Membumikan politik kita..
Monday, June 15, 2009


Catatan ini terinspirasi dari obrolan dengan seorang teman saya di media yahoo messenger. Seorang sahabat yang lama tak kunjung bertukar kabar dan tukar informasi. Obrolan dimulai dengan kalimat basa basi biasa seperti "apa kabar?", "bagaimana keluarga?", " sehat semua kan ?", dll...

Topik demi topik bergulir sampai kemudian muncul satu pernyataan dari sahabat saya " saya sudah bosan dengan politik, saya sekarang mau menikmati politik sebagai tontongan ringan, bahkan untuk jadi pengamat pun rasanya males". Pernyataan ini menjadi menarik karena diucapkan oleh seorang yang memiliki tingkat kemelekan politik yang cukup b tinggi. Kehidupan mahasiswanya dilalui dengan diskusi politik, aksi demonstrasi, pewacanaan, pembentukan opini, kajian2, dan lain sebagainya.

Tentunya rasa penasaran itu dilanjutkan dengan mengulik apakah yg terjadi? Bukan untuk usil karena penasaran akan tetapi mencari pembelajaran dari tentunya. Saya akhirnya baru tahu ternyata sahabat saya itu mencalonkan diri menjadi caleg di salah satu partai. Singkat cerita dia kalah. Tentunya teman2 kemudian berpikir "mungkinkah skeptis ini muncul dri kekalahan dia???". Jujur saya berpikir demikian. Tapi ternyata tidak..

Saya tidak akan cerita detil tentunya.karena terlalu panjang dan membosankan untuk dipaparkan di note yang direncanakan singkat ini.

Singkatnya sahabat saya tersebut merasa jenuh dengan dunia perpolitikan yang terkadang mengarah kepada penghilangan hak2 warga negara atas nama kepentingan bangsa yang lebih besar.

Lalu kemudian saya mulai menerawang (macem paranormal aja), mencoba mengekstrapolasi apa yang dialami sahabat saya kepada apa yang dialami masyarakat luas.. Mungkinkah kejenuhan politik ini berlangsung massal.. Apakah masyarakat kita tetap se antusias terhadap proses demokrasi?

Masyarakat indonesia saat ini sudah cerdas.. Itu yang terjadi di 2009. Sayangnya elite politik kita tidak sadar terhadap itu. Rakyat kita masih disuguhkan pola2 politik masa lalu. Dangdutan, bagi2 barang, serangan amplop, iklan2 muluk, iklan saling menghujat, dan lain sebagainya... Hasilnya? Tingkat ketidakpedulian masyarakat terhadap proses demokrasi rendah..

Saat ini di masa pemilihan pilpres. Sekali lagi kita lihat pembodohan publik oleh elite yang menganggap masyarakat bodoh dan tidak mengerti siapa yang harus dipilih.. Lagu indomie, deklarasi di tempat sampah , bluffing soal siapa yang paling berjasa di pemerintahan lalu, dan lain-lain.. Semua capres menurut saya tidak bisa melihat jernih bahwa masyarakat kita tidak bodoh dan tidak mudah ditipu oleh capres. Sejak hari pengumuman capres-cawapres, 60 % pemilih sudah tau siapa yang akan dipilih..silahkan di survei.

Tindakan saling menghujat di depan publik dan ketidaksportifan capres makin membuat masyarakat skeptis. Yang dibutuhkan masyarakat adalah sikap ksatria dan sportif. Kalau jdi capres aja tdk sportif, gmana jadi presiden...

Kita kembali ke kasus sahabat saya. Negara ini butuh perubahan, dan perubahan harus dilakukan oleh orang2 yang berpikiran jernih dan kompeten. Perubahan akan lebih sulit dilakukan oleh orang yang menganggap menjadi politisi adalah pekerjaan dan tempat mencari profit..dan kehilangan seorang calon politisi dri kancah perpolitikan adalah sebuah kehilangan besar...

Sangat disayangkan apabila kemudian masyarakat kita pun mengalami hal yang sama dengan sahabat saya. Kejenuhan mereka terhadap perilaku politisi membuat timbul sikap apatis dan skeptis terhadap proses demokrasi dan apa yang dihasilkan dari nya.

Proses demokrasi seharusnya memberikan harapan akan sebuah keberlanjutan pemerintahan atau harapan terhadap pemimpin baru. Bukan kemudian menambah beban pikiran masyarakat dengan isu neolib (naon eta neolib??) Yang hanya menjadi konsumsi para jamaah wacananiyyah. Atau membuat bingung ekonomi kerakyatan atau merakyatkan ekonomi.. Apalagi dengan berebutan klaim siapa yang berkontribusi terhadap berdirinya jembatan..

