Belajar dari Layar Perak-(Episode III)-The Other Side Of me
Wednesday, November 30, 2005

……. The Other Side Of me

"Some people want to forget the past. Others want to change it. Ashton Kutcher stars as Evan Treborn, who ties his emotional scars in adulthood to the frequent blackouts he had as a child. As he begins to unravel intensely personal truths about his childhood circle of friends, Evan decides to risk everything in a bold attempt to change the past, hoping to save the people he loves even if it means destroying everything he knows" (Butterly effect synopsis)

Pernah nonton film butterfly effect yang dimainin sama Aston Kutcher… Inti ceritanya sih ngayal banget, tapi lumayan simple… Ceritanya si Tokoh Yang dimainin sama Aston itu punya kemampuan untuk kembali ke masa lalu dan menyadari bahwa setiap perubahan kecil yang dia lakukan di masa lalu ternyata berdampak pada perubahan jalur hidupnya di masa kini. Film, yang gue bilang lumayan bagus dari sisi ide, Butterfly effect menampilkan fragmen kehidupan sang tokoh dengan berbagai kemungkinan yang mungkin ada bila dia melakukan A, melakukan B, melakukan C. ternyata hasilnya berbeda banget di masa kini. Ada fragmen dimana dia jadi losser, jadi bintang kampus, jadi cowok cacat, bahkan jadi orang gila yang semuanya berawal dari usahanya untuk “mengatur” hubungannya dengan seorang gadis… Kesimpulan akhir dan fragmen yang dia pilih akhirnya adalah tidak berkenalan dengan si gadis pada awalnya ketik berumur 6 tahun (pertemuan pertama dia dengan si gadis). Krena mungkin dengan tidak bertemu akan menghasilkan kekacauan lebih sedikit. Intinya ida menyadari bahwa perkenalan dengan si gadis itulah biang kerok persoalan yang kemudian muncul dalam setiap fragmennya…

Film ini bikin gue ngayal… Seandainya (ini mah seandainya) kalo gue gak lulus bulan juli, gue lagi ngapain ya?? Klo gue gak masuk PL ITB? Kalo gue gak masuk SMUN 2 Tangerang gimana? Kalo gue gak masuk SMP yang gue pilih itu gimana?? Kalo gue tetep tinggal di Jakarta gimana?? Tapi tenang aja pertanyaanny agak bakal berlanjut ke kalao gue gak lahir gimana, gue tidak se nihilisme itu kok..

Tapi bener gak…pernah gak elo ngebayang for instance yang gampang aja deh.. kalo lo gak kuliah di tempat elo yang sekarang sekarang lo lagi dimana… Menjadi lebih sukseskah, menjadi lebih tidak sukseskan, tidak ketemu sama calon istrikah, tidak ketemu sama temen2 yang sekarang tapi ketemu siapa di fragmen yang lain…. Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan, tetapi mengajak untuk berkhayal ke dunia yang lain.. The other side of you………

Kapan sih momen yang menurut anda sangat berpengaruh terhadap hidup anda sekarang… mungkin pertanyaan itu yang perlu dijawab sebelum ngayal (karena ngayal itu butuh konteks waktu dan tempat yang jelas). SMA kah?? SMP kah?? Kuliah kah?? SD kah?? Pemilihan tempat kerjakah?? Ketemu sama calon istrikah. Kalau anda sudah menemukan momen penting itu, coba buat alternative hidup anda… Kira-kira anda bakal jadi apa, ketemu siapa, punya temen berapa, punya cita-cita dan ideology apa, bakal ketemu siapa dan menemui proses seperti apa…..

Kalo bagi gue momen itu adalah masa SMP…. Kalau gue tidak melewati masa SMP yang menurut gue “Gak Penting” , mungkin gue gak seperti ini sekarang. MAsa SMP membuat gue menjadi siswa yang inferior dan “gak penting”(dalam artian kalo gue gak ada kayanya gak ngaruh deh). Ternyata itu sangat membekas dan membuat gue memiliki keinginan yang besar untuk berubah di SMA yang ternyata menjadi tonggak balik hidup gue… Kemudian kalo gue waktu itu memilih sekolah di Jakarta, bisa jadi gue akan tetap inferior di hadapan temen2 yang lain yang notabene anak Jakarta dan temen2 SMP gue….

Coba kalo gue sekolah di Jakarta kira-kira gue bakal jadi apa ya?? Gue bisa gak masuk ITB (yang memegang peranan besar dalam proses gue menjadi manusia saat ini)…, atau gue malah jadi Dokter (as my mother dream it, maaf ya mam menolak jadi dokter), mahasiswa pembelajar (gak tukang demo), koas di RS terkemuka dan lain-lain… atau malah gue gak kuliah, menjadi penganggur, terus buka usaha dan sekarang mungkin udah punya anak… Kira-kira gimana ya????

Perjalanan menuju sebuah fragmen hidup lain terkadang gue jadikan alat sebagai sebuah metode untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT… bahwa ini adalah nikmat yang paling optimal diberikan karena memang terbaik buat gue….. bahwa kata-kata seandainya, kalau saja, coba ya, bisa gak ya, gimana coba adalah kata-kata para pemimpi yang gak pernah bangun dari mimpinya untuk kemudian menarik nafas dan udara di dunia dan berkata “Alhamdulillah”

Kepingan-kepingan momen yang tersusun menjadi sebuah fragmen besara yang anda dan saya sedang jalani adalah sebuah resultan dari momen dan keputusan yang anda ambil. Fenomena Butterfly Effect yang saya kemukakan sebelumnya adalah sebuah penggambaran bahwa dunia dan kehidupannya dibangun berdasarkan momen dan keputusan, tetapi yang paling penting adalah kehendak sang Maha Prima……

Tapi tentu saja ini bukan sebuah mekanisme untuk kufur nimat atau ngayal gak jelas ya... jadi jangan salah mengintrepetasikan tulisan gue ya....

Everything happen for a reason…. Dan alasan itulah yang diketahui hanya oleh sang maha pencipta.

Lalu apa yang harus kita lakukan?? Terus memilih dan berdoa tentunya…

Serangkaian momen yang memproses kita menjadi manusia lebih baik adalah sekumpulan kisah untuk dijadikan sebuah Ibroh (pelajaran-red) buat kita semua….

Selamat Berkhayal…. Tapi jangan kelewatan ya..

Catur

Comments:
    KACLUT!!!!!!!!!!
    Tuesday, November 29, 2005

    KACLUT !!!!!!!!!!!!!!! (yang tertinggal dari Kemahasiswaan)

    Kata kaclut merupakan sejenis umpatan atau sekedar ungkapan pelega yang dikembangkan sama gue dan beberapa temen gue sebagai sebuah ekspresi kekesalan, kekacauan atau "kegoblogan yang disengaja" yang ditemui oleh kami.. jadi pas ketemu suasana yang sedikit konyol kami langsung mengekspresikannya dengan kata KACLUT!!!!!!!!!! Misal : ketinggalan Pesawat, ketinggalan Kereta Api, Gak punya duit di Jakarta pas lagi roadshow buat malakin alumni, mau bikin acara 10 Juta tapi H-2 belum punya duit sama sekali, bikin gerakan yang bergerak-gerak, dan kondisi Chaos yang timbul atas kesalahan sendiri atau ada turut campur pihak lain akan kami Sebut KACLUT!!!

    Kemudian terminologi tersebut dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah -isme dalam kemahasiswaan ITB, yaitu KACLUTISME... sebuah ideologi untuk menggambarkan kondisi chaotik yang di ciptakan secara sengaja atau ditemui ketika beraktivitas di kemahasiswaan..ketika goals yang diinginkan tidak tercapai atau tercapai tapi melalui jalan berliku-liku (ngaco kerjaannya) maka layak diberikan gelar KACLUT.. Sampai pada akhirnya keluar pula istilah Manajemen KACLUT, sistem kerja chaotik yang berorientasi pada hasil dengan proses yang serba KACLUT.. Tapi terminologi ini belum berevolusi menjadi kaclutisasi, karena belum terjadi sebuah proses yang betujuan untuk menghasilkan sesuatu yang chaotik....

    Definisi kaclut yang kami kembangkan baru sampe ke KACLUT, Manajemen KACLUT, ORang-Orang KACLUT (yaitu kami), momen kaclutisasi...pookoknya yang mendeskripsikan kondisi chaotik adalah kaclut...

    PEnggunaan kata kaclut pernah diprotes oleh beberapa orang karena berkonotasi negatif. ya abis gimana donk, memang kata itu dipake buat mendeskripsikan kekecewaan dan suasana atau pencapaian yang chaotik tadi.....

    Semasa jadi mahasiswa malah gue membanggakan teknik manajemen kaclut...karena di balik semua kekaclutan, ternyata hasilnya optimal kok (memang sih gak maksimal).Pokoknya berorientasi hasil lah, proses dilakukan dengan cara-cara yang ajaib yang hanya mampu dipikirkan oleh para aktivis dan bukan mahasiswa biasa... BAHKAN gue mengerjakan TA gue dengan teknik manajemen kaclut... Dengan cara-cara yang ajaib (tapi halal lho) gue berhasil keluar dari kampus gue dengan hasil TA yang gak malu2in lah... Walau terbersit pikiran "coba kalo dikerjan jauh-jauh hari, pasti lebih OK hasilnya"... tapi namanya juga pecinta cerita tangkuban Perahu, salah satu lesson learned dari Cerita ini adalah bikin gunung dalam semalem....
    Kalo orang tanya "Tur lo dapet apa sih dari kemahasiswaan??"
    gue akan menjawab "MANAJEMEN KACLUT"... how to manage ourselves or somebody else with Chaotic management based on Goals...

    pembenaran??? Aneh??? emang..........

    Gue juga ngapain nulis ini ya...KACLUT!!!!!

    Mungkin sekedar belajar dari hikmah yang didapatkan selama menjalani perjalanan bersama beberapa temen pencetus terminologi kaclut..... Sebuah lesson learned untuk hidup...

