Wanita-wanita Negara
Tuesday, April 25, 2006

WANITA-WANITA NEGARA

Tulisan ini mungkin tidak valid apabila ditulis oleh seorang laki-laki seperti saya. Apabila mau berbicara soal wanita, karena jelas saya bukan seorang feminis ataupun liberalis. Saya hanya seorang left winger saja kok.....

Tulisan ini terinspirasi oleh dua hal; pertama Perda Anti Pelacuran yang dikeluarkan oleh Pemkot Tangerang. Kedua oleh pengalaman pribadi saya menyusuri jalan-jalan di kota Tangerang di malam hari.. Ya saya memang orang tangerang... I’ve been living in tangerang for almost 20 years.

Sekitar beberapa bulan yang lalu Pemerintah Kota Tangerang mengeluarkan dua buah perda, yaitu perda no 8 tahun 2005 tentang pelacuran dan Perda No 7 tahun 2005 tentang Minuman keras. Dua perda ini dibuat sebagai bentuk nyata Pemerintah Kota Tangerang dalam mencegah tingkat kebobrokan warga kota Tangerang yang sudah semakin parah (mungkin !!!).

Kontroversi seputar regulasi daerah ini telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Semua pakar tiba-tiba menjadi ahli kebijakan public, perundangan bahkan tiba-tiba semua orang menjadi feminis. Di sisi lain terdapat kelompok yang gencar mendukung regulasi daerah ini sebagai bentuk intervensi social dalam menegakkan moralitas kota Tangerang…

Pada awalnya Gue pribadi tidak pernah merasa perlu untuk terlibat dalam perdebatan ini, dengan argumentasi bahwasanya perda ini merupakan usaha positif pemkot Tangerang dalam mencegah hal-hal yang berkonotasi negative di kota tangerang. Sebuah bentuk intervensi Negara dalam mengendalikan moralitas warganya.

Tapi cukup menggelitik juga pada akhirnya untuk ikut berkomentar, ketika pengalaman melalui jalan-jalan di kota TAngerang pada malam Hari memberikan sebuah pemikiran mengenai isu dari Perda ini.. Tentunya tulisan ini diusahakan untuk tetap konstruktif dan tidak bikin sakit hati individu atupun kelompok masyarakat tertentu……(argumen penangkal biar tidak dituduh munafik)

Dalam Bleid Perda No 8 Tahun 2005 terdapat dua hal yang menjadi dasar dari penulisan ini dan menjadi titik focus pembahasan

· Pasal 1 ayat 7 : “Pelacur adalah setiap orang baik pria ataupun wanita yang menjual diri kepada umum untuk melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.

· Pasal 4 ayat 1 “Setiap orang yang sikap atau perilakunya mencurigakan, sehingga menimbulkan suatu anggapan bahwa ia/mereka pelacur dilarang berada di jalan-jalan umum, dilapangan-lapangan, di rumah penginapan, losmen, hotel, asrama, rumah penduduk/kontrakan, warung-warung kopi, tempat hiburan, gedung tempat tontonan, disudut-sudut jalan atau di lorong-lorong jalan atau tempat-tempat lain di Daerah.“

Anggapan 1 : Yang menjual diri adalah wanita atau setengah wanita

Anggapan yang muncul di orang kebanyakan dan di masyarakat bahwasanya kata-kata pelacur identik dengan perempuan yang menjajajkan diri di pinggir jalan atau bisa juga via SMS , teklpon bahkan internet. Tapi ya, anggapan bahwa wanita yang menyebabkan pekerjaan pelacur itu ada. Bahkan seorang laki-laki sampai harus merubah diri menjadi wanita untuk memasuki dunia profesi pelacur. Banyak orang mengatakan bahwa ini sebuah bentuk penghinaan terhadap kaum wanita, bahwa wanita lah yang menjadi bad guy dari hal ini. Tapi kalo kita lihat dari anggapan lain bahwa Laki-laki lah yang penjahat, karena yang mau menggunakan jasa pelacur hanya laki-laki dan bukan perempuan.. Jadi anggapan ini di satu sisi terkesan menuduh wanita sebagai penggoda tapi di sisi lain laki-laki juga dituduh sebagai penjahat yang mengeksploitasi wanita atau laki-laki serupa wanita.