Kembalikan dinamika politik dan demokrasi ke rakyat nya.. Jangan kemudian terlalu asik bermanuver dan meninggalkan rakyatnya sendiri.

Catatan kecil buat sahabat saya " kalau udah gak bosen dengan politik, bilang2 ya...."

-catur-

Tulisan ini dibuat 2 hari di atas gdaget favorit saya.. Ketika nge blog menjadi lebih mudah ...

Foto ini adalah koleksi pribadi di hari pemilu
Sent from caturberry® nya XL

Comments:
  • there are only two choices, you will choose to flight or fight!
    Posted by Blogger jeki @ 11:14 PM
     
  • catur, saya rasanya bisa bernapas lega karna saya pikir saya doank yang sudah mau muntah melihat dagelan politik dalam negri. Selama ini saya hanya menjadi penonton dagelan politik ini dan ga tertarik jadi pemain dan mungkin komentar saya lebih ke komentar penonton saja.

    apa yang catur ungkapkan di tulisan catur boleh dibilang sama dengan apa yang saya pikirkan setelah menonton acara dialog di tipi atw acara debat capres. pembodohan massal dan terstruktur.

    kenapa masyarakat masih disuguhi menu itu2 saja?seolah2 hal2 seperti itu masih laku. lagi2 soal isu agama, lagi2 soal isu ras, lagi2 soal isu jawa non jawa. apa sih relevansinya hal2 kaya gitu dengan kapabilitas seseorang memanage negara ini?

    Dan menurut saya, selain pemain politik [parpol dan politisi], media juga membantu mempercepat proses pembodohan massal ini karna lebih sering menayangkan aspek gosip [energi negatif] dari dunia politik.

    kejenuhan masyarakat akan politik negara ini sebenarnya bukan terjadi akhir2 ini, tp sudah lama. Tapi kalau dipikir2 bukan kejenuhan akan politik itu sendiri tapi mungkin dengan menu politik yang nyaris tidak ada perubahan dalam satu dekade terakhir. saya setuju politik kita perlu penyegaran, entah itu pemainnya, sistemnya, iklimnya.
    Posted by Blogger ayuanggraini @ 11:47 PM
     
Facebook and Jealousy
Friday, June 12, 2009
Start :Tangerang, friday, June 12th, 2009, 23: 50

Siapa sih yang tidak mengenal Facebook sekarang? walau tidak semua orang memilikinya (seperti beberapa teman saya) tapi mengetahui ada fenomena baru yang melanda warga indonesia yang melek internet yaitu Facebook. sampai-sampai Gigi, sebuah band besar merasa perlu untuk membuat lagu khusus dengan judul "my facebook" sebagai bentuk reaksi terhadap begitu mewabahnya Facebook di masyarakat

kehebohan facebook lahir dari keinginan besar orang-orang untuk berinteraksi dengan orang-orang di masa lalu dan masa kini dengan batasan dimana saat ini ruang untuk berinteraksi sangat minim. hubungan interaksi di tengah rutinitas kerja dan sambungan internet yang baik, difasilitasi oleh keberadaan fasilitas yang disebut Facebook

bagi saya facebook itu hanya sebuah media untuk melepas penat dan berkesempatan berkomunikasi dengan orang-orang yang sayangnya gak semuanya saya miliki nomer handphonenya. sampai saat ini saya merasa facebook tidak memiliki fungsi signifikan dalam hidup saya selain liat foto2 orang atau mengetahui kabar terbaru teman2.

tapi tidak malam ini.... facebook mendatangkan perasaan gelap dalam hidup saya, perasaan yang lumrah terjadi di setiap manusia dan telah diidentifikasi oleh AA Gym sebagai salah satu penyebab masalah di dunia ini. perasaan itu bernama IRI. facebook memberikan kesempatan kepada kita untuk mengetahui update kehidupan orang-orang yang pernah mengenal kita seperti kerja dimana, sudah menikah atau belum, punya anak berapa, dan lain sebagainya. sangat pribadi dan personal sekali...

malam ini di saat sedang asyik berselancar membuka profil FB, kok tiba ada setan yang membisiki seperti ini "emang kamu gak iri sama orang-orang itu? mereka sudah mencapai banyak hal, sedangkan kamu sudah buat apa? kok kamu kalah sama si anu , sekarang kan dia sudah begini dan berkerja di sana?".. awalnya bisikan itu membius dan merubah suasana hati saya menjadi agak gelap malam ini...Jealousy struck into my head....!!!!!!!!!!!!!!!

