……. The Other Side Of me
Pernah nonton film butterfly effect yang dimainin sama Aston Kutcher… Inti ceritanya sih ngayal banget, tapi lumayan simple… Ceritanya si Tokoh Yang dimainin sama Aston itu punya kemampuan untuk kembali ke masa lalu dan menyadari bahwa setiap perubahan kecil yang dia lakukan di masa lalu ternyata berdampak pada perubahan jalur hidupnya di masa kini. Film, yang gue bilang lumayan bagus dari sisi ide, Butterfly effect menampilkan fragmen kehidupan sang tokoh dengan berbagai kemungkinan yang mungkin ada bila dia melakukan A, melakukan B, melakukan C. ternyata hasilnya berbeda banget di masa kini. Ada fragmen dimana dia jadi losser, jadi bintang kampus, jadi cowok cacat, bahkan jadi orang gila yang semuanya berawal dari usahanya untuk “mengatur” hubungannya dengan seorang gadis… Kesimpulan akhir dan fragmen yang dia pilih akhirnya adalah tidak berkenalan dengan si gadis pada awalnya ketik berumur 6 tahun (pertemuan pertama dia dengan si gadis). Krena mungkin dengan tidak bertemu akan menghasilkan kekacauan lebih sedikit. Intinya ida menyadari bahwa perkenalan dengan si gadis itulah biang kerok persoalan yang kemudian muncul dalam setiap fragmennya…
Film ini bikin gue ngayal… Seandainya (ini mah seandainya) kalo gue gak lulus bulan juli, gue lagi ngapain ya?? Klo gue gak masuk PL ITB? Kalo gue gak masuk SMUN 2 Tangerang gimana? Kalo gue gak masuk SMP yang gue pilih itu gimana?? Kalo gue tetep tinggal di Jakarta gimana?? Tapi tenang aja pertanyaanny agak bakal berlanjut ke kalao gue gak lahir gimana, gue tidak se nihilisme itu kok..
Tapi bener gak…pernah gak elo ngebayang for instance yang gampang aja deh.. kalo lo gak kuliah di tempat elo yang sekarang sekarang lo lagi dimana… Menjadi lebih sukseskah, menjadi lebih tidak sukseskan, tidak ketemu sama calon istrikah, tidak ketemu sama temen2 yang sekarang tapi ketemu siapa di fragmen yang lain…. Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan, tetapi mengajak untuk berkhayal ke dunia yang lain.. The other side of you………
Kapan sih momen yang menurut anda sangat berpengaruh terhadap hidup anda sekarang… mungkin pertanyaan itu yang perlu dijawab sebelum ngayal (karena ngayal itu butuh konteks waktu dan tempat yang jelas). SMA kah?? SMP kah?? Kuliah kah?? SD kah?? Pemilihan tempat kerjakah?? Ketemu sama calon istrikah. Kalau anda sudah menemukan momen penting itu, coba buat alternative hidup anda… Kira-kira anda bakal jadi apa, ketemu siapa, punya temen berapa, punya cita-cita dan ideology apa, bakal ketemu siapa dan menemui proses seperti apa…..
Kalo bagi gue momen itu adalah masa SMP…. Kalau gue tidak melewati masa SMP yang menurut gue “Gak Penting” , mungkin gue gak seperti ini sekarang. MAsa SMP membuat gue menjadi siswa yang inferior dan “gak penting”(dalam artian kalo gue gak ada kayanya gak ngaruh deh). Ternyata itu sangat membekas dan membuat gue memiliki keinginan yang besar untuk berubah di SMA yang ternyata menjadi tonggak balik hidup gue… Kemudian kalo gue waktu itu memilih sekolah di Jakarta, bisa jadi gue akan tetap inferior di hadapan temen2 yang lain yang notabene anak Jakarta dan temen2 SMP gue….
Coba kalo gue sekolah di Jakarta kira-kira gue bakal jadi apa ya?? Gue bisa gak masuk ITB (yang memegang peranan besar dalam proses gue menjadi manusia saat ini)…, atau gue malah jadi Dokter (as my mother dream it, maaf ya mam menolak jadi dokter), mahasiswa pembelajar (gak tukang demo), koas di RS terkemuka dan lain-lain… atau malah gue gak kuliah, menjadi penganggur, terus buka usaha dan sekarang mungkin udah punya anak… Kira-kira gimana ya????
Perjalanan menuju sebuah fragmen hidup lain terkadang gue jadikan alat sebagai sebuah metode untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT… bahwa ini adalah nikmat yang paling optimal diberikan karena memang terbaik buat gue….. bahwa kata-kata seandainya, kalau saja, coba ya, bisa gak ya, gimana coba adalah kata-kata para pemimpi yang gak pernah bangun dari mimpinya untuk kemudian menarik nafas dan udara di dunia dan berkata “Alhamdulillah”
Kepingan-kepingan momen yang tersusun menjadi sebuah fragmen besara yang anda dan saya sedang jalani adalah sebuah resultan dari momen dan keputusan yang anda ambil. Fenomena Butterfly Effect yang saya kemukakan sebelumnya adalah sebuah penggambaran bahwa dunia dan kehidupannya dibangun berdasarkan momen dan keputusan, tetapi yang paling penting adalah kehendak sang Maha Prima……
Tapi tentu saja ini bukan sebuah mekanisme untuk kufur nimat atau ngayal gak jelas ya... jadi jangan salah mengintrepetasikan tulisan gue ya....
Everything happen for a reason…. Dan alasan itulah yang diketahui hanya oleh sang maha pencipta.
Lalu apa yang harus kita lakukan?? Terus memilih dan berdoa tentunya…
Serangkaian momen yang memproses kita menjadi manusia lebih baik adalah sekumpulan kisah untuk dijadikan sebuah Ibroh (pelajaran-red) buat kita semua….
Selamat Berkhayal…. Tapi jangan kelewatan ya..
Catur