Di pasal di atas disebutkan bahwasanya pelacur itu tercakup juga laki-laki yang menjajakan diri…. Dan ternyata ada pengguna dari kaum wanita dan (sekali lagi) laki-laki. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakah pasal 4(1) dalam Perda 8/2005 dapat menjerat laki-laki sebagai orang yang dicurigai sebagai orang yang menjajakan diri untuk kepentingan seksual????? Bagaimana mekanisme?? Identifikasi laki-laki penjaja diri seperti apa????? Secara kasat mata (tapi tentu saja tidak tersinyalir) jumlah penjaja seks untuk laki-laki itu banyak lho.

Hal ini menjadi sebuah titik krusial untuk konteks diskusi perda ini, sebagai sebuah alat agar perda ini tidak bias gender. Sehingga perda ini dapat berlaku umum dan dapat menindak setiap orang yang benar-benar penjaja diri (bukan hanya dicurigai).

Anggapan 2 : Wanita yang pulang Malam bukan wanita Baik-Baik

Anggapan ini entah datang dari mana. Tapi ini terjadi pada Ibu Lilis Lindawati, istri seorang guru yang sedang hamil muda, yang diciduk oleh aparat pamong praja kota Tangerang karena dicurigai sebagai ”wanita tidak baik-baik”, disebabkan pulang larut malam sepulang kerja.... gue tidak tahu latar belakang dari penagkapan ini: apakah si ibu memang terlihat cantik dan ”ngenclong” di malam dia ditangkap, sehingga dicurigai pelacur. Tapi dia menyatakan, yang diperkuat oleh surat keterangan RT, bahwa dia adalah ”wanita baik-baik” yang sedang pulang kerja,.... hasilnya : sang ibu tetap diadili dan dikenai sanksi denda (FYI : sidang dilakukan terbuka dan disaksikan oleh Walikota Tangerang sebagai momen peringatan HUT Kota Tangerang).Ini pertanda apa??????

Ok, kita lihat bahwasanya pemerintah kota Tangerang sudah berusaha menegakkan peraturan yang dibuatnya. At least penertiban dilakukan, dan media dengan kejam tidak mengungkap orang-orang lain yang di ciduk dan apakah mereka benar pelacur atau bukan...... (agak subjektif tampaknya media kita hari ini..)

Tapi kasus di atas menunjukkan ketergesaan aparat Pemkot (karena yang nangkep itu pamong praja) dalam menegakkan peraturan tanpa disertai mekanisme pemrosesan yang cukup valid untuk memverifikasi apakah seseorang benar-benar seorang pelacur atau bukan. Ini bukan masalah hukuman, tapi citraa yang didapatkan oleh seseorang yang tertangkap. Apakah pemkot bersedia untuk memulihkan nama baik sang tertangkap.

Syahdan, suatu malam (sering sih) gue pulang malem dari arah tangerang menuju rumah dari kantor. Hal ini terjadi kalo pulang dari arah tangerang tepat jam 10 malam. Seringkali satu angkot bersama dengan wanita, kalau Cuma 1 sih tidak masalah tapi kok banyak ya dan semua berbarengan. Selidik punya selidik (nguping lebih tepatnya), ternyata mereka adalah para karyawati yang bekerja di salah satu mall di Tangerang. kArena mallnya baru tutup jam 9, plus beberes toko akhirnya mereka baru pulang tepat jam 10 malam... dan itu ternyata terjadi di setiap mall yang ada... kepulangan jam 10 bagi wanita-wanita perkasa ini adalah sebuah hal yang biasa.