    Tulisan ini gue dedikasikan buat para penganut KACLUTISME,,buat yang gak sepakat dengan kata ini.. terserah anda, tapi tolong maknai esensinya.... KACLUT memang hanya milik para sanguin belaka....

    -Catuy (y=R)-

    NB :Harusnya kacrut..berhubung gue gak bisa ngomong R dan kalu kacyut kayanya jelek jadi mendingan KACLUT aja... (mengakomodir krtik NOVA sama GIE di Shoutbox
    Oh ya tulisan ini juga terinspirasi dari tulisan seorang kawan mengenai KACRUT atau Alhamduliialah

    Comments:
      Edisi Milad
      Thursday, November 24, 2005

      Bermacam-macam doa di Milad Saya…..

      Entah semenjak kapan…tradisi pada saat ulang tahun adalah mengucapkan selamat kepada yang berulang tahun… Lewat berbagai cara, berbagai bahasa, berbagai metode, berbagai media yang kesemunya bercerita dan bermuara kepada satu hal..Doa dan harapan kepada sang yang berulang tahun…

      Kayanya hari ini giliran gue yang diselamatin sama orang…walau sebenarnya gue bukan birthday type of guy… tapi beruntung banyak temen gue yang masih inget sama ulang tahun gue….

      DI umur ke 23, banyak metode yang digunakan sama temen-temen gue untuk ngucapin ulang tahun…… Beberapa diantaranya (di susun berdasarkan periodic waktu ucapan masuk):

      hai tur!
      met ultah ya tur...
      panjang umur, sehat dan tambah matang aja. moga
      terkabul aja deh apa yang kamu mau selama ini. Amin.
      trus berjuang ya dan tetap semangat. Cayo!!

      Hetty via Mesej Friendster Tuesday, November 15, 2005 08:32:00

      HAPPY B'DAY 2 U
      HAPPY B'DAY 2 U
      HAPPY B'DAY
      HAPPY B'DAY
      HAPPY B'DAY 2 U
      ............................:)

      Monday, November 21, 2005 12:00:00….

      Marrieta Via mesej Friendster

      Asw. K hepi belzaday! Wish u all d best aja.best islam,best iman, best carrier, best wife, best life.maap ngduluin.mumpung inget n mumpng ad pls.mgg ini full ujian

      Dita, via SMS 21 November 2005 19;57;21

      ultah lo besok kan,tp berhubung gw ga ada pulsa
      and kebetulan gw lg ke warnet jd gw ngucapinnya
      sekarang aja yah..
      met ultah yah tur,mudah2an lo sehat2 aja,seneng
      terus, sukses, pokona mah better lah
      kan udah tuir

      Wednesday, November 23, 2005 19:51:00

      Nur via MEsej di Frenster

      Majid Thursday, November 24, 2005 Via Testymony di Frenster

      Heppi Berthdey Bro..!!
      Wish U all the best..!!

      Selamat Ulang Tahun ELkana Catur HArdiansah.smg menemukan tlg rusuk yang hilang.sll sehat,bahagia dan mudah rezekinya.amin

      Dahlia via SMS 24 November 04.30

      met ULTAH ya J smoga 4JJ slalu memberikan yg terbaik,kemudahan dlm sgala hal, limpahan rahmat&risky, & jdh yg baik J & don’t forget me :p

      LEadya Via SMS 24 November 2005 06:16:20

      Ass. Happy bday.Slamat Milad.Smga 1 thn kdpan lbh baik lg.Smg Cpt married.Good Luck.Wass.Ricki

      Ricki 24 November 2005 Via SMS 06:55:5

      Via Offline MEsej di YM…rizgun (11/24/2005 7:36:06 AM):

      Wilujeng milad anu ka-23/24! diberi rezeki yang halal dan thyyib ilmu yang bermanfaat jodoh yang sholehah anak2 yang sholeh/ah amin.

      Ass. Catuy, met ulang taun yah..Smg usianya barokah..Nambah soleh..nambah dewasa..pokoknya wish u all the best!Ama jgn lupa ditg traktirannya=p

      Pani Via SMS 08:02:20

      Via Offline MEssej di YM : viva_etchaa (11/24/2005 8:51:00 AM): Assalamualaikum,,,, MET MILAD!!! wish u all d best kpn nyusul Bayu??? May 4JJI bless u always..

      awan: woy brur

      awan: tapi makan2 tetep ditunggu

      BUZZ!!!

      awan: met ulang taun yak!

      awan: maap, ga ada kado

      Awan..via YM 24 November jam 9.00

      Imas: Slamat ulang tahun.............

      sangkuni2004: sama-sama

      Imas: Bener ga?? hehehe

      sangkuni2004: TEPAT

      sangkuni2004: kan waktu itu udah nanya

      Imas: Didoain cepet balik ke bandung ajah

      Imas: biar bisa nraktir aku

      Imas, via YM 24 November jam 09.30

      Bpk Elkana,slamat ulang tahun ya.Smoga pjg umur,brkah usianya,sukses dunia akhirat J

      Sari Via SMS 24 November 2005 09:51:41

      Hei hei, it’s ur bday!Hepi bday ya tur..I Pray that Allah grant u a mind

      free fr worry, heart free fr sadness, soul free fr sin, and body free fr sickness,amin

      LAtiva 24 November 2005 via SMS 10:10:18

      petty: catuy, ultah ya hari ini?

      petty:

      petty: met ultah ya, semoga panjang umur, sehat selalu n cepet jadi pria sukses, amin....

      sangkuni2004: makasih

      Petty..Via YM 24 November jam 10.10

      deyla: happy birthday

      deyla: wish u all the best...

      deyla: jangan lupa, makan2

      Deyla via YM 24 November jam 10.30

      “met hari lahir” smg pjalanan waktu yg tlah tlewati mbawa kdwasaan diri & yg tptg adl hari kdpn yg lbh baik lg. ??? (info gak pnting gak terkait dengan Ulang taun)

      NOVI 24 November 2005 via SMS 13:51:03

      ipin_fa_itb: met MILAD ya!!!!

      Ipin Via YM sekitar jam 3an

      Ita: Hepi B'Day..............

      Ita: soriii telat gw baru pulang dari pelindo

      Ita:

      Ita: ehh bener nggak lo ulangtaun hariini apa salah lagi jangan2... lupa gw tp kynya bener deh

      Ita Via YM jam 17.30

      zacky_15400: makan2 lu...!!!!!!!!!!!!!!!

      zacky_15400: tambah tua aja tuy

      zacky_15400: iraha kawin????????????????????????????

      sangkuni2004: ck...ck....

      sangkuni2004: kapan ya....

      zacky_15400: yasud tserah mu kapan...

      zacky_15400: yg penting kudu inget sisa umur maneh dah berkurang

      sangkuni2004: amin...amin,.... makasi zak

      Zacky Via YM jam 18.00

      selamat milad. semoga kemanapun kau ayun langkahmu, Allah memberikan yg teraik bagimu, keluargamu, dan semua yg ada dlm jangkauan silaturahimmu.

      rita via Shout BOX
      11:
      05 AM Nov 24, 2005 IP 124:20

      Dari semua ucapan selamat ulang tahun yang masuk ke gue via berbagai media dan berbagai bahasa (sayang gak ada yang pake bahasa sunda ”Wilujeng Tepang Taun”), ternyata ada beberapa hal yang bisa gue simpulkan dari arus ucapan selamat ulang tahun yan ke 23 kali ini

      1. Yang ngucapin selamat ulang tahun ke gue ternyata lebih banyak kaum hawanya... berarti pandangan umum selama ini benar bahwa kaum hawa memiliki kepedulian lebih besar terhadap rekannya, termasuk apal ulang taun dan mau berusaha sedikit lebih untuk mengucapkan selamat ulang tahun

      2. Hampir semua ucapan selamat ulang tahun ternyata banyak yang mengharapkan gue cepet dapet jodoh, cepet married, jodoh yang shalehah, istri yang baik, menemukan sang tulang rusuk... ini mah bukan gak suka ya sama doanya...GUE mah suka banget sama doa beginian...tapi doa beginian kembali menyadarkan gue bahwa emang umur segini itu yang kepikiran di kepala orang itu bahwa gue kudu nikah kali ya..atau at least merintis jalan kesana...tapi masalah waktu gue menikah mah untuk menjawab doa yang baik dari temen-temen gue silahkan aja baca soal sikap gue untuk menikah di postingan gue yang terdahulu di postingan gue sebelumnya ”Pembelaan terhadap Menikah”... apa muka gue mungkin muka yang harus cepet nikah ya.. Lho kok didoain milih2, masih untung ada yang doain .....

      3. Ucapan ulang tahun selalu disertai oleh doa dan harapan dari orang lain... Kalu buat gue sih there’s nothing as a friend wishes and pray for me…tapi gue masih menerima segala macam bentuk bingkisan kok….dalam bentuk fisik atau financial (becanda dink…)... eh kalo ada yang masih mau doain gue...tolong doain gue supaya bisa nyetir mobil donk...itu satu-satunya resolusi tahunh ini yang gagal gue laksanakan nih..

      Yah apapun cara, bahasa dan media.. Gue mau mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan selama 23 tahun terakhir ini sehingga gue berada di jalan yang gue tempuh dan tetep berharap belas kasihnya untuk jalan yang akan gue tempuh

      Gue juga mau ngucapin terimakasih atas dukungan keluarga terutama nyokap atas dukungan kepada gue dalam menjalani hidup ini... Hanya Allah yang bisa memberikan balasan yang setimpal..karena balasan dari sang insan ini pasti tidak akan lebih indah daripada balasan sejati dari Sang Maha Pencipta

      Kayanya tahun ini gue bakal harus nambah mengucapkan terima kasih kepada temen-temen semua dan orang yang berinteraksi sama gue atas perkenalan, ilmu, hikmah dan kesempatan untuk berinteraksi dengan manusia yang lain untuk mengambil manfaat darinya adalah persembahan paling besar bagi seorang insan....

