Kiri-Kanan-Kiri-Kanan-Kiri-Kanan
Monday, July 31, 2006

HOW LEFT ARE YOU??

Kenapa kiri selalu diidentikkan dengan sesuatu yang berbau negative… Sebuah stigma yang lahir dari sebuah pendapat yang kurang jelas.. Mungkin semuanya berawal dari anjuran Rasul untuk memulai segalanya dari kanan :makan pake tangan kanan, kalo wudhu tangan kana dahulu… Yah kalo untuk hal-hal seperti itu sih bisa diterima. Tetapi kemudian timbul pertanyaan?? Kenapa Kiri selalau diidentikkan dengan Bad-Guy?? Dahulu kala di kampus, anak kiri selalu diidentikkan dengan kekumelan, sekuler, atheis malah (dulu saya pernah dituduh Kiri dan Sekuler, padahal ASLI saya waktu itu Sholat). Kadang sebutan itu melebar sampai menjadi isu bahwa anak kiri itu tidak sholat dan tidak percaya tuhan.. BAH!!! Sebuah stigma dan generalisasi yang tidak DEWASA!!!!!!! Ketidak sholatan seseorang mungkin ada pengaruhnya dari ideology yang dianut, tapi apakah ada hak untuk mengeneralisir……Apakah materialis itu kiri ?? (mentang-mentang si Marx ngomongin materialis??)… Dalam dunia sekulerian, seperti US, Kiri pun dianggap kurang OK, dan membahayakan stabilitas bangsa (JFK disinyalir dibunuh oleh CIA karena terlalu “kiri). Kiri bahasa AS itu anti perang, pro-aborsi, komunis, kira-kira kelompok Al-Qaeda disebut apa ya???

Sebutan kiri (untuk sebuah ideologi dan keberpihakan seseorang) sendiri lahir pada jaman Revolusi PRancis. Sedikit ironis dengan penggunaannya pada masa kini, Golongan kiri diidentikkan dengan kaum borjuis pendukung kapitalisme dan pasar bebas. Terminologi ini lahir dari pengaturan tempat duduk di lembaga legislative saat itu dimana kelompok leftist berada di sayap kiri ruangan bersebrangan dengan Rejim Kuno konservatif.. Pertarungan dimenangkan oleh sayap kiri, walau kemudian pada akhirnya mereka berhadapan kembali dengan para Buruh dan pekerja yang menuntut kehidupan yang lebih baik…

Laen lagi kalo di BElanda.. Sebutan kiri lebih diidentikan dengan agama (yang kanan itu Katolik pastinya, the other adalah kiri). Kiri dilambangkan sebagai sesuatu yang mapan dan benar (berhubung yang ngasih sebutan itu orang kanan)...

Di Indonesia lain lagi tentunya, sebutan kiri cenderung identik dengan Komunis atau lebih tepatnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Akibat tragedi 1965, Sebutan ini mendapat cap yang jelek pas jaman orde baru dimana hal-hal yang bebau kekiri-kirian akan langsung mendapat cap subvesif dan dipatikan anda akan segera masuk penjara... Banyak para aktivis yang baru dicurigai kiri sudah masuk penjara pada masa orde baru.. apalagi yang bener-bener berhaluan sosialis seperti Budiman Sudjatmiko dan rekan-rekan PRD misalnya.

Tapi apakah itu sebuah alasan untuk mendiskreditkan hal-hal yang berbau kiri. Apakah itu mungkin lahir dari kebiasaan manusia yang mendahulukan kanan. Misal : makan harus pakai tangan kanan, kalo wudhu bagian kana diutamakan, dll. Tapi OK, itu kan urusan ibadah.. kalo urusan pemikiran apakah kiri itu salah???

Kiri, dalam konteks pemikiran, adalah sebuah pemikiran non-mainstream dimana berbeda dengan pandangan atau stereotipe umum yang ada di konteks waktu dan lokasi tertentu. Itu intrepetasi dan persepsi gue.. konsekuensi dari itu maka kiri seharusnya tidak selalu identik dengan sesuatu yang bersifat sosialis or komunis...