Mungkin ada pandangan sini yang mengatakan ”kok perempuan pulang malam?” atau ”suaminya kok tega membiarkan istrinya pulang malam?” atau ”suaminya kok menyuruh istrinya bekerja sih” atau ada yang berpandangan bahwasanya seorang istri hanya bertugas menjalankan perintah suami sebagaimana di suratkan oleh Agama...

Mudah sekali memang memiliki pikiran-pikiran seperti itu.. tapi sebelum beranjak kepada sebuah penuduhan, kayanya lebih ok apabila kita coba bedah struktur permasalahan maka ada masalah kemiskinan dan lapangan pekerjaan di balik para wanita yang bekerja. Ya ini masalah kesejahteraan aja sih.. sederhana Cuma banyak orang yang tidak mengerti bahwasanya kenaikan harga BBM dan mahalnya pendidikan membuat kaum wanita harus turun tangan untuk membantu penghidupan keluarga.

Jadi gimana??? Anggapan wanita yang pulang malam bukan wanita baik-baik jelas tidak 100% benar...karena (menurut gue) yang satu angkot sama gue itu bukan wanita yang digolongkan pelacur.... so, apa kata dunia kalau para wanita pekerja mall itu ditangkap ketika menunggu angkot karena dicurigai sebagai pelacur.

Fakta-fakta ini melahirkan konsekuensi bahwasanya pemerintah kota tangerang harus memikirkan poin sebagai sebuah isu penting dan krusial sebelum menegakkan Perda 8/2005 tadi. Jangan sampai akibat ketidak mampuan pemerintah dalam memfasilitasi wargannya dalam bidang kesejahteraan dan transportasi publik membuat negara sewenang-wenang dalam menegakkan pemerintah. Ini sama saja dengan menangkap orang nyebrang sembarangan di jalan tetapi tidak menyediakan jembatan penyebrangan... kan itu gila!!!!!!!!!!!!!!!

Secara prinsip sikap saya terkait dengan Perda No 8 tahun 2005 adalah menerima, dikarenakan perda tersebut mungkin merupakan cara paling mudah untuk melakukan sesuatu yangt tidak bisa dilakukan oleh para guru di sekolah atau ustadz dan para pendeta untuk menegakkan moral generasi muda.

Tapi tentu saja ada beberapa PR yang harus di selesaikan oleh Pemerintah Kota Tangerang atau pemerintah daerah lainnya yang ingin menerapkan regulasi seperti itu

1. program pembukaan lapangan kerja yang lebih luas sehingga meminimalisir para wanita yang pulang malam. Lagipula tingkat keamanan kan rendah buat wanita untuk pulang malam.

2. Penyediaan fasilitas publik untuk mengakomodir wanita yang pulang malam dan tidak dibuat mereka dituduh sebagai pelacur , misal Halte khusus menunggu angkot untuk wanita pada malam hari, Kewajiban pengusaha untuk menyediakan mobil jemputan untuk wanita di malam hari, penyediaan bus angkutan oleh pemerintah kota untuk mengangkut wanita pekerja pulang kerja di malam hari....

Untuk mengakhiri tulisan ini, gue Cuma ingin menyatakan bahwa sebuah negara merupakan wadah dan media bagi warganya untuk mendapat perlindungan. Negara ada bukan sebagai sebuah alat untuk merepresi warganya... (ini perdebatan panjang oleh orang2 yang baca bukunya foucault)... Ketika negara hendak memberikan sebuah restriksi kepada warganya, hendaknya Negara juga tidak alpa dalam melaksanakan kewajiban melindungi warganya.. Negara bukanlah sebuah alat dan mekanisme untuk membatasi warganya, akan tetapi hadir untuk memfasilitasi warganya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebuah negara.

Perbedaan paradigma yang digunakan dalam melaksanakan regulasi yang dibuat, jangan sampai mengorbankan kelompok masyarakat tertentu secara sengaja. Penegakkan Perda Kota Tangerang 8/2005 jangan sampai menjadi arena penggelandangan orang –orang yang tidak bersalah atas sebuah nama gengsi..........