Mungkin saya bukan satu2nya orang yang pernah mengalami ini. jealousy itu sangat manusiawi sekali... berpikir hidup kita berjalan di tempat, stagnan dan merasa orang-orang lebih maju dan baik dibandingkan kita..

Untungnya saya teringat membaca tulisan temen saya yang menanyakan kepada pembacanya "do you love your life?".... pertanyaan sederhana yang cukup menggugah dan membantu saya tersadar dari biusan setan jahanam yang ngompori2 saya (udah tau kompor malah di kipas2).

saya ada dimana? memiliki pekerjaan paling menarik di Indonesia (di saat banyak lulusan S-1 bergelut mencari pekerjaan), memiliki satu istri yang bawel nya gak ketulungan tapi paling pengertian di dunia, punya temen2 yang mungkin gak selalu ada di samping saya tapi siap untuk diajak hura2 dikala saya butuh, diberi kesempatan untuk menikmati internet dalam mengembangkan diri (di saat masih ada orang yang bahkan belum pernah melihat komputer apalagi yang nama nya berybery), diberi kesempatan keliling indonesia atas nama tugas (walau belum diberi kesempatan mengunjungi tempat2 impian di nusantara), masih memiliki seorang ibu yang dulu pernah banting tulang buat nyekolahin saya dan lain sebagainya..

apakah itu hidup yang sempurna?? off course not.. masih ada beberapa keinginan jangka pendek yang sedang dirajut, seperti punya anak, punya rumah sendiri, sekolah S-2 di Jerman, bawa istri ke Roma ( kami sepertinya terbujuk rayu oleh Angel and demons, padahal hanya 30 % scene yang dibuat bener di vatikan), dan lain sebagainya...

apakah kemudian hal tersebut membuat hidup saya lebih buruk dibanding yang lain??? ketika saya menulis kalimat pertama di postingan ini, persepsi itu masih ada di kepala dan hati saya... seiring kata-kata yang mengalir dari jemari dan otak membuat saya sedikit melupakan perasaan ini dan ingin menendang jauh2 setan dari kepala saya.. karena ketika saya merasa buruk terhadap hidup saya, maka saya akan mengarah kepada sebuah pengingkaran dari skenario besar yang di susun oleh yang maha kuasa.. jangan-jangan malah menyalahkan sang pembuat skenario

Seperti yang saat itu saya tulis di catatan teman saya itu " I Love my life. Past, Present and Future"

so kesimpulan hari ini adalah i think i have to consider to reduce accessing Facebook...
-Catur-

NB : foto diambil dari situs Facebook

End Tangerang, Saturday, June 13th ,2009, 00: 20
Comments:
  • jadi inget seorang temen... hari itu dia bilang, life's sucks!, 3 thn kemudian, life goes exactly like i want it to be, i just didn't know...
    Posted by Blogger Winy @ 6:28 PM
     
Menulis Mimpi Di Tengah Malam
Thursday, June 04, 2009
I have a dream....

Itu kalimat yang terkenal yang diucapkan oleh (kalo gak salah) martin luther king.. Kalimat yang telah menginspirasi ribuan dan jutaan orang mengenai makna sebuah mimpi dan kekuatan dibaliknya. Berbagai momentum dan perubahan yang bersejarah dimulai dengan satu kalimat ini.. I have a dream...

Do I have dream??? Hell yeah..!!
Banyak sekali.. Ada yang jangka pendek,jangka menengah sampe jangka panjang.. Ada yang skala pribadi, keluarga, masyarakat .. So many dreams with each time limit..

Anak2 sma yg ikut program ITB untuk semua yang kemarin baru saja membawa beberapa anak sma dr ujung sabang sampe mereka untuk ikut ujian usm punya juga mimpi. Mimpi untuk masuk itb yang sekarang biayanya tidak murah (saya gak enak bilang mahal). Belajar menimba ilmu dri universitas yang reputasinya baik. Mengenyam pendidikan dari otak2 para dosen yang bertitel banyak. Itu mimpi mereka...