Misal: di sebuah negara yang gemah ripah loh jenawi dimana Sosialis menjadi ideologi negara dan landasan pemerintahan, mana yang disebut kiri kaum sosialis atau demokratis atau kaum sektarian??? Di negara Iran dimana di pimpin oleh kaum Mullah yang agamis, bukankah layak menyebut kelompok-kelompok yang mendengungkan demokrasi sebagai kelompok kiri?? (based on my intrepetation lho.....)

Jadi kiri dalam intrepetasi gue sangat tergantung kepada konteks lokasi dan waktu dimana itu berada. Segala sesuatu yang non-maintsream gue pikir layak untuk dinobatkan sebagai sesuatu berbau kiri...

Tapi kenapa kiri selalu diidentikan dengan gerakan revolusioner?? Apakah identik?? Sebenarnya tidak.. gerakan revolusioner adalah konsekuensi dari sifat pemikiran yang non-maintsream dan minoritas yang biasanya mendapat tekanan dari mayoritas. Jadi biasanya ”what so called” left winger itu memiliki keterbatasan sumber daya untuk menembus dominasi mayoritas. Sedangkan mereka memiliki keinginan untuk menngangkat harkat dan derajat ideologi dan pemikirannya menuju ke tingkatan yang lebih tinggi. Sehinga jalan satu-satunya ya melalui gerakan dan tindakan-tindakan revolusioner yang bertujuan untuk menembus dominasi mayoritas..

Bagaimana dengan negara-negara maju yang sudah mengidentikkan kiri dengan sosialis??? Ah itu kan hanya siapa yang mengklaim duluan.. boleh dunk nolaK stereotipe umum...

Di setiap momen dalam hidup kita pasti ada selalu momen pemberontakan dimana kita menolak kemapanan di sekitar kita. Dimana kita merasa gerah dengan kondisi di sekitar kita. Sehingga membawa kita ke ranah kekiri-kirian

One million question of the day adalah ”HOW LEFT ARE YOU??”

Satu momen…. Satu momen…. (atau mungkin emang anda kiri??)

-Catuy-

Comments:
  • tau ga, kiri itu juga kadang2 bisa jadi seksi loh. kek gue, misalnya, gue slalu beranggapan org yg menggunakan tgn kiri alias kidal, itu seksi.yaa..trgantung muka juga siy..huehueu..


    tp being a left-ist (bukan kidal), itu keren. beda. ga semua yg bener ada di kanan kan?
    Posted by Anonymous superyayi @ 1:32 AM
     
  • menurut Pak Syamsu (Salman), Rasul secara khusus menyuruh menggunakan tangan kiri itu cuma untuk...cebok (maaf). Lain tidak. Jadi gak perlu curiga berlebihan sama yang kiri kayaknya.
    Posted by Blogger Lucky @ 5:31 AM
     
  • lu klo mo ngomongin gua jangan setengah-setengah gitu dong tuy.. gua kan Kidal bin kidil he he he =P

    btw,bwt superyayi.. berarti gue seksi dunks? ho ho =D
    Posted by Blogger arifin @ 6:54 AM
     
  • how left am i?? i think i'm just in the middle! :P
    Posted by Blogger amellie @ 7:39 PM
     
  • kiri lebih banyak diartikan komunis, kanan lebih ke rasis/fasis

    Komunis memang lagi bangkit, sejak AS punya mainan baru: teroris. Amerika Latin sekarang dikuasai komunis; Venezuela, Meksiko, Bolivia, dll

    Di Indonesia juga udah bangkit...coba liat demo, pasti ada bendera bersinergi komunis...

    oh ya mas, mahasiswa juga banyak yg berhaluan politik kiri kok, budiman sujatmiko konon mundur dari PRD karena itu.
    Posted by Anonymous Hedi @ 2:21 PM
     
  • dasar kiri luh tur. Hohoho...
    Posted by Blogger Fendrri @ 1:24 AM
     
  • Saya cuman tidak suka ada segelintir orang kaya yang terus-terus menumpuk duit sementara masih banyak orang miskin yang buat makan susah, mencret-mencret, buta huruf

    kalo hanya gara2 pemikiran itu saya dibilang kiri, saya rela

    http://yoyok.web.id
    Posted by Anonymous Anonymous @ 4:50 AM
     
  • apa yah...???