      Ooh ya...Thank’s buat temen2 eks perkotaan dan perdesaan Bappenas, yang membuat perayaan ulang tahun pertama gue setelah 23 tahun...gue baru inget ternyata gue belum pernah ngerayain ulang tahun dalam bentuk foya-foya (pesat ultah anak kecil) atau dalam bentuk yang lebih bermanfaat buat orang lain..dasar orang gak syukur nikmat ya......

      TAPI YANG JELAS MAH...UMUR GUE SEMAKIN BERKURANG....

      Catur Yang Sudah Semakin Tua

      Comments:
      • welcome to 23-club! hehe.. met milad ya tuy.. moga umur lo berkah dan segala cita-cita baik lo dapet kesampaian dan dapet segala yang terbaik dari Allah :) (gue gak ngedoain jodoh, nikah, dsb karena gue ndiri dah cukup jengah dengan kata-kata itu..berhubung kemaren baru dilangkahin ma adek gue :p). maap baru ngucapin, gue juga baru tau lo ultah pas baca posting ini.. berhubung waktu gue ultah jg lo gak tau, kita impas aja yahhh
        Posted by Blogger Novasyurahati @ 7:34 PM
         
      • Asw. Tuy, afwan pisan...
        Elu ulang tahun tho??? Ya udah deh, daripada kagak sama sekali mending telat MET MILAD ke-23!
        Kaya nomornya Jordan nich..
        Btw, gw ngedoainnya lain.. Semoga senantiasa istiqamah di jalanNya!!! Hati2!! Penyakit ALUMNI adalah memiliki "tas pinggang" baru.. Banyak2 OLAHRAGA!! He he
        Posted by Anonymous Agung @ 7:15 PM
         
      Edisi Politik-Refleksi Terhadap Kepemimpinan PKS di Indonesia
      Wednesday, November 23, 2005

      Sebenarrnya gue udah bikin tulisan ini lama....sekitar setahun yang lalu..... Cuma berhubung gue posting baru di awal-awal gue bikiin BLOG..jadi agak kececer di bawah dan mungkin gak kebaca...

      Gue mau re-posting tulisan ini sekaligus dengan menampilkan tulisan dari Syamsudin HAris di kompas hari 24 November 2005 yang ceritanya menagih komitmen PKS..... Membuat tulisan ini bukan berarti gue penyokong ataupun lawan politik dari PKS aja...cuma mau memberikan point fo view aja...kali aja temen-temen gue yang para pendukung, kader dan simpatisan PKS pada mendapatkan sesuatu... Mungkin seharusnya gue bikin tulisan termutakhir tentang perkembangan sosial politik di Indonesia, termasuk soal PKS...tapi belum ada waktu, ide mah banyak... Mungkin dengan mereposting tulisan ini sebagai awal dari edisi politik gue dan meredan sisi-sisi melankolis gue yang keluar via posting2an cinta yang tidak terarah.....
      FYI ada BLOG lucu judulnya PKS watch.... ada tuh di link gue....

      -Catuy (y=R)-

      Partai Keadilan Sejahtera dan Kepemimpinan Politik
      di Indonesia

      Proses demokratisasi yang telah selesai dan membawa Indonesia menuju sebuah kondisi demokrasi yang terkonsolidasi telah membawa banyak perubahan yang positif maupun negatif di dunia politik di negara ini. Kepala negara yang dipilih langsung, anggota dewan dari partai yang merupakan representasi wilayah, anggota DPD yang representasi wilayah paling nyata, metode quick count yang menghebohkan, survei popularitas Capres dan Partai yang controversial, kampanye capres yang lebih merakyat, dan perubahan lain yang signifikan dalam mendukung iklim demokratisasi di Indonesia.

      Salah satu fenomena yang menarik untuk diamati adalah fenomena kepemimpinan di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebuah model figure kepemimpinan yang berbeda dibandingkan dengan yang ditunjukkan oleh Partai politik yang lain yang ada di Indonesia. Sebuah model kepemimpinan dan system organisasi yang menjadi buah bibir dalam beberapa minggu terakhir,yaitu; penolakan untuk menggunakan fasilitas mewah, isyu rangkap jabatan publik dan jabatan partai dan pergantian kepemimpinan yang berjalan tanpa adanya sebuah gejolak politik yang berarti.

      Tiga fenomena diatas merupakan sebuah model kepemimpinan politik baru di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sebuah model manajemen partai politik yang lain dan model kepemimpinan partai.

      Kepemimpinan yang Merakyat
      Fenomena penolakan fasilitas mewah yang dilakukan pemimpin MPR membawa sebuah angin sejuk bagi rakyat Indonesia. Pada masa yang lalu rakyat selalu dipaksa untuk melihat para pejabat, dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah, menggunakan fasilitas mobil terbaru, rumah terbesar, pakaian terrmahal dengan alasan pencegahan tindak korupsi yang dilakukan mereka jika bergaji kecil atau bentuk apresiasi pengabdian mereka.

      Hal tersebut menghasilkan keskeptisan masyarakat dan rakyat Indonesia terhadap para pejabat publik yang haurusnya menjadi pelayan kesejahteraan. Pejabat publik dipandang sebagai posisi mengeruk keuntungan dan sarang korupsi di Indonesia. Penyalahgunaan kekuasaan pejabat termanifestasi dengan penumpukan fasilitas resmi dengan uang negara.

      Pekan ini kita dikejutkan oleh kabar berita penolakan para pimpinan MPR terhadap penggunaan fasilitas mewah, seperti Mobil Sedan Volvo dan fasilitas menginap di kamar termewah di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Keputusan kolektif pimpinan MPR, yang dimotori oleh Hidayat Nur Wahid (mantan Presiden PKS), menimbulkan reaksi yang beragam dari berbagai pihak. Reaksi positif yang menganggap sebagai sebuah paradigma baru dalam politik Indonesia maupun reaksi negatif yang menyatakan sebagai alat kampanye politik para pimpinan MPR.

      Masyarakat telah lama menanti gaya kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Sebagai seorang pemimpin, Umar bin abdul aziz merupakan sosok khalifah yang tidak pernah mau meminta secara berlebihan fasilitas yang diberikan dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

      Tindakan yang dilkakukan oleh pimpinan MPR membawa sebuah angin segar untuk masyarakat. Figur kepemimpinan yang ditunjukkan oleh para pimpinan MPR membuat sebuah model lembaga legislative yang lebih bersih dibandingkan periode yang lalu, yang penuh dengan kisah korupsi dan kasus penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

      Pertanyaan besarnya adalah apakah model kepemimpinan yang merakyat ini akan bertahan dalam periode 2004-2009 dan dapatkah menyebar sampai ke tingkat daerah? Atau ini hanya sebuah reaksi sesaat dalam proses menaikkan bargaining position dan bentuk kampanye politik untuk Pemilu 2009?

      Karena model yang tidak tertransfer ke tingkatan bawah hanya melahirkan etalase politik yang indah semata. Tidak bisa dipungkiri, modal yang dikeluarkan anggota dewan untuk duduk di Senayan terlalu besar untuk tidak dibayar dengan penggunaan fasilitas mewah seperti kendaraan dan perumahan yang mewah. Hal inilah yang seringkali menjadi sebuah pembenaran untuk meminta fasilitas pribadi secara berlebihan.

      Penolakan penggunaan fasilitas mewah memang menjadi sebuah angin sejuk di awal pemerintahan baru.Tetapi pekerjaan besar untuk meneruskan keteladanan ini ke tingkat bawah serta konsistensi dalam bertindak selama 5 tahun ke depan masih menjadi misteri besar.

      Dualisme Jabatan
      Mundurnya Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden PKS telah menjadi topik hangat pembicaraan selama sepekan terakhir. Tradisi PKS untuk tidak merangkap jabatan publik sekaligus jabatan di partai diteruskan oleh Hidayat Nur Wahid. Setelah sebelumnya Nurmahmudi Ismail, Presiden Partai Keadilan pertama, mengundurkan diri setelah ditunjuk menjadi menteri kehutanan pada kabinet Gus Dur.

      Problematika jabatan rangkap telah menjadi sebuah perdebatan yang telah lama di Indonesia. Megawati Sukarnoputri menjabat Ketua Umum PDI-P sekaligus Presiden RI, Amien Rais menjabat Ketua Umum PAN sekaligus ketua MPR, Yusril Ihza Mahendra menjabat Ketua Umum PBB sekaligus menteri Kehakiman, Hamzah Haz menjabat Ketua Umum PPP sekaligus wakil Presiden RI, AkbarTanjung menjabat Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI, dan para pejabat lapis kedua dari berbagai partai yang menjadi pejabat publik seperti menteri dan lain sebagainya dalam waktu bersaamaan.

      Isyu penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan partai dan konflik kepentingan antara kepentingan partai dan kepentingan publik telah menjadi isyu yang sekian lama berkembang. Hal ini menjadi sorotan tajam, karena pada periode yang lalu banyak pejabat publik yang dicurigai menggunakan jabatan publik untuk kepentingan pribadi.

      Regulasi internal PKS telah menggariskan tidak diperbolehkannya kader PKS untuk duduk di jabatan publik sekaligus jabatan structural partai. Model manajemen partai politik model PKS merupakan sebuah model manajemen yang didasari pada keinginan menggunakan politik sebagai alat untuk beribadah, sehingga tindakan yang melanggar kaidah tersebut harus dihindari.

      Tradisi yang dikembangkan oleh PKS diharapkan banyak pihak sebagai sebuah tradisi yang akan diikuti oleh partai politik yang lain. Dualisme jabatan yang berkembang selama ini telah melahirkan ketidak percayaan publik terhadap para pejabat publik yang menduduki kekuasaan. Multiplier effect yang positif terhadap model manajemen PKS kepada partai politik yang lain diharapkan membawa perubahan besar dalam kehidupan politik dan demokrasi di Indonesia.