Itu juga mimpi temen saya yang terlibat dalam progran itb untuk semua. Mereka mencurahkan tenaga, materi dan emosi mereka untuk membantu anak sma yang tidak mampu untuk mereguk mimpi sesaat untuk masuk itb (only for 5 days, they get the same chance with somebody who pay more than 50 million IDR). Bukan untuk menjadi sok idealis, bukan jadi sok dibilang baik.. Tapi mencoba memberikan kesempatan sepasang orang tua untuk bermimpi anaknya akan diterima itb... Wlalau saya tak bsa terlibat langsung.. For me, they are great...

Tim sukses capres juga punya mimpi.. Ada yang sederhana hanya ingin calon yang didukung berhasil jdi presiden, ada yg mengincar jabatan menteri, ada yg berharap usahanya lancar kalo presiden yg didukung menang, ada yang ingin kecipratan duit kampanye, ada yang ingin punya presiden ganteng, dan lain-lain.. Semua berujung pada harapan dan mimpi...

Do I have a dream? Seperti yang saya sebutkan begitu banyak sehingga kayanya gak perlu lah kita obrolin di sini..

Hanya ada satu mimpi yang sangat spesial yang akan selalu ada di otak gue sampe nanti.. Sebuah mimpi yang tidak tahu bagaimana mulainya dan sulit membayangkan akan terjadi...

Menulis BUKU....
Buku apa??? Apapun.. Mau novel, text book ekonomi infrastruktur (kan mimpinya mau ngambil master bidang ini), pengalaman keliling indonesia , apapun lah..

Kenapa? Kepuasan batin berbagi pandangan dengan orang lain mengenai sesuatu adalah kenikmatan yang gue sendiri gak bsa bayangin nikmatnya...

Kapan? Nah itu dia masalahnya.padahal salah satu alasan beli notebook selain media tambah rejeki juga buat mewujudkan cita.. Gak berani juga menaruh time limit untuk yang satu ini.

Gimana?? Nah ini dia masalahnya.. I hope I can learn from my old friend indra F, yang berhasil menelurkan buku pelancong nekat..

Menuju sebuah mimpi tentunya haruslah dimulai dr sebuah langkah pertama untuk mencapainya.. Itu rumus yang semua orang jga tau, tapi gak semua bisa lakukan.

Take a first step is something that need brain and bold off course..

Malam ini saya ingat gajahmada, soekarno, hatta, habibie, denias, slank, dewa 19, raditya dika, yohanes surya, dan orang lain yg berani bermimpi, berani menyatakan mimpi dan mewujudkannya tanpa kata2

Mudah2an Allah memberikan sedikit kekuatan orang2 itu kepada orang yang punya mimpi seperti saya

-catur-

NB : ada yang bisa kasih tips cara nulis buku yang cepet???

Foto Rombongan anak SMA yang ikut program ITB untuk semua saya ambil dari FB kawan Andrianto Soekarnen Padmadinatayang pontang panting mempromosikan program ini

Sent from caturberry® nya XL

Comments:
    Posting Percobaan
    Wednesday, April 08, 2009
    Ini merupakan test terbaru saya dalam melakukan test ngeblog via blackberry. I forgot to mention, setelah wafatnya hp 6600 saya yang sudah lama menemani saya dan sangat saya banggakabn akhirnya saya memutuskan untk mengganti hp saya denga generasi smart phone. Hal ini tidak semata-mata latah gadget saja, tetapi bagaimana membuat hidup menjadi lebih mudah saja.
    E-mail dan blogging terasa mudah. Apalagi untk saya seseorang yg banyak melakukan perjalanan ke luarkota, dimana koneksi internet tidak bsa mengandalkan koneksi wifi atau gprs yang sangat mahal.
    Mudah2an postingan ini berhasil.
    Regards

    Elkana Catur H. Sent from my caturberry by XL

    Comments:
    • Selamaaaaat anda berhasil
      wakakakakakak...


      ngomong2 oleh2nya dong dari perjalan dinasnya :-D
      Posted by Anonymous pilar @ 10:16 PM
       