    hehehehe kalo menurut gw si mungkin ada hubunganya sama malaikat munkar dan nankir..!!!!

    kan kita selalu diajarin kalo amal keburukan kita ditulis sama malaikat yang ada disebelah kiri sedangkan
    amal kebaikan ditulis sama malaikat yang sebelah kanan..

    keyakinan itulah mungkin yang sedikit banyak mempengaruhi pandangan kta..
    Posted by Anonymous rr.liaamelia @ 10:30 PM
     
  • Katanya alm Mangunwijaya : kiri atau kanan itu hanyalah language game ...
    Posted by Anonymous johan @ 12:23 AM
     
  • pokona mah... HIDUP RAKYAT lah!!

    mari naik kereta ekonomi....  
Kekerasan Sebuah Bangsa
Wednesday, July 26, 2006
BUDAYA BANGSA=BUDAYA KEKERASAN (??)

Insiden carok yang terjadi di Madura beberapa hari yang lalu membuat beberapa hari terakhir dihabiskan untuk browsing di mas google untuk menggali informasi mengenai carok dan tetek bengek lainnnya (berita lebih lengkap)
Menurut wikipedia versi
Indonesia, definisi dari Carok merupakan tradisi bertarung satu lawan satu dengan menggunakan senjata (biasanya celurit). Tidak ada peraturan resmi dalam pertarungan ini karena carok merupakan tindakan negatif dan kriminal serta melanggar hukum. Ini merupakan cara suku Madura dalam mempertahankan diri dan menyelesaikan masalah. Kata carok sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti 'bertarung'.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwasanya carok itu merupakan kebudayaan kuno suku Madura untuk menyelesaikan persoalan ataupun perselisihan yang tidak bisa selesai dengan jalan musyawarah.. Aturannya pun banyak; harus satu lawan satu lah, ada wasitnya, kalo ada yang tewas harus dikubur di halaman rumahnya lah, dua keluarga yang bertikai baru bisa berdamai setelah 25 tahun lah, dan lain sebagainya. Penyebabnya pun bisa macem-macem dari rebutan tanah, rebutan lahan bisnis, gosip dukun santet, rebutan istri dan soal rebut merebut lainnya. Apakah kejadian di Pamekasan beberapa hari yang lalu itu termasuk carok?? Ah itu gak penting untuk dibahas kali ini....

Ya... memang gak penting apakah peristiwa yang kemarin itu di sebut carok atau tawuran biasa.. yang lebih penting kenapa rakyat republik ini identik sekali sih dengan budaya kekerasan dan perkelahian.. ada apa di balik semua emosi dan kegusaran (ditambah sedikit ketidaksportifan) dari rakyat Republik ini... Apakah karena kebodohan?? Apakah karena kemiskinan?? Atau jangan-jangan......

Sering kali kita dengar, baca, lihat (di TV) berita kekerasan kommunal ataupun individual. Beberapa hari setelah carok di pamekasan, ada berita mengenai perang saudara antar suku di Papua. Belum lagi ditambah dengan konflik yang terjadi di Sampang, Poso dan Ambon di tahun 1999. Terus kalo ada maling di kampung langsung di bakar (banyak juga lho kaya gini). Masih ditambah lagi long list tawuran antar kampung di Jakarta.. wah banyak bener. Ada lagi tawuran antar sekolah dari SMP-SMA sampe Kuliahan (he..he... pelaku juga nih). Bisa juga ditambah dengan kekerasan struktural oleh aparat kepada warga (kaya gue nih pernah jadi salah satu korbannya)........Pernah nonton sinetron kan?? Sering kan lihat adegan warga mau membakar rumah seseorang yang dianggap jahat, murtad atau gak biasa.???

(Sekali lagi) Dari Wikipedia pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak... Semua perilaku sebuah bangsa atau perorangan merupakan manifestasi dari kebudayaan, ideologi yang ada di sekitar dia dari kecil sampai besar...