      Model Suksesi Kepemimpinan PKS

      Mundurnya Hidayat Nur Wahid diikuti oleh pemilihan Tifatul Rum Sembiring sebagai Pjs Presiden PKS. Model suksesi yang nyaris tanpa perselisihan dan konflik internal partai merupakan sesuatu yang khas dari model manajemen PKS.

      PKS yang di deklarasikan oleh para pendiri sebagai partai dakwah, menggunakan model manajemen dan organisasi islam dengan Majelis Syuro sebagai pemegang keputusan tertinggi yang harus diikuti. Majelis syuro berisi orang-orang yang terpilih, berkompeten dan dipercaya untuk mengambil keputusan, sehingga kader-kader PKS percaya terhadap setiap keputusan yang diambil dan melaksanakan dengan patuh.

      Sekilas PKS terlihat sebagai partai eksklusif dan dikendalikan oleh elite. Partai Golkar sebelum reformasi, dengan nama Gokar, memiliki dewan pembina yang eksklusif dan terpilih yang mempunyai wewenang untuk memveto setiap keputusan dan memilih ketua Golkar. Pada waktu itu, dewan pembina Golkar merupakan alat penguasa untuk mengendalikan Golkar agar tidak bertentangan dengan kepentingan rejim berkuasa.

      Model seperti itu berbeda dengan Model manajemen PKS. Dalam hal ini keberadaan Majelis Syuro (MS) dilihat oleh kader PKS sebagai sebuah kewajiban yang harus ada dan bukan dibuat-buat. Sehingga keberadaan MS merupakan hal yang disadari menjadi sebuah realitas dari partai Dakwah.

      Majelis Syuro PKS tidak menjadi sebuah lembaga yang fully-exclusive, dan masih memperhatikan aspirasi dari para kader dan simpatisan PKS. Hal ini terlihat dari proses pemilihan anggota legislative, penentuan sikap pada pemilihan capres yang lalu dan terakhir pada suksesi kepemimpinan PKS.

      Model ini berhasil meredam konflik internal partai yang sering terjadi pada partai-partai politik di Indonesia. Tetapi tidak menjadikan PKS sebagai sebuah partai homogen dengan pemikiran seragam. Perbedaan dalam tataran wacana diperlihatkan oleh elite partai pada penentuan capres yang didukung pada Pilpres putaran 1, tetapi ketika dikeluarkan keputusan maka tidak ada perbedaan dalam tataran eksekusi.

      Hal lain yang dapat dilihat dari fenomena ini, selain model pengambilan keputusan, adalah kesiapan setiap kader untuk menggantikan pemimpin ataupun dipimpin oleh orang lain. Penyiapan kader partai untuk siap memangku segala amanah yang diberikan menjadikan PKS sebagai sebuah partai kader yang dapat dijamin kerberlanjutannya. Ini mengingatkan kita pada ide Hatta mengenai partai politik sebagai arena pengemblengan kader dan bukan alat show force politik semata. Inilah yang membedakan ide Hatta dengan ide Sukarno mengenai manajemen Partai Nasional Indonesia pada era kemerdekaan.

      Model pengambilan keputusan PKS bukan merupakan sebuah model yang dapat diadaptasi oleh setiap partai politik di Indonesia. Model ini menuntut adanya sebuah internalisasi ideologis pada setiap kader, sehingga model ini tidak dimaknai sebagai proses otokrasi partai dan ketidakdemokratisan elite partai.

      Lesson Learned model Kepemimpinan PKS

      Tiga fenomena diatas, yaitu kepemimpinan yang merakyat, dualisme jabatan dan suksesi gaya PKS merupakan sebuah nuansa baru di dunia politik Indonesia. Sebuah nuansa fungsi partai politik bukan hanya sebagai alat untuk menduduki kekuasaan semata.

      Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai sebuah pembelajaran bersama dari tiga fenomena diatas adalah; Pertama, kepemimpinan yang dekat dengan rakyat dan tidak menggunakan fasilitas negara dapat meberikan sentimen positif terhadap lembaga legislatif. Wakil rakyat yang dipilih secara langsung telah memberikan nilai positif terhadap keberadaan lembaga legislative 2004/2009. Dengan peristiwa ini, terlepas dilakukan dengan ikhlas, dapat memberikan sentimen positif teradap lembaga eksekutif.

      Kedua, keteladanan yang ditunjukkan harus disertai dengan konsistensi selama 5 tahun ke depan serta komitmen sampai tingkat bawah untuk meneladani tindakan yang diambil pimpinan DPR. Tanpa hal ini, maka persitiwa ini hanya menjadi sebuah etalase politik semata tanpa diikuti tindakan konkret untuk mewujudkannya.

      Ketiga, Dualisme jabatan publik dan partai politik harus ditiadakan untuk menghindari konflik kepentingan dan meningkatkan akuntabilitas publik. Langkah yang dilakukan elite-elite PKS harus diikuti oleh elite politik yang lain. Tradisi PKS ini merupakan sebuah etika politik yang harus ada untuk mewujudkan sebuah Clean and Good Government di Indonesia.

      Keempat, kaderisasi dalam tubuh partai merupakan kunci dalam menyiapkan kelanjutan dan kelangsungan partai di masa depan sekaligus media internalisasi ideologis partai. Tanpa model kaderisasi yang komprehensif dan ideologis, maka partai berpotensi untuk diisi oleh oportunis dan avonturir politik yang mengejar kekuasaan dan masuk ke partai politik tidak berdasar pada kedekatan ideologis tapi kekuasaan.

      Gebrakan yang dibuat oleh PKS menjadi sebuah prestasi awal PKS di permulaan transisi pemerintahan. Tapi hal ini melahirkan beban besar untuk PKS untuk mempertahankan citra. Ketika PKS gagal untuk mempertahankan citra, maka dapat dipastikan perolehan suara PKS pada 2009 akan jatuh dengan drastic.

      Sekarang adalah saatnya publik untuk melihat, mengamati dan menanti apakah PKS benar-benar menjadi partai yang membawa perubahan di kepemimpinan politik di Indonesia atau hanya menjadi partai yang melakukan gebrakan sesaat tanpa tindak lanjut konkret.

      dibuat pada bulan oktober2004
      ------------------------------------------------------------------------------------------------

      Tulisan Syamsudin Haris, Kompas 24 November 2005

      Menagih Komitmen PKS

      Syamsuddin Haris

      Setahun sudah pemerintahan hasil Pemilu 2004 bekerja. Evaluasi cenderung buruk diberikan kepada pemerintah, dan rapor lebih buruk dihadiahkan bagi kinerja partai-partai dan parlemen, baik di tingkat nasional maupun lokal. Mengapa kinerja Partai Keadilan Sejahtera ternyata sami mawon dengan partai lain?

      Salah satu partai yang diharapkan dapat membawa angin segar dalam kehidupan politik pasca-Pemilu 2004 adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Komitmen partai yang pada Pemilu 1999 bernama Partai Keadilan ini untuk memberantas korupsi dan menegakkan pemerintahan yang bersih berhasil mendorong peningkatan perolehan suaranya secara signifikan.

      PKS (bersama Partai Demokrat) menjadi ”meteor” dalam pemilu lalu sehingga mampu merebut 45 kursi DPR. Di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta dan sejumlah kabupaten/kota, PKS bahkan keluar sebagai pemenang dan mendominasi perolehan kursi DPRD setempat.

      Kini setelah setahun pemerintahan hasil pemilu bekerja, PKS turut ”tenggelam” seperti partai-partai lainnya. Di DPR, misalnya, Fraksi PKS tak memberikan respons apa pun ketika Presiden Yudhoyono mencanangkan delapan langkah pemberantasan korupsi.

      PKS juga tak bersuara ketika turut menerima kenaikan uang tunjangan yang tak lain adalah dana kompensasi BBM sebesar Rp 10 juta. Padahal, pada saat yang sama rakyat miskin yang diwakilinya harus berjuang antara hidup dan mati untuk memperoleh bantuan langsung tunai Rp 100.000 per bulan.

      Di DPRD DKI Jakarta, para wakil rakyat dari PKS, seperti juga dari partai lain, dengan sukacita ”mensyukuri” peningkatan pendapatan anggota DPRD yang diberikan Gubernur Sutiyoso saat beban hidup rakyat kecil kian mencekik leher.

      Ikut terperangkap

      Godaan kekuasaan yang ternyata memang ”nikmat” itu tampaknya telah menutup mata hati para wakil rakyat dari PKS seperti anggota parlemen dari partai-partai lain. Semula, sebagai rakyat, kita berharap PKS dapat menahan godaan itu, sekurang-kurangnya dengan memberikan teladan dalam perilaku politik sehingga menjadi sumber pencerahan bagi para politisi yang lain.

      Komitmen moral PKS untuk menegakkan keadilan dan pemerintahan yang bersih mestinya mampu menjadi pelita yang sedikit demi sedikit menyinari lingkungan kehidupan politik yang kian gelap dan suram. Namun, pengalaman setahun ini cenderung menunjukkan, para politisi PKS ikut terperangkap dalam kegelapan yang sama tanpa berusaha meneranginya.

      Karena itu, agak mengherankan jika PKS tiba-tiba ingin memperoleh jabatan Jaksa Agung padahal hampir tidak ada satu pun kritik mendasar yang diberikan partai ini, baik terhadap kinerja kejaksaan maupun kinerja pemerintahan Yudhoyono selama ini.

      PKS juga menyatakan hendak menarik dukungannya dari kabinet begitu pula wakil partainya, seolah-olah Kabinet Indonesia Bersatu merupakan suatu kabinet koalisi dari partai-partai—suatu pemahaman yang jelas cenderung keliru. Lalu, apa sikap PKS jika tiga orang menterinya memilih mundur dari partai dan mempertahankan posisi mereka di kabinet?