-Catur-

NB

Mohon maaf apabila tulisan ini dianggap terlalu vulgar, menyepet atau menghina satu atau dua kelompok tertentu. Karena Tuhan pun mau memaafkan hambanya........

Tapi tulisan ini memang untuk menyindir kok.......

Comments:
  • Wah, apa lagi trend ya pakai moderasi.

    Btw memang mau menyindir siapa?
    Posted by Blogger ikram @ 12:38 AM
     
  • soalnya biar gak ada iklan brur....gue beberapa kali di susupo komen iklan gak penting

    Menyindir siapa ya??????
    Posted by Blogger Catuy @ 2:30 AM
     
  • Gw nasib gw ntar klo pulang lembur..ntar bs2 ditangkep. Bareng pulang sama boss disangka yg ngga2 lagi..bisa gawat tuh
    Posted by Blogger Li@ @ 3:06 AM
     
  • Secara prinsip sikap saya terkait dengan Perda No 8 tahun 2005 adalah menerima, dikarenakan perda tersebut mungkin merupakan cara paling mudah untuk melakukan sesuatu yangt tidak bisa dilakukan oleh para guru di sekolah atau ustadz dan para pendeta untuk menegakkan moral generasi muda. ==============

    cara paling mudah belum tentu menjadi cara paling tepat .. :)

    oh ya .. moderasi ya? semoga hanya untuk hal teknis .. bukan untuk membungkam perbedaan pendapat ... :) .. salam kenal mbak / mas
    Posted by Anonymous johan @ 6:38 AM
     
  • urus saja moral mu..
    urus saja akhlakmu..
    [..aduh selebihnya lupa]
    Itu tuh lagunya si Iwan Fals - manusia setengah dewa, tea...

    Anyhow, urusan beginian mah nggak usah negara yang ikut campur..

    Kok Freeport dan urusan yang kelas wahid malah terbutakan yah?
    Kebijakan yang aneh ... :)
    Posted by Blogger Luigi @ 10:48 AM
     
  • sorri nih baru komen, banyak tugas euy... jadi gw menghidar baca bacaan yg berat2 :D bisa2 otak gw meledak :P

    pulang malam bukan wanita baik2???? Doh, sekarang tahun 2006 kan?
    Gw sering pulang malem, belajar en ngerjain tugas di kampus, malah bbrp kali "nginep" di kampus, pagi2 baru balik heuehuehe... Apakah gw pelacur??? Aneh banget ini... This is our business!!! Kok pemerintah ikut campur soal gini2an sih? Lama2 wanita dikekang nih!!! tidak!!

    Pelacur..pelacur..pelacur.. hmm kenapa banyak pelacur? Ekonomi yg sulit, kan? Banyak juga sih yang jadi pelacur karena "emang mau", tapi gw yakin... kalo kondisi ekonomi indo baik, sedikit yg mau jd pelacur! Gw ragu perda yg satu ini bakal meminimalisir adanya pelacur. Liat aja pelacur2 di Parung, yang tiap tahun di"usir", mereka tetep akan balik dan beroperasi... malah jumlahnya tambah banyak.

    Kalo mo memperbaiki gini2an sih, mending perbaiki ekonomi en pendidikan dulu deh...
    Posted by Blogger amellie @ 11:09 PM
     
  • wah, saya juga suka tuh pulang malem....
    Posted by Blogger wpurtini @ 11:25 PM
     
  • saya mendukung!!! (??)
    hehehe...Alhamdulillah kantor gue nyediain jemputan klo plg jam 10 mlm, soalnya bakal sampe rumah mlm bgt... secara kantor-rmh jauhnya nau'dzubillah...

    btw, salam kenal juga ya...^___^  
  • wah wah wah, bukannye situ yang milih para pejabat tercinta itu?