Jadi kemudian berpikir apakah kekerasan itu merupakan budaya bangsa kita. Teringat satu manuskrip yang dipaparkan oleh seorang petualang dari negara asing yang datang ke tanah nusantara beratus tahun silam. Dia menggambarkan penduduk nusantara sebagai pernduduk yang tidak memakai baju, sering berkelahi karena alasan sepele, suka bikin keributan secara komunal.. terlepas dari kevalidan manuskrip itu, mungkin perlu di ekspose bahwa itulah citra pertama bangsa asing terhadap penduduk yang tinggal di nusantara ini.

Coba kita cek di tiap suku yang ada di Indonesia, pasti ada budaya kekerasan yang menjadi semacam rule of the game dari kelompok.. ada yang harus berperang biar disebut sebagai lelaki dewasa seperti di Papua dan banyak lagi ragamnya.

Jaman Pelajaran PPKN dan penataran P-4 jaman dahulu kita didoktrinasi bahwa budaya asli bangsa ini adalah musyawarah mufakat, kekeluargaan, gotong royong, dll. Saat ini hal itu semakin banyak dilanggar. Pertanyaannya kemudian apakah kita yang melanggar nilai-nilai kebudayaan kita atau itukah sesungguhnya kita.. apakah itu wajah asli masyarakat Indonesia???

Mungkin banyak yang tidak setuju dengan tulisan gue.. enggak kok kita bangsa yang besar, kita bangsa yang cinta kedamaian.... Benar sekali.. saya sepakat dengan pendapat seperti itu. Cuma kita mungkin harus bebrbesar hati untuk mengakui bahwasanya ada sebagian dari spektrum bangsa yang beragam ini yang menghalalkan kekerasan.....

Ok itu masalah.. terus bagaimana?? Hmmmm bagian ini menjadi sangat sulit karena sangat sulit menembus kebudayaan yang sudah berabad-abad menjadi nilai sebuah kelompok. Cari paling cepet ya modernisasi: bombardir generasi muda dengan pendidikan berkualitas, tingkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan yang mapan. Maka nilai-nilai dan budaya akan berbalik dan mengarah kepada budaya modern dan globalisasi..

tunggu jangan protes dulu. Kan saya bilang paling gampang, bukan paling baik. Konsekuensi dari langkah seperti ini ya jelas, budaya yang lain yang mungin positif mungkin akan tergerus juga jadi budaya instan, kapitalis dan individualis...(eulueh kesannya kumaha kitu???)

Langkah kedua ya adalah dengan mengekspose budaya yang ”kita anggap postif”, seperti budaya musyawarah, dll. Gak semua mesti diselesaikan dengan darah kan...??? tapi tentunya ini juga sulit. Di madura, dimana Islam menjadi agama yang kental di sana pun belum cukup mampu untuk menghilangkan kamus carok dari salah satu solusi memecahkan masalah..

Ya marilah kita merenungi sama-sama.. sudah berapa keraskah kita?? Dan bagaimana kita harus meredamnya..

Saya bukan antropolog apalagi sosiolog... tapi tetep seorang planolog (apaan tuh)

-Catur-

Lampiran

Sumber literatur soal carok

Comments:
  • ada yg bilang penataran P-4 itu pantas diwajibkan lagi...biarpun pesertanya lebih banyak tidur di ruangan.
    Posted by Anonymous Hedi @ 9:18 PM
     
  • hmm.. kalo ga salah kata "amock' itu dari orang Inggris yang pernah menjajah. mereka pernah melihat perkelahian antar warga. Amock ditranslate menjadi "amuk massa"
    Apa itu budaya asli Indonesia?
    Bukan juga...