      Selama ini PKS hampir selalu dikecualikan dari potret buruk partai-partai politik kita. Organisasi partainya dipuji, rekrutmen internalnya diberi acungan jempol. Akan tetapi, dengan kinerja PKS yang ternyata sama saja dengan yang lain, barangkali tidak ada akan lagi anomali dalam memberikan penilaian terhadap kinerja partai-partai. Tentu tak ada nilai tambah bagi PKS jika semua hal itu ternyata tidak berdampak positif terhadap kinerja partai.

      Realitas ini sekaligus kian membenarkan sinyalemen, para politisi kita hanya ”vokal” ketika mereka belum memperoleh bagian kue kekuasaan. Namun ketika partai turut menikmati kue kekuasaan, berbagai komitmen dan janji politik pun seolah turut lenyap ditelan bumi.

      Mata hati para politisi kita akhirnya tertutup karena tergadai oleh vested interest pribadi untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Ironisnya, acapkali kendala mekanisme internal parlemen dijadikan ”kambing hitam” oleh para politisi.

      Menarik dukungan

      Apabila kinerja dalam setahun terakhir mencerminkan performance PKS selama empat tahun ke depan, tentu saja sulit bagi partai ini untuk meningkatkan perolehan suaranya pada Pemilu 2009. Para pemilih yang semula bersimpati pada komitmen PKS mungkin akan menarik kembali dukungan mereka jika kinerja wakil-wakil rakyat dari partai ini tidak berubah. Pengalaman buruk PDI Perjuangan yang kehilangan hampir 50 kursinya di DPR dalam pemilu lalu mestinya menjadi pelajaran bagi PKS.

      Para pemimpin partai dan wakil rakyat dari PKS kini diuji, apakah komitmen dan janji-janji politik Pemilu 2004 hanya sekadar untuk memperoleh bagian kue kekuasaan atau memang tulus demi harkat rakyat yang lebih baik. Jika komitmen itu masih ada, mungkin kini momentum yang tepat bagi PKS untuk membuktikannya sebelum sama sekali terlambat. Quo vadis PKS?

      Syamsuddin Haris Ahli Peneliti Utama Ilmu Politik LIPI

      Comments:
      • Wahh.. catuy tlah kembali ke bumi! Dah capek ya main di planet cinta?? Mengenai PKS, saya tetap percaya bahwa partai itu yang paling baik :) Adalah hak orang tuk berpendapat lain.. saling menghargai pendapat adalah bentuk dari kedewasaan suatu bangsa, kan?
        Posted by Blogger Novasyurahati @ 6:40 PM
         
      Theme song of the month
      Tuesday, November 22, 2005

      Dipersembahkan buat yang menikah dan yang berniat menikah untuk bulan syawal... buat yang ngebet nikah juga gak papa

      Ujan Gerimis

      Dinyanyikan oleh Benyamin dan Ida Royani

      Eh ujan gerimis aje..

      Ikan teri diasinin

      Eh jangan menangis aja

      Yang pergi jangan dipikirin

      Eh ujan gerimis aje

      Ikan lele ada kumisnye

      Eh Jangan menangis aje

      Kalo boleh cari gantinya

      Reff :

      Mengapa, ujan gerimis aje

      Pergi kelayar ke tanjung pinang

      Mengapa ade menangis aje

      Kalu emang jodoh ga kemana

      Eh ujan gerimis aje

      Ikan bawal diasinin

      Eh jangan menangis aje

      Bulan syawal mau dikawinin

      Back to reff

      Jalan-jalan ke manado

      Jangan lupa membeli talam

      Kalu niat mencari jodoh

      Cari aja yang item seperti saya

      Comments:
        Soal Kangen...Bukan Soal Cinta
        Sunday, November 20, 2005

        INI BUKAN SOAL CINTA, TAPI KANGEN



        Sepotong pembicaraan hasil pertemuan dengan seorang teman..

        “ Tur, gue kangen nih”

        “Hah…Kangen???? Sama Siape???”

        ” Bukan sama siapa..Sama apa tepatnya...”

        ” Sama apa???”

        ”iya nih gue lagi kangen sama rasa kangen”

        ” hah..kangen sama rasa kangen??”

        ”iya, perasaan gue udah lama deh gak kangen sama sesuatu atau seseorang”

        ” Serius lo..”

        ”Serius”

        ” Hmmmmmm..Kangen Yang Aneh (dengan nada bicara kaya Tora)”


        Tadinya gue berpikir sebuah perbincangan yang aneh... Tapi kemaren gue dapet artikel di majalah Tarbawi yang berbicara mengenai momen ketika orang-orang terdekat kita terasa sangat jauh...
        Yaitu saat kita lebih bermakna ketika kita bersama temen-temen kita dibanding dengan keluarga kita . Di saat kita merasa lebih hidup di saat kita jauh dari orang-orang yang mencintai kita. Di saat kita mungkin kehilangan rasa kangen kita terhadap orang yang peduli sama kita, seperti keluarga dan kerabat.

        Kangen itu pada dasarnya lahir dari perasaan cinta dan sayang. Kangen itu atribut yang datang bersama rasa sayang dan cinta... Sayang dan cinta ini bisa luas loh bisa sama mahluk atau sama Sang Pencipta.... Pokoknya kangen lahir dari sebuah harapan terhadap entitas lain... Harapan untuk bertemu,harapan untuk bertukar cerita, harapan oleh2 dari orang lain (misalnya gue sekarang lagi kangen untuk ditraktir orang)..

        Nah kalo misalnya kaya kasus temen gue ini...itu apa artinya??? Kalo lo udah gak merasakan kangen untuk waktu yang lama..terus artinya apa...Kalo konteksnya ke mahluk, kalo misalnya gak kangen sama keluarga artinya apa ya??? Kalo udah ga kangen sama Saudara, pertanda apa tuh.... Mati hati atau tanda-tanda kegilaan... Misalnya dulu gue suka ditanya begini ” tur kayanya lo jarang balik ke tangerang..emang lo gak kangen”. Gue jawab”Biasa aja deh kayanya”, waduh itu artinya apa ya????

        Mendekatkan diri kembali pada orang-orang yang care sama kita mungkin bisa dibilang adalah salah satu cara menumbuhkan kembali rasa kangen (itu kata majalah Tarbawi)..jadi mungkin kalo ada yang ngalamin kehilangan rasa kangen, segeralah telpon atau SMS orang-orang yang perduli terhadap anda. Biar rasa peduli anda juga muncul kembali...

        Menurut gue kangen tetaplah sebuah indikator dari perasaan cinta dan sayang terhadap entitas lain..jadi kalo kehilangan rasa kangen, waduh siap-siap aja tuh....

        Seperti kerinduan seorang muslim untuk bertemu dengan Dzat Penciptanya di Surga, Kerinduan Ibunya Malin Kundang terhadap anaknya, Kerinduan Prajurit Perang Terhadap keluarganya di Kampung, Kerinduan mahasiswa perantauan sama keluarga atau calon istrinya di kampung, kerinduan anak terhadap ibunya ketika ditinggal kerja dan kerinduan gue terhadap kota Bandung (loh ini apaan??)..

        Jadi berbahagialah kepada orang-orang yang merindu..karena dengan rindulah, harapan akan sebuah pertemuan akan menjadi lebih bermakna...Tanpa ada sebuah kerinduan maka pertemuan hanyalah sebuah rutinitas tanpa makna...

        Jadi Kangen terhadap rasa kangen...... tetap kangen yang aneh, tapi banyak kejadian orang yang kehilangan rasa kangen...

        Waduh kayanya gue juga udah lama nih gak kangen sama sesuatu... Mungkin gue harus mulai SMS banyak orang nih....

        -Catuy (y=R)-

        Comments:
        • bang catuy...please dong.jgn pos ttg cinta lagi...biarpun judulnya "ini bukan soal cinta, tapi kangen"...:p
          Posted by Anonymous lucky @ 11:52 PM
           
        • Ampun bang lucky....... kalo gue lagi gak ada ide...kepikiran yang ditulis ya cinta....
          Posted by Blogger Catuy @ 12:03 AM
           
        • jadi.. yang lo sms siapa aja tuy?? ;)
          Posted by Blogger Novasyurahati @ 6:42 AM
           
        • Itu masalahnya NOV...yang gue SMS, kayanya mah orang-orang yang emang sering gue SMS dan sering ketemu...kayanya gue harus cari korban yang bener-bener udah lama gak ketemu
          Posted by Anonymous catur @ 4:52 PM
           
        • hai catur, iseng kasih komentar. mungkin kalo lo liat gw baru inget kali.hehehe ngarang ya. iya soal cerita kangen bagus juga. boleh buat ngerasain kangen.hehehe bingung kan. sama gw juga bingung
          Posted by Blogger anitarage @ 11:12 AM
           
        The Rebel Melody
        Thursday, November 17, 2005

        RATM ....The Rebel Melody


        Pagi-pagi gue ngoprek file MP-3 di komputer gue...ternyata diantara lagu-lagu Jikustik, Bali Lounge, Tohpati, Michael Buble, Ruhul Jadid, Iziz, OST GIE dan lain sebagainya...ternyata nyempil lagu dari Rage Against the Machine (RATM)...

        RATM ini band yang udah bubar dan bertransfomasi jadi Audioslaves..

        Gue juga jadi inget sama temen gue yang suka juga sama RATM, yang belain-belain gambar di dinding kamar dia pake pinsil salah satu gambar di cover kaset Album RATM yang ke 3....gambarnya kurang lebih sama lah dengan yang ada diatas


        Kalo lagu ini OST dari Matrix..... Liriknya bernafaskan bukan hanya perlawanan, api sekaligu juga Pemberontakan

        Gue gak ada tujuan apa-apa ngeposting ini...cuma mau ngasi tau aja, Bahwa ada juga kok barang amerika yang gue suka yaitu RATM... walau mungkin apabila kurang berkenan, saya mohon maaf

        WAKE UP

        Come on!
        Uggh!