    Memoar of Perjalanan Dinas
    Thursday, April 02, 2009

    Mau tau salah satu nikmatnya menjadi PNS????
    Perjalanan dinas….. kadang orang suka salah pikir dan cepat menyimpulkan bahwa perjalanan dinas dalam dunia birokrasi itu berarti uang dinas atau dikenal dulu dengan nama SPJ… jaman dahulu kala mungkin pameo itu masih bisa kita benarkan. Tapi di era dimana terjadi reformasi keuangan engara seperti saat ini, maka hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena perjalanan dilakukan sesuai dengan biaya dan cost yang dikeluarkan oleh yang melakukan perjalanan dinas.
    Pengalaman pribadi menjadi pegawai pemerintah selama 4 tahun, mengantarkan saya mengelilingi penjuru nusantara. (lihat peta) Walau belum sepenuhnya dan belum seluruhnya saya jelajahi.. saya masih ingat perjalanan dinas saya dari yang pertama sampe yang saat ini saya lakukan. Mungkin karena belum banyak perjalanan dinas yang saya lakukan.
    Perjalanan dinas pertama kali yang saya lakukan adalah ke Bandung. Ok itu dekat sekali dengan Jakarta. Tapi itu dilakukan pada saat saya baru2 saja lulus dari kuliah. Jadi melakukan perjalan dinas itu sama saja dengan nostalgia bertemua dengan teman2 baru. Seingat saya itu dilakukan sebelum saya wisuda, jadi saya masih memiliki kamar kost yang belum habis masa sewanya. Lumayan uang hotelnya bias disimpan.. bahkan saya masih ingat, uang lumpsump yang diberikan saya gunakan untuk membeli sebuah jam digital dan jarum tangan yang sudah lama saya inginkan (setelah pengalaman buruk dengan jam berjarum). Jam itu sampai saat ini masih melingkar di tangan saya dan menjadi jam favorit saya apalagi kalau melakukan perjalan dinas ke luar kota.
    Perjalanan dinas pertama saya menggunakan pesawat terbang adalah ke Yogyakarta. Itu dilakukan dengan menggunakan almarhum maskapai Adam Air… jaman dahulu naik adam air berarti menghemat uang tiket yang lebihnya bias digunakan untuk tambah2 biaya hotel dan beli oleh2. Berbeda dengan jaman sekarang, dulu uang hotel tidak dialokasikan khusus dan staf diharapkan dapat mengambil dari sisa tiket. Bagi saya juga itu perjalanan yang menyenangkan, karena saya bias memblusuk2 ke pasar2 induk di kota Yogyakarta, jalan2 ke pusat gerabah di bantul, makan mie jawa kadin dan lain sebagainya. Perjalanan yang menyenangkan yang membuat Yogyakarta menjadi kota favorit saya ke dua dan selalu saya impikan setiap tahunnya untuk berkunjung melakukan perjalanan dinas ke sana (yang ternyata baru saya dapat lakukan 2 kali sepanjang perjalanan karir saya).
    Setelah itu kota demi kota, kabupaten demi kabupaten, provinsi demi provinsi, pulau demi pulau saya jelajahi atas nama perjalanan dinas terselubung jalan-jalan dan rekreasi. Mulai dari Sumut, sumbar, Kepri, Jabar, Jateng, Bali, NTB, Sulsel, Sulteng, Gorontalo, semua provinsi di Kalimantan dan Papua barat saya ubek2 demi menjalankan tugas Negara (atau tugas atasan?? Ya beda tipislah)
    Setelah saya berkontemplasi dan merenunggggggggggggg sehari semalam (ini serius dan tidak bercanda) ternyata ada beberapa fakta menarik yang saya temukan selama melakukan perjalanan dinas. yaitu
    1. Status saat ini, hanya Kepulauan Maluku (Provinsi Maluku dan Maluku Utara) yang belum pernah saya kunjungi dan cium bau udaranya. Keinginan ini sudah saya pendam sejak saya masih bekerja di instansi yang lama sampai saat ini saya bergabung ke Departemen PU. Sebelumnya kepulauan nusa tenggara juga merupakan keulauan yang belum saya injak. Alhamdulillah minggu ini saya kesampaian berkunjung ke Mataram, Ibukota dari NTB, menginap di senggigi tapi sayangnya belum berhasil diving di gili yang tersebar di lautan NTB.
    2. Sumatra merupakan kepulauan dimana masih banyak provinsi yang belum sempat saya kunjungi. Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang) merupakan provinsi yang paling sering saya kunjungi selama melakukan perjalanan dinas.Kunjungan ke Batam pernah saya lakukan selama 6 hari, 3 hari, bahkan pernah hanya dalam 1 hari (Pagi datang, Sore pulang…). Di Sumatra Utara, hanya medan yang sudah saya kunjungu tapi saya puasssssssssssssssss. Sumatra Barat is still the best province until now. Bukit tinggi dan Sawahlunto adalah dua kota yang sudah menjadi tujuan utama saya.Perjalanan dinas di Pulau Jawa merupakan perjalanan dinas yang paling jarang saya lakukan. Saya belum pernah ke Jawa timur untuk melakukan tugas… ini juga menjadi incaran saya untuk melakukan perjalanan dinas.Sulawesi adalah kepulauan yang paling seringgggggggggggggggg saya kunjungi. Sayangnya intensitas itu belum mencapai Provinsi Sulut dan Sultra. Paling sering ??? Sulawesi Selatan tentunya,,, Untuk kepulauan Papua, saya hanya pernah mengunjungi Papua Barat yaitu Kota Sorong dan Kabupaten Manokwari . Saya ingin sekali berkunjung ke Jayapura… Untuk Kalimantan sudah tamat semua provinsinya, ditutup dengan Balikpapan yang dilaksanakan 3 minggu lalu
    3. Perjalanan dinas yang paling seru adalah saat melakukan kunjungan lapangan terhadap program Paket dan replikasidari P2KP. Menelusuri pegunungan kapur di wonogiri… Luar biasa mengetahui apa yang telah dilakukan oleh masyarakat kita untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya
    4. Perjalanan paling tidak seru adalah ke Bali bulan lalu. Perjalanan saya lakukan sendirian dan tanpa teman.. GARING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! duduk di pantai kuta 2 jam, macam orang patah hati aja….
    5. Tempat makan paling enak adalah Sumatra barat dan Sulawesi Selatan. Butuh waktu untuk menceritakan seperti apa. Pokoknya enak dan enak banget….
    6.Tempat yang ingin dikunjungi saat ini (dan berharappppppppppp terjadi dalam waktu yang tidak lama ) adalah Palembang, Surabaya, Berau dan Raja ampat.. mudah2an aja kesampaian