    Saya melihatnya sebagai penyaluran ekspresi yang tidak normal.
    Budaya kekerasan ada di setiap bangsa dan itu nyata.
    Saluran ekspresinya yang berbeda-beda..
    Di Indonesia, kemuakan akan badut2 politik semakin mengiris-iris hari warga yang tertindas. Pelampiasannya bisa lewat : pertandingan bola (mengacu pada kesaksian salah seorang koordinator the Jak di tv), tawuran massal (seperti carok itu), dll

    Solusinya? Hmm.. Klasik kalau cuma bilang introspeksi diri masing2. Sistem yang ada juga harus mendorong koreksi individu secara bersamaan... Bencana demi bencana layaknya menjadi momen introspeksi
    Posted by Blogger agung @ 11:14 PM
     
  • Peran tokoh agama mestinya bisa dimaksimalkan di sini. Sayang, kadang mereka malah jadi tukang ngomporin ...

    Anti kekerasan memang mestinya jadi nafas hidup. Bukan hanya sekedar verbalisme atau aktivisme ....
    Posted by Anonymous johan @ 8:47 PM
     
  • Jangan lupa kekerasan verbal - itu juga berbahaya, katanya.

    Diusir - nggak diusir bisa berbuntut pada berantem beneran :)
    Posted by Blogger ikram @ 5:51 AM
     
  • Ide yang bagus!

    Tapi saya pribadi kurang setuju dengan cara simplifikasi Anda. Permasalahan tidak terbantu dengan hanya melihat penampakan luarnya saja. Refleksi tidak cukup dengan pertanyaan yang mengarah pada penyudutan.

    Dalam tragedi bentrok masal di Pamekasan, pantas jika headline-headline berita mempertanyakan apakah ini carok atau bukan. Klasifikasi semacam ini akan memberikan jalan terang membaca suatu kasus dalam bagan kebudayaan. Tidak bisa kita berkata "ini hanya nambah-nambahin angka merah ketertinggalan bangsa kita dst" tanpa memandang kasus dalam wilayah kasus tersebut.

    Di Madura, carok mempunyai nilai. Namun tentunya dalam konteks psiko-historiknya sendiri. Bukan mendukung carok, tetapi mempersamakan segala bentuk bentrok masal (-yang hanya mendukung etika emosional itu-) dengan carok, sama saja dengan simplifikasi menganggap semua umat Islam teroris hanya karena melihat gerakan-gerakan perlawanan di Timur Tengah. Pemikiran semacam itu akan menghalangi langkah untuk mengenali suatu kebudayaan secara utuh, memahami problematikanya dan membantu memberikan solusi (atas problem tersebut).

    Kalau kita tidak bisa mengkaji suatu penampakan gejala kebudayaan dengan mendalam, maka cukuplah dengan refleksi yang mencerahkan.

    Demikian. Senang bisa berkunjung ke sini. Salam kenal dan sukses selalu :)
    Posted by Anonymous pangapora @ 4:04 PM
     
Monday, July 17, 2006

POWER OF WATER!!!

“Setengah juta pelanggan PT Palyja (PAM Lyonnaise Jaya) terancam tidak akan mendapatkan air selama musim kemarau ini. Bahkan, perusahaan ini belum bisa memastikan sampai kapan kesulitan pasokan air baku terjadi” (www.tempointeraktif.com)

Warga Jakarta mulai merasakan dampak musim kering. Debit air pasokan dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di kawasan perumahan belakangan ini menurun. Bahkan, air yang keluar berwarna kekuning-kuningan dan berbau. (www.metronews.com)

”Krisis air bersih yang terjadi di tanah air kini mulai dirasakan warga pesisir Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kesulitan air bersih memaksa warga di Kecamatan Kapetakan mengunaka air telaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.” (www.metronews.com)

Data terbaru yang diperoleh dari Departemen Pertanian kemarin menyebutkan, areal tanaman padi yang puso secara nasional telah mencapai 1.600 hektar dari 59.000 hektar tanaman yang mengalami kekeringan. Potensi produksi padi yang hilang secara kasar diperkirakan mencapai 6.400 ton gabah kering giling atau senilai sekitar Rp 12,8 miliar. (www.kompas.com)

Di Lombok, Nusatenggara Barat, misalnya, sumur-sumur mengering, belum lama ini. Kondisi tersebut memaksa warga di Kabupaten Lombok Tengah berusaha keras mendapatkan air bersih. Seperti warga di Desa Prabu dan Penggempur, Kecamatan Pujut harus berjalan hingga lima kilometer menuju sumur yang masih berisi air. Kesulitan memperoleh air bersih sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. (www.liputan6.com)

Musim kemarau beberapa bulan terakhir memberikan dampak yang besar terhadap ketersediaan air di beberapa pelosok nusantara. Di negara yang gemah ripah loh jenawi, ternyata air bisa menjadi barang langka di kawasan perkotaan dan perdesaan. Hal ini menimbulkan kerugian secara materiil dan in materiil bagi umat manusia direpublik ini..