        Come on, although ya try to discredit
        Ya still never edit
        The needle, I'll thread it
        Radically poetic
        Standin' with the fury that they had in '66
        And like E-Double I'm mad
        Still knee-deep in the system's shit
        Hoover, he was a body remover
        I'll give ya a dose
        But it'll never come close
        To the rage built up inside of me
        Fist in the air, in the land of hypocrisy

        Movements come and movements go
        Leaders speak, movements cease
        When their heads are flown
        'Cause all these punks
        Got bullets in their heads
        Departments of police, the judges, the feds
        Networks at work, keepin' people calm
        You know they went after King
        When he spoke out on Vietnam
        He turned the power to the have-nots
        And then came the shot

        Yeah!
        Yeah, back in this...
        Wit' poetry, my mind I flex
        Flip like Wilson, vocals never lackin' dat finesse
        Whadda I got to, whadda I got to do to wake ya up
        To shake ya up, to break the structure up
        'Cause blood still flows in the gutter
        I'm like takin' photos
        Mad boy kicks open the shutter
        Set the groove
        Then stick and move like I was Cassius
        Rep the stutter step
        Then bomb a left upon the fascists
        Yea, the several federal men
        Who pulled schemes on the dream
        And put it to an end
        Ya better beware
        Of retribution with mind war
        20/20 visions and murals with metaphors
        Networks at work, keepin' people calm
        Ya know they murdered X
        And tried to blame it on Islam
        He turned the power to the have-nots
        And then came the shot

        Uggh!
        What was the price on his head?
        What was the price on his head!


        I think I heard a shot
        I think I heard a shot
        I think I heard a shot
        I think I heard a shot
        I think I heard a shot
        I think I heard, I think I heard a shot

        'He may be a real contender for this position should he
        abandon his supposed obediance to white liberal doctrine
        of non-violence...and embrace black nationalism'
        'Through counter-intelligence it should be possible to
        pinpoint potential trouble-makers...And neutralize them,
        neutralize them, neutralize them'

        Wake up! Wake up! Wake up! Wake up!
        Wake up! Wake up! Wake up! Wake up!

        How long? Not long, cause what you reap is what you sow


        Comments:
        • sama!!!!
          love RATM...ga sih, zack nya aja.
          "we're the renegades we're the people
          with our own philosophy
          we change the course of history
          everyday people like you and me..."
          (renegades of funk)
          Posted by Blogger Lucky @ 2:37 AM
           
        • hmm..

          kalo boleh berkomentar ya..

          pertama kali buka blog ini..
          tiba-tiba membaca tulisan 'about me' nya..

          Hanya Manusia biasa dengan mimpi yang besar dan berusaha merealisasikan mimpinya itu....

          hehehe...

          yang bikin tertarik adalah kata manusia biasanya..
          kebetulan sama dengan 'about me' saya..

          nampak tak penting ya commentnya..

          anyway..
          baru baca sedikit blognya..
          menarik..
          hehehe...
          Posted by Blogger Mona Luthfina @ 4:41 AM
           
        • Oi suka RATM juga yach. Pernah liat vidio clipnya yg war within a breath (cmiiw). YAng ceritanya RATM ngacoiin wall street. Di vidio klip itu ada beberapa potongan gambar yang menunjukkan polisi indonesia lagi gebukin demonstran (keliatan dari seragam polisi dan metromini dibelakangnya!).
          Posted by Blogger sawung @ 11:03 AM
           
        • Kalo gue LUK. sukanya sama Zac tapi lebih suka sama Tom Morellonya...Soalnya gue juga suka musiknya juga dan cara dia ngegesek senar bikin efek seolah-olah itu pake mixer...keren man...sayang di audioslaves dia jarang ngeluarin skill itu lagi
          Posted by Blogger Catuy @ 4:49 PM
           
        • Gue udah liat viedo klipnya...gak lebih dari 3 kali deh ngeliatnya...cuma gue gak pernah liat ada polisi INdonesianya wung...mungkin kalo gue beruntung ngeliat video itu diputer gue perhatiin kali ya....
          Posted by Blogger Catuy @ 4:51 PM
           
        Wednesday, November 16, 2005

        Masih Soal Cinta........

        Pagi ini dimulai dengan membuka YM seperti biasa...... Dan ada status temen gue yang tulisannya begini :

        ”Love isn’t a decision. It’s a feeling. If we could decide who we loved, it much simplier; but much less magical”

        TErus gue mikir wah lucu juga nih…berhubung berapa hari belakangan gue lagi terinspirasi sama tulisannya ust Anis di Majalah Tarbawi soal Cinta…jadi aja gue ajak chat…chat singkat gak lebih dari 5 menit, yang intinya begini (diedit untuk keselamatan penulis) :


        sangkuni2004: ooooo jadi cinta itu artinya begitu???

        rinz_the_lady: :)

        rinz_the_lady: lg jatuh cinta ya tur?

        sangkuni2004: enggak.....lagi terinspirasi sama satu artikel di majalah yang ngomongin cinta melulu

        sangkuni2004: lah ririn kenapa tiba-tiba statusnya cinta

        rinz_the_lady: knp ya,ak jg lg coba mahami yg namanya "power of love"

        sangkuni2004: adeu....power of love

        sangkuni2004: jangan kebanyakan di pikir...mending dipahami sambil jalan...tul gak???

        rinz_the_lady: tp bnr loh, kadang2 org, kl ngomongin cinta suka geli sendiri, tp beda kl yg lg merasakan

        sangkuni2004: cinta itu paling enak di omonngin...

        sangkuni2004: kalo udah dirasain..kadang suka ada kegetiran

        rinz_the_lady: nah loch

        rinz_the_lady: sering ngearsain getirnya cinta ya

        sangkuni2004: ups...sori gak kompeten ngomongin cinta.....

        sangkuni2004: lagi gak jatuh cinta soalnya

        sangkuni2004: enggak cuma melihat orang sekitar sering jatuh cinta dan kayanya kok getir banget

        rinz_the_lady: tergantung koq,

        sangkuni2004: gimana???

        rinz_the_lady: tergantung pelakonnya

        sangkuni2004: mungkin gue harus lihat widyawati sama sophan sophian kali ya.....

        sangkuni2004: kebanyakan lihat temen gue pada putus cinta sih

        rinz_the_lady: kl mnrtku sih..

        rinz_the_lady: cinta itu bkn sesuatu yg hrs dipertahankan..

        rinz_the_lady: binun khan?

        sangkuni2004: jadi harus diapain donnkkk

        rinz_the_lady: cinta itu liberal, kl smakin kt ngegenggam smakin lepas dia, seolah kt lg nggenggam air..

        sangkuni2004: hmmmm menarik...

        sangkuni2004: thank's ya buat diskusi paginya

        sangkuni2004: jadi ada ide buat posting di BLOG

        rinz_the_lady: :)

        Nah jadi kira-kira obrolan singkatnya seperti itu, yang menghantarkan gue kembali menulis soal cinta….. Mungkin agak loncat ya isi postingan di BLOG ini, setelah berbicara soal Naiknya BBM, intergritas manusia, Definisi Gila, kok sekarang berbicara soal cinta…biarin aja lah, orang namanya lagi ad aide saying kan kalo dibuang,,,

        Kembali soal cinta, di postingan sebelumnya gue udah mengutip beberapa definisi cinta dari wikipedia, sebuah ensiklopedi maya kalo ada yang belum tahu, terus ada juga teori triangulasi cinta, beberapa istilah cinta di beberapa kebudayan, puisi cintanya Sapardi Djoko Damono sama beberapa nukilan syar’i soal cinta. Tapi belum bisa memberikan pemahaman soal cinta…terus cinta itu apa donk. Apa mesti nonton ilm “Apa Artinya Cinta?”, untuk tahu definisi cinta (temen gue ada yang beneran mau nonton film itu untuk tahu definisi cinta lho). Atau Cinta dalam Film “Love Actually” yang memberikan begitu banyak spectrum cinta yang bisa terjadi pada manusia…..

        Kembali pada chat gue dengan teman gue soal cinta… Kayany persepsi temen gue soal Cinta terinspirasi dari puisinya Gibran dalam bukunya Sang Nabi, yang akan gue kutip di bawah ini :


        ………..
        but not all of your tears.
        When you love you should not say, "God is in my heart," but rather, "I am in the heart of God."
        And think not you can direct the course of love, for love, if it finds you worthy, directs your course.

        Love has no other desire but to fulfill itself.
        But if you love and must needs have desires, let these be your desires:
        To melt and be like a running brook that sings its melody to the night.
        To know the pain of too much tenderness.
        To be wounded by your own understanding of love;
        And to bleed willingly and joyfully.
        To wake at dawn with a winged heart and give thanks for another day of loving;
        To rest at the noon hour and meditate love's ecstasy;
        To return home at eventide with gratitude;
        And then to sleep with a prayer for the beloved in your heart and a song of praise upon your lips.

        Mendefinisikan cinta tidak cukup hanya dari satu dimensi mengenai satu interkasi individu lain dengan individu lain saja. Karena mungkin amat banyak dimensi mengenai cinta yang gue sendiri belum paham.

        Ah…mungkin gue emang kompeten untuk menulis soal Film ama soal-soal materialis lainnya….Kayanya gue gak bisa nulis dan mendefinisikan soal cinta akibat ketidakkompetenan gue soal cinta (maaf saya sedang tidak jatuh cinta).

        Mungkin nanti…….Mungkin nanti…..ketika saya sudah bertemu dengan “cinta” saya, tulisan mengenai cinta akan lebih bermakna dan mengigit….

        Saat ini saya persilakan Ust. Anis Matta yang berbicara soal cinta…Sedangkan saya?? Akan terus menukil pikiran orang untuk berbicara soal cinta....

        Cinta....... Memang kayanya lebih enak untuk diomongin deh.........


