribadi atau profesional saya. Sahabat-sahabat baru, tantangan baru, lapangan aktivitas yang baru serta pelajaran-pelajaran hidup baru.

        karena di balik anak yang aneh, akan selalu ada teman dan sahabat yang memberikan dukungan  untuk kita bisa selamat dari masa kecil kita.. sama seperti saat ini, di tahun yang aneh ini di tahun 2015, akan selalu ada sahabat yang akan bekerja di sisi kita untuk bersama-sama melalui tahun yang aneh ini..

        menurut saya tahun ini aneh, tapi gak ada yang bisa menukar apa yang saya alami tahun ini . dan saya akan tetap bilang "let's do it again"...


        menurut kalian tahun 2015 ini seperti apa???

        -Catur-


        Comments:
          What Is Your Mahameru?
          Monday, November 30, 2015
          Mahameru berikan damainya, didalam beku ‘Arcapada”
          Mahameru Sebuah Legenda Tersisa, Puncak Abadi Para dewa…
          (Mahameru, Dewa 19)

          Beberapa hari yang lalu, saya terlibat perbincangan serius dengan seorang kawan yang ternyata penggemar lama Dewa 19. Kenapa saya sebut lama? Karena referensi yang dimilikinya kebanyakan adalah lagu-lagu Dewa sebelum album Bintang Lima saat formasinya masih formasi old school sekali.
          Salah satu lagu yang kami diskusikan adalah lagu Mahameru yang berasal dari album kedua Dewa 19 bersama dengan hits lagu “Aku Milikmu”. Lagu tersebut menggunakan melodi yang cukup progresif di zamannya, diperkuat dengan kombinasi lirik yang menggabungkan kata-kata yang sederhana diselingi dengan kata-kata puitis ala Jalaludin Rumi. i. Mencermati lagu itu, kita seperti dibawa pada pengalaman yang dirasakan para anggota Band tersebut saat mendaki puncak Mahameru. Hal yang lumrah bagi band yang terbentuk di Surabaya, dimana anak muda disana pernah atau  punya cita-cita mendaki Puncak Mahameru.
          Di bagian lain, saya menjadi teringat buku 5 Cm Karya Dhony Dirgantoro. Kisah perjalanan 5 orang sahabat dalam mencari jati diri dan identitas masing-masing. Utamanya bagaimana tiap individu mendefinisikan dan mencari mimpi masing-masing melalui pendakian puncak Mahameru. Terlepas dari kisah penuturan yang cukup menarik, baik film dan bukunya pada beberapa bagian terasa amat lebay. Bukunya terselamatkan dengan memainkan romantika era 90an dimana saya rasa sebagian besar pembacanya berasal.
          Berdasarkan buku itu sebetulnya saya punya pertanyaan yang cukup menarik buat kita semua “ What is your Mahameru?”.
          Menurut saya semua orang punya Mahameru nya masing-masing. Mimpi, obsesi, ataupun cita-cita yang menjadi dasar bagi tiap orang beraktivitas baik di kehidupan professional ataupun personal. Cita-cita dapat bersifat materiil ataupun imateriil yang menjadi amunisi bagi tiap orang mengejar impiannya.
          Anak muda below 30 apalagi below 25 biasanya punya segudang cita-cita dan  obsesi yang akhirnya mendorog  segmen usia tersebut lebih dinamis, memiliki determinasi lebih serta cenderung memiliki inisiatif-inisiatif baru.
          Generasi saya di sisi lain, saat ini sedang dalam proses transisi. Transisi  menuju lebiih pragmatis saat menyadari bahwasanya ada beberapa mimpi yang harus di skip, ada beberapa yang masih di kejar dalam kurun waktu tertentu karena di umur 40 nanti adalah masa dimana kita mematangkan hidup masa tua kita nanti.
          Saya sebetulnya bukan tipe yang melankolis melakukan segmentasi usia dan lain sebagainya. Tapi mungkin tahun ini tahun yang penuh kontemplasi buat saya. Secara tidak sadar saya mulai mereview kembali checklist “mahameru” saya dan mulai melakukan prioritas mengingat sumber daya waktu yang semakin terbatas dan batasan-batasan yang cukup banyak.
          Energi yang lahir dari “mahameru” bukan sesuatu yang sebetulnya bisa diremehkan. Karena pada beberapa momen, energy itu secara sadar ataupun tidak sadar menggerakkan seluruh indra dan kemampuan kita dalam mewujudkannya. Kali ya ???
          Pernyataan yang diikuti dengan pertanyaan.. karena memang saya tidak memiliki kemampuan yang cukup sahih untuk bisa menjustifikasi pernyataan tersebut menjadi satu kesimpulan yang umum.  Akan tetapi memang begitu yang dikatakan pa Ustadz atau para motivator sekelas Mario Teguh (yang mana saya juga tidak pernah nonton acaranya).
          Jadi melalui tulisan ini sebetulnya saya ingin mengajak semua yang kebetulan sial baca tulisan ini untuk mereview kembali “mahameru” dari masing-masing kalian. Lalu saya sih mengajak kita untuk sama-sama mengejar mimpi itu. Kalaupun anda menyerah karena ada keterbatasan yang harus ditemui. Saya mengajak anda untuk bersyukur. Karena anda sudah pernah punya “mahameru”.