    =p
    Posted by Anonymous benisuryadi @ 6:42 PM
     
  • bagaimana dengan pelacuran one-lunch-stand?? Oh mungkin yg bikin perda nya kalo berbuat mesum siang hari, klo malem hari keburu ditelpon istri-istrinya suruh pulang cepet, jadi iri makanya perda ini muncul .

    iks
    Posted by Anonymous Anonymous @ 11:38 PM
     
  • nice one. I agree with some of your arguments, but still WRONG bill karena WRONG time.
    Dijadikan dasar untuk menangkap dan mengadili WANITA yang pulang malam tanpa pandang bulu?? Yang nangkap maupun yang memberi instruksi nangkep belum cukup terdidik atau tidak mengerti implikasi yang dapat timbul dan betapa diskriminitif dan penuh prejudice-nya perda ini. Kalau wanita yang pulang malam dibilang mencurigakan, kenapa nggak menerapkan jam malam aja sekalian? sekalian aja larang perempuan untuk bekerja supaya Indonesia semakin tertinggal. Perempuan 50% dari masyarakat, maybe even more! Mau mangkas perkembangan ekonomi, bung?
    Wrong time, sayangnya kesetaraan gender di Indonesia, meski sudah lebih baik dari bbrp negara, masih perlu perjuangan panjang untuk mengubah pemikiran masyarakat pada umumnya, i think u all know that.
    Posted by Blogger C.Q. @ 1:16 AM
     
  • Lia : Makanya jangan suka pulang lembur... kalo gak cepet kawin aja biar dijemput sama suami.. kalo bareng bos,, entar di gosippin lho
    Johan : Sepakat mas cara paling mudah belum tentu paling tepat. salam kenal juga... moderasi biar tidak ada iklan2 tidak penting masuk...saya selalu approve semua kok selama itu comment
    Kang Luigi :nah ntu dia pemerintah kita mas...suka ngurusin semut kagak suka ngrusin gajah
    Amellie : wah itu solusi komprenhensif emang mel... Solusi klasik cuma tidak bisa (atau tidak mau) dikerjakan
    Winy: Gue tau kok win lo suka pulang malem,...
    Nana : nana mendukung siapa?? mendukung tulisan saya atau mendukung siapa.. eh berprasangka baik aja mendukung saya
    Beni : Kagak ben, gue kagak milih mereka... anggoat DPRD yang milih
    Ika : emang ada ya selingkuh siang2, kagak pada kerja apa ya.....paling bos2 doank yang selingkuh siang2. kalo kaya gue mana sempet keluar siang2
    c.q: ya betul wrong time..harusnya ada kebijakan pendahuluan sebelum bikin regulasi seperti itu
    Posted by Anonymous Catuy @ 11:04 PM
     
  • wah,gw dan sebagian besar cewe2 di kantor gw, udah biasa pulang malam-malam, malam banget malah :P Jam 10, Jam 12, bahkan Jam 2 dinihari....hehehe:P Tapi, sejauh ini, gw masih wanita baik2 lho Tuy....:)
    Posted by Blogger vey @ 9:07 PM
     
Cerita Sederhana
Sunday, April 16, 2006
GUE PIKIR CUMA ADA di FELM!!!!!!!!!