        -Catuy (y=R)-

        Sedang Menunggu Sang Cinta yang masih sibuk

        Comments:
        • hehe..emang kadang lucu juga si kalo ngomongin cinta, tapi kita ndiri belum pernah ngerasain. Tapi kalo menurut saya justru yang namanya cinta tidak bisa dajarkan, tidak bisa diomongkan, justru ia harus dirasakan... karena ia memperturutkan hati..hehe ini menurut saya lho...Ok, selamat mencari cintanya!!Semoga lekas berjumpa... =)
          Posted by Anonymous tutee @ 8:05 PM
           
        Belajar dari Layar Perak-(Episode II)
        Tuesday, November 08, 2005


        Dunia Soe Hok Gie…….

        07 November 2005

        Beberapa bulan yang lalu, jumlah orang yang kenal Soe Hok Gie hanya terbatas pada kalangan aktivis mahasiswa dan mantan aktivis mahasiswa, serta beberapa orang yang tertarik dengan pergerakan mahasiswa dan sejarah Indonesia (tapi tentunya anak UI kenal donk dengan Mas Gie ini). Soe Hok Gie dikenal dengan cap sedikit aktivis yang bisa idealis sampai mati. Beliau lekat dengan cap aktivis yang tidak tergoda oleh permainan elite politik yang kental hubungannya dengan gerakan mahasiswa. Catatan harian Gie di bukukan dalam buku “Catatan Harian Demonstran”, buku yang unik tapi emang sih gak selaris Harry Potter atau Da Vinci Code. Tapi hal itu berubah sekarang. Terimakasih kepada mbak Mira Lesmana dan Mas Riri Riza, yang berhasil dengan susah payah membuat film dengan biaya yang extraordinary. Yang pada akhirnya membuat sosok aktivis dari kampus Salemba ini (rada susah nih ngebanggain kampus orang) menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama anak muda. All of the sudden, semua orang membicarakan film Gie, yang dimainkan oleh Nicholas Saputra (kayanya nih film ke 2 dia yang gue bahas di Blog gue). Sekonyong-konyong banyak yang beli buku catatan seorang demonstran, sampe covernya diganti mukanya Nicholas (yang denger2 bikin LP3S sebagai penerbit untung banyak). Semua orang ramai membicarakan flm Gie dan kisah Hidup Gie sebagai seorang sosok aktivis.

        Gie menjadi sosok ikon seorang aktivis mahasiswa bagi generasi muda saat ini. Mau jadi aktivis, jadilah kayak Gie (ini jujur lho, adenya temen gue pengen jadi aktivis gara-gara Gie). Terlepas dari kekurangan yang ada di film itu, harus diakui film “Gie” membawa sebuah perkenalan sebuah nilai idealisme seorang pemuda di kondisi dimana generasi muda saat ini terjebak oleh pemikiran materialis dan individualis yang diciptakan oleh budaya Manusia Indonesia yang pragmatis.

        Arus globalisasi beberapa tahun belakangan telah membawa sebuah nuansa indiviualis dan materialis (gue menghindari penggunaan kata hedonis) dalam kehidupan generasi muda. Generasi abad 21 di landa arus informasi yang deras dari dalam dan luar negeri berbentuk media yang tanpa sebuah landasan yang kuat menggiring kepada sebuah budaya Individualis dan less-communal. Hal ini ditambah dengan budaya materialis, yang terjadi disebagian besar masyarakat Indoensia, dimana keberhasilan atau kegagalan diukur melalui ukuran materiil, seperti uang, jumlah pacar, jenis HP, titel Sarjana, besar IP (tapi bukan prestasi akademis non-kurikuler), waktu lulus dan lain sebagainya. Dua campuran budaya ini menghasilkan sebuah pola pikir dimana manusia didorong untuk mencapai sebuah hal yang bersifat materiil dan kurang memiliki kepekaan terhadap kondisi sekitar. “Tidak masalah besar apabila harga BBM naik, selama IP tetap naik” adalah ungkapan yang pas menggambarkan keapatisan generasi 21.

        Dunia Soe Hok Gie yang digambarkan dalam film “Gie” adalah dunia para aktivis yang merupakan dunia kelompok manusia yang memilih untuk membela kepentingan masyarakat luas sebagai sebuah jalan hidup, dimana idealisme dan integritas adalah modal utama menjalaninya. Dunia tersebut bukan lah dunia praksis, melainan dunia ide. Karena ketika terjebak dalam dunia praksis, maka dunia aktivis hanya menjadi dunia para aktivis Senat Atau BEM yang penuh dengan demo semata.

        Dunia aktivis adalah dunia ide. Dunia dimana para generasi muda bergerak berdasarkan hati nurani untuk mensejajarkan antara idealitas yang dimilikinya dengan realita yang dihadapinya melalui tindakan-tindakan khas anak muda yang kreatif dan eksplosif. Dunia ini tidak terjebak ke dalam metode praksis tertentu yang bersifat sempit, seperti demo saja. Tetapi, menjadi sangat luas ketika merambah spectrum akademis dan kesosial masyarakatan.

        Stigma yang berkembang selama beberapa tahun belakangan adalah aktivis itu ya demonstran…. Stigma yang membuat skeptisme para demonstran terhadap penghuni lab dan skeptisme penghuni lab serta penggemar kegiatan baksos terhadap para demonstran. Saling skeptisme yang akhirnya hanya melahirkan sebuah kondisi yang kontraproduktif dengan cita-cita mensejahterakan kehidupan masyarakat. Kondisi yang membuat tidak terbagunnnya sebuah ide besar mengenai gerakan kemahasiswaan yang utuh dan komprehensif.

        Bergerak di dunia akademis bukanlah sebuah pelarian untuk menjadi seorang mahasiswa yang IP-Oriented dan meninggalkan kegiatan kemahasiswaan. BErgerak di dunia sosial kemasyarakatan bukanlah sebuah alasan untuk mengatakan demonstrasi adalah gerakan tidak kongkrit, politis dan buang-buang waktu. Berdemonstrasi di jalan bukan sebuah jalan keluar dari tanggung jawab akademis dan orang tua. Seorang Individu mahasiswa tidak harus memiliki peran dalam tiga spectrum ini.AKAN TETAPI, Gerakan mahasiswa harus mampu dibangun oleh tiga spectrum ini.

        Buat para anak muda yang menonton film “Gie”, tampaknya diharapkan dapat terintroduksi dengan nilai dan prinsip yang dimaksud diatas, mengenai prinsip, idealitas dan domain-domain dalam perjuangan. Introduksi ini diharapkan dapat memberikan pencerahan baru dibalik serangan nilai-nilai materialis yang menggiring kepada sebuah keapatisan. Belajar pada kepedulian social, persahabatan dan perjuangan,.

        Perkenalan terhadap dunia nilai, integritas dan idealisme melalui film ”Gie” dan bintang Nicholas Saputra membawa gambaran nyata idealisme bagi generasi muda daripada sekedar perkenalan terhadap jargon-jargon luhur yang tidak terbayang. Mudah-mudahan sih bisa membuat kita berpikir ”oo..idealis kaya gitu bentuknya”. Terus kalau udah tau, kenapa emangnya. Mungkin dengan pengenalan tersebut, bangsa ini bisa kembali menemukan nilai-nilai luhurnya kembali. Mungkin juga, bisa memecah keapatisan dan pola pikir materialis yang terjadi di masyarakat Indonesia belakangan ini. Baik yang muda atau yang tua.

        Belajar dari film “Gie”, belajar pada dunia idealisme yang merupakan pada masa sekarang merupakan kemewahan bagi generasi muda, apalagi buat yang udah tua.

        -Catur-

        Comments:
          Belajar dari Layar Perak-(Episode I)


          JANJI JONI…JANJI PALSU

          Dalam dua bulan terakhir ini, gue berkenalan dua orang yang bernama JONI… yang satu dengan lainnya sangat bertentangan. Joni yang pertama adalah pengusaha travel semi-legal, yang berdomisili di Bandara dan tugasnya nganter penumpang yang baru turun dari pesawat di Halim yang mau ke Bandung, Joni yang ini berdasarkan pengalaman nyata tentunya. Joni yang kedua adalah joni si pengantar rol film, dia tugasnya nganter rol film dari satu bioskop ke bioskop yang lain…Nah kalo Joni yang ini adalah Joni yang dimainkan oleh Nicholas Saputra dalam film “Janji Joni®”. Perbedaan antara dua orang ini adalah yang satu fiksi dan yang satu lagi adalah orang beneran. Sedangkan persamaan keduanya adalah dua-duanya tukang nganter, yang sama-sama membutuhkan integritas dan ketepatan waktu dalam menjalankan tugasnya. Tapi ada satu perbedaaan besar dari keduanya selain yang satu adalah tokoh fiksi…Nah ini yang mau gue ceritain…

          Perkenalan dengan Joni yang pertama adalah sekitar 2 bulan yang lalu, ketika Ibu Teti (dosen pembimbing dan Tenaga ahli di kantor gue) berkunjung untuk meeting di kantor gue. Karena diskusi after meeting yang dilanjutkan dengan makan nasi uduk di kantor berlangsung agak lama, maka si Ibu telat mengejar kereta terakhir ke Bandung. Maka travel adalah solusi paling optimal tentunya. Mulailah menelpon beberapa travel yang ternyata kalo gak penuh, berangkatnya malem sekali.. Di saat seperti itu , muncullah nama pak Joni sebagai salah satu rekomendasi. Setelah terjadi kontak, tempat rendezvous disepakati di halte bus yang deket Plaza Semanggi yang kearah Slipi jam 9.30 malam (buat yang gak kebayang karena gak di Jakarta atau gak tau sama sekali, mendingan doa aja). Karena udah malem, tugas mengantarkan jatuh ke gue. Pregio perak berplat nomer D (Plat kota kembang tentunya).