Tapi tulisan ini tidak akan berbicara banyak soal kekeringan yang terjadi saat ini. Beberapa potongan berita diatas Cuma akan menjadi entry point untuk memotret seberapa pentingnya air untuk kehidupan dan bagaimana kekuatannya. Judul diatas bukan mau ngikutin judul bukunya Masaru Emoto yang judulnya Power of Waters. Tulisan ini mencoba mengeksplorasi apa yang bisa dilakukan oleh Air dan efek yang mungkin muncul. tulisan yang senada pernah gue buat dengan judul alam dan manusia , dan waktu itu mas Johan meminta pendapat gue soal air.

OK seperti biasa (kalo kata ipin khas banget deh) kita akan berbicara mengenai serba-serbi air. Air (rumus kimia: H2O) adalah benda tak berwarna, tak berbau dan tak berasa yang diperlukan oleh semua kehidupan di bumi agar mereka dapat bertahan hidup. Air merupakan jaringan kimia yang berada dalam bentuk cair pada tekanan biasa dan pada suhu kamar. Sekitar 3/4 dari permukaan bumi diliputi air. Bahkan 72% dari berat tubuh kita adalah air.... hmmmmmm menarik juga

Fungsi air dapat dibagi menjadi dua fungsi : fungsi domestik dan fungsi communal (referensi dari gue). Fungsi domestik terkait dengan fungsi air sebagai air minum, sebagai keperluan memasak, mencuci dan lainya yang terkait dengan kehidupan pribadi manusia. Sedangkan air sebagai fungsi komunal seperti untuk pengairan sawah, sumber pembangkit tenaga listrik, bahan produksi di industri dan lain-lain. Fungsi domestik dapat mengangkat dirinya menjadi fungsi communal ketika berhubungan dengan masyarakat sekitarnya, seperti penggunaan sumur bersama, MCK umum, tanki air communal dan lain sebagainya.
Penurunan daya dukung dan kerusakan lingkungan menyebabkan kelangkaan sumber air yang bersih dan dapat diminum. Di era 80-an Kekeringan di Afrika menghiasi berbagai media seperti di ethiopia. Saat ini kekeringan bukanlah mutlak milik negara-negara di Afrika. Kekeringan mulai melanda benua amerika, Asia, dan Eropa. Kekeringan disebabkan oleh pemanasan global yang merubah siklus hidrologi di berbagai kawasan. Bahkan pada tahun 2003, Negara Bagian Texas di Amerika sempat mengalami kekeringan air sehingga diibaratkan air seperti layaknya emas.

Hal ini ditambah lagi dengan polusi industri sehingga menyebabkan penurunan kualitas air hingga ke titik tidak layak minum. Pencemaran di sungai-sungai besar di berbagai benua bukan barang baru lagi. Hal ini menjadi masalah karena banyak dari sungai-sungai tersebut merupakan nafas kehidupan warga di negara tersebut. Sebagaimana kita tahu, bahwa peradaban di beberapa benua dibentuk oleh sungai, seperti India, Cina, Persia (irak), Eropa, dll
Jumlah air yang tidak bertambah malah menurun secara kualitas harus berkejaran dengan jumlah penduduk dunia yang makina hari makin berpacu dan bertambah kaya kacang goreng. Dengan logika sederhana bahwa jumlah air di dunia tidak akan bertambah banyak sebagaimana jumlah penduduk bertambah, maka dipastikan ada satu titik dimana jumlah penduduk lebih banyak dari jumlah air yang bisa digunakan (INGAT!!! Air yang bisa digunakan). Konsekuensinya tentu ada kekurangan air di planet ini..