Ceritanya sederhana... pengalaman nyata.... gue pernah denger yang kayak beginian cuma di film-film rohani atau buku chicken soup.....
dimulai dari perjalanan gue sama tante gue ke Bandung weekend kemaren.... setelah 2 hari kita di bandung akhirnya kita berangkat ke stasiun KOta Bandung untuk segera beranjak ke Jakarta. Setelah membeli tike KA Argo jam 14.35, karena masih jam 13.35 maka kita putuskan untuk makan siang di salah satu kantin di stasiun..
Setelah memilih tempat duduk dan memesan makanan. gue baru inget gue gak punya duit cash. minta ijin gue ke tante gue untuk mengambil uang di ATM BNI (bukan bermaksud iklan). sebelum gue ke ATM masih sempet ngecek kantong untuk meriksa tiket ada tidak...oo ada lah semuanya...
paska ambil ATM gue memasukkan tanda bukti ke kantong dimana ada tiket di situ.. FYI : kantong celana gue agak besar dan longgar(berhubung celana ini gue beli pada saat gue sadar gue membesar). penyakit celana ini saking longgarnya barang2 suka keluar sendiri dari kantor seperti uang dll.
Anyway, kembali ke kantin dan meneruskan makan dengan tenang.. di tengah-tengah makan ada tukang semir berumur sekitar 15-18an lah menawarkan semir sepatu.. kalo gue gak mungkin di semirin karena gue pke sendal gunung bertali. nah tante gue ini pake sepatu hitam kulit... sebenarnya tante gue gak pernah semir sepatu di stasiun.. cuma karena liat tukang semirnya yang agak memelas, yah akhirnya dia menyemir sepatunya di situ...
Selesai sepatu di semir, tante gue membayar biaya semir.. dia membayar (yang menurut gue) lebih untuk sekedar semir sepatu. si tukang semir sepatu sempet kaget karena gak ada kembalian.. kata tante gue "cuek lah, ku akang we..."
Beranjak lah kita dari restoran untuk masuk ke kereta karena sekarang tinggal 20 menit menuju kebrangkatan kereta. Sebeum berangkat gue cek kantong untuk nyari tiket karena gue gak tau ada di gerbong manag gue akan duduk...
DAMNED!!!!!!!!!!!!!!! dimana tiketnya... kok gak ada di kantong celana.. seinget gue gak pernah naro di tempat lain selain di kantong...coba di tas pinggang gue.. LOH KOK GAK ADA JUGA!!!!... di tas punggung..GAK ADA JUGA!!!!!!!!!.....
Tante gue mulai mencium ketidak beresan....dia nanya "tiketnya ilang ya tur??"... "ehhhhhh , kayanya sih gitu tante" kata gue dengan muka sedikit bersalah..."ya udah coba cari di deket ATM, kalo gak ada ya beli lagi aja" tante gue dengan bijak menengahi.....
Gue lagsung ke ATM sambil ambil duit lagi untuk beli tiket , ternyata gak ada.....ya udah gue ambil duitnya aja deh...
Sampe depan loket....... gue bilang dulu ke tukang jual tiketnya bahwa gue kehilangan tiket.. terus si mbak penjual tiket bertanya" emang tiketnya ilang??? nomer kursinya berapa??". gue jawab aja" saya lupa mbak, cuma saya inget saya beli tiket 13.35"..
Mbak penjual tiket, langsung menunjukkan tiket yang tadi di temuin orang di jalan dan dikembalikan ke tiket.... wah ini ternyata bener2 tiket sayaaaaaaaa.... terus mbaknya bilang " tadi ditemuin sama tukang semir sepatu......"
Pas kita masuk ruang tunggu, kita nyari tukang semir yang nemuin tiket itu.. Pas ketemu ternyata itu tukang semir yang sama dengan yang nyemir sepatu tante gue...
Bagi gue waktu tersa berhenti pada saat liat si tukang semir tersenyum.. yang ada di otak gue cuma " GUE PIKIR YANG BEGINIAN CUMA ADA di FELM!!!!!!!!".......

-Catur-
Comments:
  • abisnya tiketnya ke Bandung ... coba kalau ke Surabaya .. ya saya kantongin ... :)
    Posted by Anonymous tukang_semir @ 12:50 AM
     
  • lu suka jalan sama tante(2) tuy? ahk..gw pikir yang beginian cuma ada di film...

    =p

    bukan si benx kamprink
    Posted by Anonymous benisuryadi @ 5:23 PM
     
  • kayaknya tiket lu "ilang" gara2 ga beliin gw oleh2 dari bdg sih ;p

    lain kali ati2 ya mas catuy..n jangan lupa beli oleh2 dr bdg..;)
    Posted by Blogger Li@ @ 11:51 PM
     
  • tuh kan. di Bandung tuh orangnya baik-baik kan =D
    Posted by Blogger arifin @ 5:10 AM
     
LIBURAN
Sunday, April 09, 2006
BUKAN MAU HIATUS........

CUMA HARUS PERGI SATU MINGGU INI.....