    Ya itu lah sekelumit dari pelajaran yang saya bisa ambil dari perjalanan dinas yang selama ini saya lakukan.. semoga di depan dapat lebih banyak pengalaman menarik

    Comments:
    • sebenarnya hal inilah yg gw incer jadi PNS. kok terkesan gak sunguh2 ya gw jadi pelayan masyarakat?

      tapi klu menurut gw sih dengan jalan2 apalagi mengetahui sisi lain Indonesia tercinta ini, adalah sesuatu pembelajaran diri. supaya kita gak egois. klu cuma nonton di tipi sich sudah biasa. yg luar biasa klu kita bisa mengalaminya sendiri.

      makanya gw bersyukur buanget bisa jadi CPNS & semoga lulus jadi PNS. supaya gw bisa jalan2 kayak lo Tuy. meskipun gw baru ngiterin Tangerang (itupun belum semua), semoga ilmu gw makin bertambah.

      pengennya gw sih keliling Indo kayak lo. supaya orang2 Indo khususnya calon penerus bangsa ini Sehat2. sedih klu tau Indonesia negeri kaya ini masih banyak anak2 yg gizi buruk. kita kan gak miskin dalam hal penghasilan buminya dibanding negara terbelakang lainnya.

      soo..GW do'akan semoga lo bisa mengunjungi seluruh Indo (kayak bokap gw) & do'ain Gw juga ya supaya bisa kayak lo juga. :D
      Posted by Blogger dD @ 9:32 PM
       
    • Waaaaaaaaa.. sungguh menarik...
      tapi, sayang saya blum mencoba perjalanan dinas seperti apa yang mas catuy lakukan .. hahahah..

      emang blum ada kesempatan ato memang nggak ada agenda di kantor yaaa...
      heu..heu..heu..

      btw salam kenal.. saya sering baca blog anda... cekakakakakka
      Posted by Anonymous pilar @ 10:14 PM
       
    Kisah Tahi Kuda ...
    Wednesday, March 25, 2009
    Saya suka puisi ini... cuma gak tau siapa yang bikin.. saya dapat di milis...mohon ijin uplot bagi yang menulis.. bukan untuk plagiasi.,. tapi bentuk penghargaan terhadap yang menulis



    Kisah Tahi Kuda ...


    Tahi kuda ini punya cerita
    Tentang bau amis darah seorang mahasiswa
    Rene conrad namanya
    Ditembak anak akpol putra pak jendral katanya
    Tewas setelah main sepak bola
    Tragedi yang menggoreskan luka antara kampus ganesha
    dengan kelompok berseragam bersenjata

    Tahi kuda ini pernah jadi saksi
    Saat ia diinjaki ratusan prajurit Siliwangi
    yang menghadang di boulevard
    Disambut mahasiswa dengan barisan rantai manusia
    Sambil menyanyikan ” Indonesia Raya”
    Membuat beberapa prajurit meneteskan air mata dan bernyanyi bersama
    Akhirnya mereka mundur atas perintah pak Himawan
    Pangliwa Siliwangi yang kemudian diganti
    Hanya karena dia punya hati...
    ( esoknya kampus diduduki dan rumah Pak Iskandar ditembaki oleh intel
    suruhan Benny Moerdani)

    Tahi kuda ini pernah meleleh
    Oleh api bekas bakaran ban
    Saat ditahun delapan sembilan
    Mahasiswa menolak kedatangan mendagri
    Yang mau ikut menceramahi
    Para mahasiswa dan mahasisiwi
    Dikiranya mereka juga pegawai negeri....