Ok misal kondisi kekeringan seperti sekarang di Indonesia ini terjadi di dunia. Kita pindahkan kondisi saat ini ke kondisi di dunia. Ketika setiap negara di muka bumi ini mengalami kekeringan air...misal orang amerika gitu ya, ternyata mengalami kekeringan air sama seperti orang-orang di ethiopia atau di somalia...

Jadinya gimana??? Air dapat menjadi komoditas yang dapat dijual saudara-saudara.. misal gini, saat ini minyak harganya US$ 70/barel. Nah di masa depan harga air bisa seharga segitu kalo air sudah mencapai titik jenuh dan tidak bisa mencukupi kebutuhan penduduk di dunia. Prinsip ekonomi sederhana, ketika terjadi kelangkaan sumber daya, maka yang terjadi kemudian adalah air bertransformasi menjadi barang ekonomis.. ya sekarang air memang sudah menjadi barang ekonomis di perkotaan, tapi nanti air akan menjadi barang ekonomi yang dihargai seperti minyak bumi.

Jazirah arab jaman baheula, peperangan yang terjadi antar kafilah dan suku banyak disebabkan karena perebutan rute dagang dan perebutan oasis yang notabebene adalah sumber air di pada pasir. Jazirah arab adalah model kecil peperangan yang terjadi diakibatkan keterbatasan sumber daya air yang berkualitas. Pernah nonton MADMAX?? Film itu menceritakan bagaimana air dan bensin menjadi sumber peperangan dan konflik antara geng di bumi pada masa depan... (beda dengan Waterworld dimana isinya film itu aer semua)

Dalam lampiran yang gue taro di bawah, penulis mencoba menggambarkan bahwa pada tahun 2070 negara saling berperang untuk memperebutkan air. Negara-negara adidaya menyerang negara-negara yang kaya dengan sumber daya air untuk direbut sumber daya airnya bahkan untuk dijual ke negara lain. Saat ini Amerika dan konco-konconya menyerang Irak dan Jazirah arab untuk menguasai sumber daya minyak yang berlimpah di negara-negara ityu. Di masa depan perhatian akan dialihkan ke negara-negara tropis penguasa air seperti Brazil, Indonesia (kalimantan lebih tepatnya), Rusia, dan negara-negara dengan kualitas sumber daya air yang tinggi.

Terlalu bombatis??? Mungkin rekan-rekan berpikir saya agak mengada-ngada.. tapi tanpa sadari hal itu sekarang sudah mulai terjadi. Tentunya tidak dengan mengangkat senjata dan roket nuklir.. itu jalan terakhir yang biasa dipilih oleh negara-negara adi kuasa. Yang saat ini terjadi adalah pengambil alihan sumber daya air melalui agenda privatisasi pengelolaan sumber daya air seperti air minum.. Gue sama sekali tidak anti terhadap privatisasi, apalagi apabila hal itu dapat meningkatkan kualitas pelayanan ke maysarakat yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi perlu di waspadai apabila semua sumber daya air dikuasai oleh pihak asing, maka wajar saja dunk apabila keberpihakan swasta bukan kepada rakyat tetapi kepada profit yang akan dihasilkan (FYI : Air minum merupakan salah satu bisnis yang amat menarik dan menguntungkan)

Apabila privatisasi di bidang manajemen pelayanan air minum itu merupakan sebuah cara yang tidak haram apabila output yang ingin dikejar adalah profesionalitas manajemen, peningkatan kualitas air minum dengan tarif yang terjangkau. Yang menjadi salah adalah ketika air dijadikan sebagai sebuah komoditas privat dengan harga yang tidak terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Karena prinsip dari sebuah barang publik adalah tidak tertutupnya akses untuk semua orang untuk mengakses barang tersebut. Dan harga pastinya dapat menutuo akses tersebut