          1 jam menunggu dengan mata awas menuju ke jalan. Tiba-tiba mobil itu lewat, fuih akhirnya….tapi ada yang aneh. Kok mobil itu gak berhenti depan halte ya..Lho kok jalan terus. Gue berpikir mungkin aja mobil itu mau menepi agak ke depan. Mulailah gue berlari kecil untuk mengejar (untung kaki gue lagi pake Sendal Eiger yang handal), tapi kok gak berhenti juga. Mobil itu malah bergerak lebih cepat. Akhirnya gue beneran lari (definisi lari disini adalah melangkahkan kaki dengan cepat). Entah kenapa gue lari sekuat tenaga dan secepat yang gue bisa, tapi kok Pregio itu kaya mainin gue. Pas gue rada jauh dia (seperti) melambat, pas gue berlari kecil ngedeketin mobil dia jalannya dengan cepat. Next thing I know, ternyata gue udah lari sampai Planet Hollywood donk (Semanggi-Planet Holywood itu kalo dibandung kaya BIP-sampe Pizza Hut, kalo di Jogja 1,5 kali Graha Sabha-Bunderan) dan mobil itu ternyata gak berhenti juga.. Ternyata kemudian pak Joni telpon untuk minta maaf dan

          akan megirimkan mobil lagi. Tapi kali ini, sang mobil Inova biru tidak muncul sama sekali… akhirnya kita balik ke rumah masing2 jam 11 malem. Terlepas dari hari itu hari yang buruk buat gue (Karena ditambah situasi gue gak megang duit dan tidak ada satu ATMpun yang nyala), gue belajar satu hal hari itu. Pak Joni yang satu ini ternyata tidak punya cukup integritas untuk memuaskan pelanggannya terutama dalam masalah ketepatan waktu dan akurasi janji…

          Berbeda dengan Joni yang kedua, Joni yang satu ini punya track record bersih dalam mengantarkan rol film dari satu bioskop ke bioskop yang lain. Memang sih itu hanya di film, but that was a damn good movie. Dari banyak plot yang dibuat dari sang sutradara, film itu memberikan pelajaran yang banyak buat yang nonton. Pelajaran utama dari film tersebut adalah bagaimana integritas dan tepat waktu menjadi sebuah Janji bagi si Joni dalam menjalankan tugasnya. Di tengah masyarakat Indonesia yang menganggap waktu sebagai sesuatu yang elastis dan compromisable, maka Joni berusaha membongkar stereotype bahwa orang Indonesia itu tukang ngaret. Eits….agaknya kecepetan ya, kok udah nyaris berbau conclusion..Ok deh gue coba untuk lebih pelan.

          Kita mulai dengan janji Joni terhadap Anjelie untuk nganter film dengan tepat waktu. Sekilas itu seperti sebuah usaha untuk mendapatkan nama seorang wanita cantik yang dikagumi. More than that, janji Joni yang kedua ini (janji yang pertamanya tetap untuk mengantar film tepat waktu) menunjukkan komitmen seseorang dalam mencapai mimpi dan harapannya. Dalam hal ini berkenalan dengan seorang gadis adalah harapan dari joni. Let’s try another context, kita pindahkan konteks gadis cantik di Bioskop dengan mimpi yang lain seperti karir, keluarga, dan lain sebagainya. Saat seseorang telah berhasil melihat mimpi dan harapannya, maka dia akan berkomitmen sekuat apapun untuk melaksanakan mimpinya. Sesuatu yang mungkin melebihi batas kemampuannya. Dan usaha untuk mewujudkan komitmen

          tersebut menjadi sebuah kekuatan bagi seseorang manusia untuk berproses untuk menapai sebuah kondisi dan harapan ideal. Harapan dan komitmen yang membuat manusia tetap hidup dan berproses.

          Tapi apakah dalam usaha untuk mencapai dan memenuhi harapan seorang manusia harus melakukan sekuat apapun dan melupakan nuraninya.. Joni berkata “Karena gue punya Nurani”, pas dia ditanya sama pencopet yang nyopet seorang wanita tentang kenapa dia mau nolongin orang lain kalau dia sendiri lagi di buru waktu dan punya banyak kerjaan. Adegan ini menunjukkan ironi kehidupan metropolitan Jakarta yang indvidualis dan materialis, dimana manusia Indonesia modern melupakan hati nuraninya dalam usaha mencapai keinginannya. Tapi tidak Joni tentunya, selain karena dia tokoh fiktif figur orang Indonesia.

          Di tengah tenggat waktu yang amat sempit, Joni bantuin nyebrang Orang tua yang buta yang udah dilewatin ama dia 2 kali (tindakan yang buat motornya ilang), bantuin cewek yang mau dicopet (yang bikin rol filmnya yang justru dicopet) dan jadi figuran film demi mewujudkan mimpi seorang model TV Comercial untuk jadi bintang besar. Hati nurani memang membedakan kualitas manusia ternyata.. Pernah gak kita lihat orang-orang sekitar kita melakukan cara-cara yang individualis dan materialis untuk mencapai apa yang diinginkan. Gue pernah lihat dan gue gak suka.. Banyak orang yang merasa dunia tidak harus diselamatkan oleh dia kalo di sisi lain dia juga punya tanggung jawab yang lebih besar. Prioritas lebih besar sayangnya ditentukan oleh sebuah parameter materialis dan bukan oleh parameter yang datang dari hati nurani. Kalau kata Orlando Bloom, yang waktu itu main jadi Balian di Kingdom Of Heaven, “Laki-laki macam apa yang tidak ingin menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik”. Singkat tapi dalem banget.

          Mungkin 2 adegan di film Janji Joni dimaksudkan untuk menyadarkan kita bahwa masih ada yang lebih penting dari sebuah sasaran pragmatis dan materialis, yaitu hati nurani. Bisakah kita temukan hati nurani di jalan raya, di kantor-kantor pemerintah, di kantor, di rumah, disekolah, di kampus atau bahkan di masjid. BErbanggalah kalian yang menjadi hati nurani bangsa ini, karena bangsa ini lagi SAKIT… GAGAL HATI NURANI, nama penyakitnya.

          Nah sekarang baru bicara integritas. Integritas seseorang dapat diukur dari banyak hal: kepinteran, status kelas, kebersihan berpakaian, kerapian bekerja dan lain sebagainya. Bagaimana dengan tepat waktu. Joni menggambarkan tepat waktu sebagai sebuah integritas yang harus dimiliki sebagai seorang yang berprofesi pengantar rol film. “Punctuality is the politeness of princes”, itu kata pepatah dari Inggris sono. Ketepatan waktu yang membuat dia bangga menjadi seorang pengantar film, dan mungkin membuat dia bangga menjadi orang Indonesia yang lebih baik dibanding kebanyakan orang Indonesia yang tukang ngaret. Above all, integritas ini menjadi barang langka sekarang. Yang penting gue digaji gede, dibayar cukup baru gue beri integritas yang lo butuhin. Integritas berubah dari sebuah kebanggaan seorang laki-laki jadi komoditas yang diperjual belikan. Menjadi pekerja Negara yang baik karena ngejar pension, bukan dalam kerangka berpartisipasi dalam proses perubahan bangsa. Menjadi pelajar yang baik demi sebuah IP dan status KUMLAUD (sengaja salah), dan melupakan integritas sebagai mahasiswa yang peduli dengan orang lain, bahkan teman (banyak kasus dimana nyontek menjadi barang biasa demi sebuah Nilai bagus). Integritas, berdasarkan apapun itu, bukan sebuah barang komoditas yang dapat diperjual belikan teman… Integritas lahir dari sebuah proses di hati dan pikiran untuk kemudian terekspresikan dalam tindakan. Maka ketika kita menjadikan integritas dan prinsip sebagai komoditas, maka kita tahulah kualitas seorang manusia itu sampai sejauh apa… Joni menunjukkan integritasnya ketika dia sangat merasa sedih pas dia telat beberapa menit nganter film (tapi karena ini di Film, tetep aja dia bisa kenalan sama anjeli). Lesson learned nya mungkin, if we try hard enough with our honest integrity maybe just maybe God will show the way. JAdi gak usah takut miskin lah karena menjunjung integritas.

          Kembali kepada Pak Joni-Travel agent dan Joni-Pengantar film. Gue berdoa mudah-mudahan pak Joni-Travel agent nonton film Janji Joni dan belajar bahwa di lapangan perkerjaan dia Tepat waktu dan akurasi janji adalah sebuah taruhan dan integritas dia dalam melayani customer. Akibat tindakan dia tidak tepat janji, bikin gue lari sampe gue mau muntah (karena gue baru aja selesai makan). Mana ada pelanggan yang mau ngejar kaya gue…

          Yah mungkin Joni Si pengantar film hanyalah tokoh fiksi saja, dimana sutradara sedang memodelkan manusia Indonesia ideal versi dia untuk dijadikan pelajaran buat kita semua. Coba anak muda sekarang kaya Joni (mengingat dia 22, nyaris sama ama gue), mungkin jadi lucu kali ya Kota Jakarta ini. Atau mungkin itu hanyalah sebuah film yang mampu membuat gue tergerak untuk bikin tulisan ini biar orang pada lebih merenungi lingkungan sekitar yang sakit dan mau cape melototin Film “Janji Joni”, lebih dari sekedar film kocak yang dimainin sama Cowok Ganteng.

          Tapi kenapa ya selama di film itu tidak ada teknologi HP, coba kalo Joni punya HP atau berpikir pake wartel..kayanya banyak masalah yang bisa selesai…udah lah, kalo ada HP filmnya kan jadi gak seru (kaya AADC yang juga gak ada HP sampe di akhir)

          -Catuy (y=R)-

          Yang terinspirasi oleh “Janji Joni”

          NB : mungkin yang dibilang sang Penulis Skenario bener, Film memang salah satu anugerah produk kesenian terbesar di budaya manusia yang bisa bikin orang berubah.

          Comments:
            Copyright © 2007 Catur