          Comments:
            Power of "waas"
            Sunday, November 15, 2015
            Ada sesuatu di hari minnggu ini yang membuat saya ingin mengisi blog ini.. ya biar tiap tahun ada  postingan jadi gak ditutup kali ya blog bersejarah ini..
            Sebagian besar rasa menulis ini karena  Sahabat saya awan mulai menulis juga soal topic yang menarik mengenai living legend, Mrs Dona.  Jadi gak ada salahnya dong saya untuk ikut2an menulis..

            Beberapa bulan terakhir, mungkin karena memang sudah masanya dan beberapa momentum juga di hidup saya, tiba-tiba banyak sekali kenang2an masa muda yang muncul terutama masa kuliah.

            Momentum pertama tentunya saat saya dibantu beberapa kawan men set-up reuni 15 tahun Planologi 2000. Pada persiapannya, saya ditugasi untuk membuat sebuah videografi yang kemudian memaksa saya banyak membuka foto-foto jaman baheula. Yang kemudian banyak terlintas di pikiran saya adalah pengalaman masa indah, lucu dan menyebalkan yang tentunya banyak kita alami bersama. Untungnya… ini mah untungnya.. saya ga  ada story asmara di Plano, jadi gak ada kenang2an CLBK di saat mengedit foto. Pernah terlintas beberapa kali niat untuk memasang foto2 modus kawan2, tapi atas nama menghormati para pasangan yang tentunya akan hadir saya mengurungkan niat saya. Intinya acaranya lancar, yang datang banyak dan banyak tertawa yang membuat saya dan sebagian kawan bahagia kayanya.. karena tak ada yang lebih sehat menurut saya selain mentertawakan masa muda ..

            Momentum kedua adalah ada kekonyolan kawan yang tiba2 buat WA grup yang isinya orang yang dulu pernah malang melintang di kampus.. grupnya gak terlalu heterogen saya pikir. Ah isinya masih golongan kanan semua ini mah.. ternyata setelah beberapa kali test case bikin keributan, saya cukup takjub dan kagum.. ternyata evolusi pemikiran kawan2 saya luar biasa.. yang dulunya tertutup dan sangat syar’I ternyata sekarang bisa berdiskusi banyak hal dengan egaliter. 

            Berbagai topik sering berseliweran dengan tingkat kedewasaan tertentu yang tidak mengarah kepada siapa mendukung siapa, kamu partainya apa.. salah seorang kawan yang pengurus partai bisa dengan bebas marketing partainya, tapi tidak marah kalau partainya dikritik (ya iyalah kalau marah bisa dibully habis yang mengarah ke pembunuhan karakter). Ada kawan yang tampaknya secara politik belum memiliki kedewasaan, ya tampaknya harus siap menghadapi kekejaman saya dan ada beberapa sekutu saya untuk melakukan pembunuhan karakter sampai banned dari grup WA.