GAK BISA NULIS DALAM 1 MINGGU INI.....

TUNGGU KISAH-KISAH DAN FOTO PERJALANAN KE PULAU CELEBES...........
Comments:
  • ih si catur gmn atuh, blog yg ini udah ada isinya! ada di paling bawah cat, semua ber-episode. :D btw, takut bgt sih dibilang hiatus...  
Tiket WC
Monday, April 03, 2006
TIKET WC……














Pernah masuk bioskop??? Nonton teater??? Naek bus?? Naek KA?? Naek pesawat?? Parkir mobil/motor?? Pasti pernah doonk dapet tiket.. nah kalo masuk WC??? Pernah gak dapet tiket pas mau masuk WC umum, terus tiketnya diundi lagi... pernah kah???

Ini satu pengalaman yang aneh bin ajaib buat gue, atau gue aja kali yang norak dan gak pernah mengalami hal yang satu ini...

Jadi di bandung itu (bagi yang belum/sudah lama gak pergi ke bandung) ada mall yang namanya Bandung Super Mall, atau lebih dikenal dengan nama BSM. Letaknya di jalan Gatot Subroto (GATSU). Mall ini agak unik, Cuma gak relevan gue ceritain sekarang. Pookoknya ini salah satu mall paling besar yang ada di kota Bandung. Waktu gue masi kuliah di Bandung, gue kayanya Cuma pernah 2 kali ke mall ini. Pertama pas tingkat 2 diajak sama senior-senior yang jomblo yang gak punya kerjaan di hari minggu (FYI BSM baru buka pada waktu itu), yang kedua pas jaman ngerjain TA soalnya deket lokasi survey jadi sekalian. Soalnya letaknya jauh banget dari tempat kos gue yang di utara (BSM ada di ujung selatan).

2 minggu yang lalu gue (sekali lagi) terjebak untuk ke BSM dalam rangka kongkow-kongkow... rencananya mau nonton midnight. Sembari menunggu film, gue pergi ke WC (untuk pertama kalinya), karena gue gak pernah ke WC selama sejarah gue ke BSM. Pas mau masuk ke dalam WC sih biasa-biasa aja sebagaimana layaknya WC umum lainnya. Pas keluar dan bayar WC gue dikasih secarik kertas. OK... gue pikir itu sebuah tanda retribusi biasa, ternyata itu Tiket Saudara-saudara... dan itu diundi,........ bayangin lo make WC dapet tiket undian sebagai pengguna WC yang paling beruntung.. WC yang aneh..

akhirnya jadilah malam itu gue berpikir soal tiket WC itu..... pertanyaan pertama gue sih buat apa sih ada tiket WC.. terus pertanyaan kedua gue, kalo misal gue ikut undian kira-kira gue bakal dapet apa ya????

Setelah berpikir-pikir keluar juga analisis gue terhadap dua pertanyaan itu...

Pertama soal kenapa dibuat undian untuk untuk pengguna WC, ada beberapa kemungkinan sebenarnya

  • Biar orang gak kabur kalo abis make WC, jadi pada bayar
  • Mendorong penggunaan WC di dalam mall. Jadi gak pada buang hajat sembarangan seperti di pojok tempat parkir yang gelap atau semak-semak
  • Biar orang lebih senang menggunakan WC di BSM dibanding di tempat lain
  • Biar orang lebih semangat untuk buang hajat ketika mengunjungi BSM
  • Sensus pengguna WC di BSM
  • Kasih semacam mekanisme insentif buat pengguna WC di BSM....

Terus kira-kira kalo menang bakal dapat apa ya??? (soalnya di tiketnya gak ada petunjuk hadiahnya apa.....).. analisis gue ini

  • Dapet voucher penggunaan WC umum di BSM gratis selama satu abad
  • Dapet toilet khusus di BSM yang hanya bisa digunakan oleh pemenang
  • Dapet kartu member WC BSM
  • Dapet toilet dari Emas.........
  • Voucher belanja untuk barang2 yang berkaitan dengan Mandi dan kamar mandi di semua tempat di BSM...
  • Dapet motor (lho apa hubungannya dengan WC?????)