    Tahi kuda ini juga pernah ikut tersenyum
    Saat sepasang pemudi- pemuda
    satu berjaket hijau satu berjaket biru
    berjalan malu-malu
    mau nonton ludruk dengan lakon yang lucu
    sesudah itu berjanji seia-sekata
    meskipun segera bubar setelah wisuda

    Tahi kuda ini juga bisa bercerita
    bahwa ia pernah merasakan bau sepatu para pemimpin negera
    yang dulu sering begadang di laboratorium sampai larut malam
    menguras semua ilmu dari para begawan
    lalu menghabiskan malam mingguan di himpunan
    makan indomie dari sarapan sampai pagi kemudian..
    tapi kok ya negeri ini tidak juga beranjak lari
    padahal banyak mentrinya merasa paling pinter sendiri
    maklum, mantan putra-putri dan terbaik negeri ini

    Dan tahi kuda ini pun juga bisa bersaksi
    Saat si Bung berkata bahwa dia cukup punya sepuluh pemuda untuk
    mengguncang dunia..
    tentu dia sedang membayangkan para pemudi dan pemuda
    putra Sang Ganesha ..........

    Jakarta February ’09
    Comments:
      GET MARRIED!!! GET REAL!!!!!!!!
      Wednesday, December 31, 2008
      Menghabiskan tahun baru dengan menonton TV… right!!! That’s just my routine, including this years... Apa yang akan gue tonton… ?? pada saat gue nulis blog ini gue nonton “just married”. Ini salah ifilm yang inspring buat gue…

      Pada awalnya gue berpikir film ini bakal corny.. judulnya norak dan poster filmnya ada lambang class mild (HAIL CAPITALISM!!!). tapi gue cukup convince dengan sutradaranya Hanung.. ya mungkin ada nilai positifnya lah ya…jaduilah saya menonton film ini pertama kali setahun yanbg lewat…

      Ceritanya sih sederhana

      Empat sahabat, Mae (Nirina Zubir), Guntoro (Desta ‘Club Eighties’), Eman (Aming), dan Beni (Ringgo Agus Rahman) selalu bersama-sama sejak kecil. Orang tua Mae, Pak dan Bu Mardi (Meriam Bellina) mencarikan Mae jodoh. Segala cara ditempuh hingga ke dukun cabul

      Rendy (Richard Kevin), cowok cakep dan konglomerat, bosen pacaran dengan cewek-cewek jaman sekarang. Ia dapat kabar tentang Mae dan pergi menemuinya. Rendy pun....jatuh cinta! Ternyata Mae juga jatuh cinta kepada Rendy tapi Rendy dihajar teman-temannya karena kesalahpahaman. Mengetahui itu Mae amat kecewa dan menangis

      Usaha perjodohan yang gagal tersebut membuat Bu Mardi sakit keras. Dia mengancam, kalau ia mati sementara Mae belum dapat jodoh ia akan mati penasaran. Mae kelimpungan. Akhirnya ia akan kawin dengan salah seorang dari tiga sohibnya. Setelah pengundian berkali-kali, Beni lah yang 'beruntung' mengawini Mae. Kabar ini membuat Bu Mardi sembuh total dari sakitnya

      Rendy sebagai anak elit, geram telah dihajar dan dipermalukan oleh anak kampung Mae. Maka terjadilah tawuran antara kaum elit dengan orang-orang di kampung Mae.

      Ya simple sih ceritanya. Tapi menurut gue film ini dalam maknanya dalam beberapa hal.