            Momentum ketiga, kunjungan saya ke bandung minggu lalu yang berujung kepada pertemuan dengan the most charming bachelor di bandung, Ipin Jagal.  Pembicaraan awal seputar kehidupan mengarah ke hal yang berbau politik, romansa kota bandung dan akhirnya berujung pada sesuatu yang gak jelas. Pertemuan yang menyenangkan buat saya karena pertemuan non transaksional apalagi gak ngomongin proyek atau bisnis kadang kita butuhkan. Buat apa? Untuk meyakinkan diri kita bahwasanya masih ada kawan yang rela ngobrol hanya sekedar berbagi informasi dan romansa masa muda..  salah satu kesimpulan menarik pertemuan kali itu saya rasa disimpulkan dengan baik oleh ipin di wall FBnya
              
            Alkisah dulu jaman masih belum insyaf di 'kemahasiswaan' kampus, tersebutlah ada trio abal-abal yang kerjaannya naikin flow rapat kongres mahasiswa. Pagi ini saya reunian dengan salah satunya (salah duanya saya, salah tiganya sering ketemu), yang sudah jadi calon pejabat basah di kementrian XX . Basah karena dia kebagian ngurus bidang sanitasi dan air, aslina.
            Dari sekian obrolan yang kena sensor (karena jorok ngomongin sanitasi), yang bagian berikut ini bebas lah. Jadi...
            Jadi berdasarkan hasil diskusi 2 jam, diambil kesimpulan kalau alumni almamater XXX seumuran kami terbagi jadi 4 kelompok besar berikut, disebutkan acak tidak berdasarkan urutan mana yg lebih baik.
            1. Yang tetap idealis
            2. Yang kompromistis dengan standar
            3. Yang kompromistis
            4. Yang gak jelas. Idealis ngga, kompromis ngga, standar juga gak ada. Gak jelas. Jelasnya giliran mendadak jadi komisaris. ‪#‎Eh
            Saya kata temen saya ini masuk yang nomer 2, temen saya sendiri menyatakan masuk nomer 3, yang gak dateng kami nyatakan no 1.
            Obrol-obrol lagi, kami berdua dapet sebuah kalimat yang menarik 'Berdamai dengan hidup'. Jadi dari 4 kelompok besar ini masih bisa digeneralisir jadi 2 mahzab, no 1, 2, 3 adalah mereka yang sudah 'Berdamai dengan Hidup', sudah jelas pijakannya apa.

            Beberapa momentum tersebut membuat saya mensyukuri hidup. Karena pada masanya saya dikelilingi oleh orang-orang hebat. Yang tidak pelit berbagi ilmu, ideology, pemikiran yang lebih besar dibanding saya. Para sahabat yang membuat kita menjadi lebih baik tentunya…

            Kemarin ada rekan kantor yang nanya  ke saya “ Kenapa tiap ada acara di bandung saya selalu semangat?”. Dengan enaknya saya menjawab “karena disanalah saya menemukan the power of ‘waas’?..  karena kemarin jawabnya sekenanya, akhir belakangan baru mikir.. apa sih maksud saya

            Dari hasil googling ditemukan
            menurut kamus Sunda-Inggris paling tua, A Dictionary of the Sunda Language of Java (Jonathan Rigg, 1862), waas dijelaskan sebagai said when a pleasurable feeling is caused by seeing someone or something which reminds us of what we ourselves possess, but which, for the moment, is out of our reach. A happy or pleasing remembrance or emotion regarding something which we do not at the moment see (as see a woman's gown causes sentimental emotions).

            Jadi ingatan mengenai masa2 kuliah yang kerap kali saya sebut “masa terbaik dalam hidup saya” diperlukan untuk saya me recharge diri sendiri.. Untuk itulah ruang-ruang komunikasi antar teman diperlukan, untuk tidak semata-mata bicara mengenai sesuatu yang bernilai materialistis saja, tapi bisa juga sekedar basa basi tidak jelas yang mampu membangkitkan semangat kita untuk beraktivitas kembali.. Rasa ‘waas’ yang kemudian memantik semangat dan pikiran-pikiran positif untuk kemudian kita bicara pada diri sendiri “yuk berkarya lagi”.

            Sebuah rasa lebih dari sekedar iri melihat karya teman-teman. Sebuah rasa yang menghantarkan kita untuk berkarya lebih karena tahu ada perasaan yang sama untuk berkarya lebih besar dari kawan masa lalu kita…

            Tulisan ini sebetulnya sebuah pembelaan sederhana buat saya “kenapa belakangan ini saya senang dengan Bandung dan lebih spesifik daerah sekitar masa lalu saya”

            -Catur-




            Comments:
            Copyright © 2007 Catur