Ya jadi itu analisis gue terhadap tiket undian abis masuk WC....... tapi karena saking menariknya tiket itu sampe gue gak berani merobek dan akhrinya gue gak ikut undian itu.. coba gue ikut kan gue jadi gak usah ngarang2 jawaban kaya diatas....

Tapi ada gak sih WC lain selain di BSM yang ngasi tiket undian???? Baik di dalam atau di luar negeri.... Atau mungkin ada analisis lain terhadap dua pertanyaan gue diatas...bisa sharing gak??? Kali aja ternyata yang gue temui itu biasa aja….

-Catur-

Ayo semangat terus menulis..........

Comments:
  • hahaha baru denger gw tiket WC pake undian :P

    emang aneeehh...
    Posted by Anonymous amellie @ 11:30 PM
     
  • hwakakakaka...
    serius yah??

    ya ampuun.. ga nyangka..
    sekarang orang tamabah kreatif yah!!

    di jakarta ada di mana yah?
    Posted by Blogger Erfi Lorraine @ 12:39 AM
     
  • =))...


    tema tulisan yang aneh

    btw, i'm back too..dengan semangat yang lebih besar untuk mengapresiasi tulisan orang laen..(jadi ke depannya..gw bakal ngikutin jejak catuy..meninggalkan comment di mana-mana..hahaha)
    Posted by Blogger Warastuti @ 1:49 AM
     
  • hehehe, aku pernah kok cat dapet tiket wc, lupa dimana tepatnya, but, langsung kubuang. jadi nggak tau apakah tiket itu diundi atau enggak :)

    yg jelas, kalau toh aku menang undian, aku nggak mau wc dari emas. malah takut ngapa-ngapain, eman-eman gitu loooh (hahaha!). aku maunya cukup dapet tempat khusus yang diperuntukkan hanya dan hanya diriku seorang (cieeehhh), bersihnya bukan bersih a la depkes, tapi bersih ala penyandang OCD (obsessive compulsive disorder), dan boleh nongkrong selama gue mau (nggak bakal ada yang nggedor2 pintu kalo kelamaan melakukan ritual "duduk merenung membuat gunung").

    baidewei, aku udah nggak hiatus lagi cat. udah nulis lagi kok, kali ini dengang keisengan yang sangat tinggi. coba klik ke http://rembulangading.blogspot.com

    no hiatus there, Oom! :)
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 8:35 PM
     
  • hehehe, aku pernah kok dapet tiket WC Cat. Tapi langsung kubuang, jadi nggak tau deh apa ada undian berhadiahnya atau enggak :)

    kalo aku menang undiannya, aku nggak mau dapet hadiah WC emas, malah takut ngapa-ngapain. aku maunya, kalo menang, dapet WC yang diperuntukkan hanya dan hanya untuk diriku (cieehh). bersihnya bukan bersih versi depkes tapi bersih versi penyandang OCD (obsessive compulsive disorder), dan bisa make selama gue mau. jadi nggak bakal ada lagi orang yang nggedor2 pintu karena kitanya kelamaan melakukan ritual "duduk merenung membuat gunung" itu. :)

    baidewei, Cat,
    aku udah bangun dari hiatus kok. coba deh klik ke http://rembulangading.blogspot.com

    you won't see me hiatus there!

    ^-^
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 8:42 PM
     
  • walah aneh tenan! hahaha... baru kali ini deh denger kekeke
    Posted by Blogger nie @ 11:06 AM
     

  • Bayar WC di terminal pernah, di pertokoan (non mall) juga pernah.

    Tapi baru kali ini denger mall menjual tiket masuk WC, seribu perak pula.
    Posted by Blogger MACCHIATO @ 3:49 AM
     
  • mahal bangettt....
    Posted by Anonymous sigit @ 5:35 AM
     
Copyright © 2007 Catur