      1. film ini menampilkan realita pemuda dan pemudi bangsa ini. Banyak penggangguran, cita2 yang tidak tercapai, frustasi, dan minim akses dalam mencapai cita2. inilah bentuk pemuda kita.. banyak lulusan sekolahan tapi banyak pengangguran. Memang banyak sekali orang yang menggap kondisi ini sangat negatif. Kalau saya melihatnya sebagai realita. Tentunya di film ini pemuda-pemuda pengangguran masih terlihat positif. Di kehidupan nyata tentunya hal ini bisa berubah banyak.. tidak.. saya tidak berusaha menghakimi dan mengeneralisasi. Yang saya coba apresiasi dari film ini adalah berusaha memotret realitas dimasyarakat bahwa banyak sekali pemuda-pemuda pengganguran yang menggangur karena kesalahan sistem yang bobrok di Republik ini. . ketika kapitalisme merengut lahan2 beraktivitas dan menciptakan kantunng-kantung kemiskinan. Ketika sistem pendidikan hanya menyediakan ijazah tanpa memberikan ketrampilan untuk bekerja. Ketika mimpi2 anak muda hilang karena tidak memiliki akses ke sumber daya yang tepat. Kalo kata Richar Kevin ”Kalau punya masa depan maka tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan sebagai cara utama”. Jadi mungkin film ini memberikan asumsi yang tepat bahwa kekerasan yang timbul di Indonesia belakangan ini akibat banyak masyarakat kita terutama anak2 muda yang tidak memiliki masa depan yang jelas, pendidikan yang kurang bemutu dan perlu ruang aktivitas untuk melepas frustasi. Akhirnya yang terjadi adalah kekerasan
      2. Film ini berbicara kesenjangan. Kesenjangan yang nyata2 terjadi di masyarakat. Kalau di film ini antara masyarakat komplek dengan anak kampung sebelah. Kalau realitanya? Lebih banyak lagi kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan antar orang2 kaya di Sudirman dengan Penghuni bawah jembatan duku atas. Kesenjangan antar Jakarta dengan Luar Jakarta.. ini wajah negara kita. Wajah penuh kesenjangan.kesenjangan tidak lahir dalam semalam. Ini lahir dari sebuah sistem ekonomi yang sangat tidak memihak di masyarakat kita.
      3. Kekerasan selalu jadi jawaban. Gak peduli orang miskin atau orang kaya dari ujung menteng. Kekerasan banyak menjadi jawaban dari permasalahan di masyarakat kita. Setiap masalah dijawab dengan kekerasan. Kekerasan menjadi solusi yang dipkirkan oleh masyarakat kita dalam menyelesaikan perbedaan di antara kita.. dikit2 bunuh..dikit2 bakar.. dikit2 sikat...what a barbaric culture.. Apakah kekerasan identik dengan masyarakat golongan kelas ekonomi lemah? Liat kasus Agung Setyawan?? itulah bukti kekerasan juga bisa terjadi di kalangan atas dan berpendidikan. Kalo di film itu ini kekerasan dan fanatisme semu dibilang sebagai Cara Indonesia. Oh men kalo beneran di dunia nyata ada yang bilang kaya gitu, saya malu jadi orang Indonesia.. Huuu untung ini Cuma film
      4. Masyarakat kita hidup dalam dunia asumsi. Asumsi bahwa setiap orang harus menikah pada usia tertentu asumsi bahwa sebutan perawan tua lebih rendah dibanding dengan perjaka tua... ini dunia anggapan. Stereotipe.. asumsi semua...

      Film get married (dengan segala kekurangannya) saya bisa katakan film yang meneriakkan suara permasalahan jaman. Realita generasi.. problematika riil...

      Menurut saya, SBY harus menonton Film ini.. menteri-menteri dan jajaran pejabat di instansinya harus banyak belajar dari film ini. Mungkin dengan menonton film ini mungkin mereka akan merasakan yang saya rasakan.. sebuah kekhawatiran dan keinginan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat kita...saya gak bilang Ayat2 cinta itu film kacangan.. enggak kok bukan..

      Cuma film get married akan membuat mereka tahu apa yang terjadi di masyarakat kita dan apa yang kemudian harus kita lakukann...

      Salut sekali lagi buat Hanung....

      -Catur-



      Comments:
      • iya, agree.. soekarno aja bilang, "beri aku 10 pemuda, akan kuubah dunia"
        sepertinya akumulasi konflik multi bidang, tp kurangnya kesejahteraan memang penyebab yg utama. selain mandiri kita juga kudu bisa bertindak untuk orang lain. dunia ini terlalu berharga jika hanya memikirkan diri sendiri.

        regards.
        Posted by Blogger Lesly @ 7:37 PM
         
      • belom posting2 lagi pak?.....
        Posted by Blogger Winy @ 11:56 PM
         
      Copyright © 2007 Catur