Agak menakutkan ya postingan gue... ya memang begitu..... So, kekeringan di Indonesia hanyalah sebuah indikasi bahwa Bumi ini sudah mulai kekurangan air berkualitas, sehingga air berkualitas merupakan komoditas unggulan yang dapat dijual bahkan menjadi sumber peperangan di masa depan... Jadi berhati-hati lah indonesia. SDA yang melimpah dapat menjadi komoditas unggulan di masa depan, tetapi bisa juga menjadikan negara ini sasaran empuk negara-negara kaya minus air

Ah tur, lo kalo lagi ngayal suka kelewatan....l

-Catuy-

LAMPIRAN

Water in 2070 (imajinasi)

UU 7/2004 tentang SDA

Comments:
  • Asikk.. jadi komentator pertama :p

    Jadi inget kuliah Pengetahuan Lingkungan jaman tingkat satu dulu.. kata Ibu Dosen, kalau dianalogikan, air yang ada di seluruh biosfer bumi ini jumlahnya ribuan galon, sementara yang bisa kita manfaatkan sehari-hari (termasuk permukaan: sungai, danau, laut, emoang, dll; dan air tanah) tu volumenya cuma satu sendok teh... [maap referensinya agak kabur.. maklum, tu kuliah dah lama banget..] Kalau yang satu sendok teh diperebutkan kayak gitu.. hmm.. serem bangett!!!

    Maka dari itu, daripada cuma asik bercuap-cuap aja soal kelangkaan air dsb, kita hemat air sama-sama.. inget pesan 3M nya Aa' Gym aja: Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai sekarang juga!

    Berikut beberapa link yang memuat tips-tips menghemat air:
    http://www.americanwater.com/49ways.htm
    http://www.wateruseitwisely.com/100ways/ne.shtml
    http://www.jakartagreenmonster.com/data/hematair.php

    Let's live sustainably!
    Posted by Anonymous nova @ 7:08 PM
     
  • katanya di Indonesia, privatisasi air adalah syarat yg diajukan oleh World Bank agar dana pinjaman sebesar U$ 500 juta bisa cair ... huhuhuhu ....
    http://www.walhi.or.id/kampanye/air/privatisasi/priv_air/
    Posted by Anonymous johan @ 8:01 PM
     
  • jadi inget film mad max atau water world :(
    Posted by Anonymous Hedi @ 11:11 AM
     
  • Asyikk, ada pencerahan air minum di sini.

    Sy berharap PT PAM suatu hari, bisa memberikan layanan airminum yg sehat dan langsung bisa diminum dari kran spt di sini.

    Kemarau memang tengah melanda dunia, pada jam sebelas malam, suhu diluar masih 34 derajat.
    Posted by Blogger Sisca @ 1:56 PM
     
  • jadi takut nih aku. secara yang namanya make air selalu flamboyan.
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 6:48 PM
     
  • di brisbane sini juga lagi krisis air... pemerintah disini punya semacam level restriction gitu; kalo skarang level restrictionnya 3, which means qta gak boleh nyiram tanaman dgn selang, dsb.
    Posted by Blogger amellie @ 7:08 PM
     
Advetorial Aneh
Monday, July 10, 2006

Dan dukun pun beriklan

Kalo di film-film jaman dulu (bahkan sampai sekarang), dukun digambarkan sebagai sosok seram yang tinggal di hutan atau pegunungan. Jadi kalo pada mau ke dukun, bias any harus menembus gunung atau hutan yang seram dan sampailah ke rumah dukun yang biasanya tinggal di gua atau rumah gedek dengan ornament-ornamen yang spektakuler…

Itu dulu.. sekarang?? Wah di jaman modern seperti saat ini profesi dukun telah masuk ke era globalisasi dan informasi. Sehingga untuk menginformasikan pelayanan yang diberikannya, para dukun pun berlomba-lomba untuk mengiklankan dirinya di media-media cetak skala local bahkan nasional. Hal ini mungkin dilakukan untuk meningkatkan jumlah konsumen demi bersaing dengan para rekan sesama dukun ditambah memasuki era globalisasi sehingga perlu untuk lebih go public. Bahkan tahun lalu majalah Trust merasa perlu untuk menurunkan liputan khusus mengenai profesi perdukunan yang sedang berkembang pesat.

Bagi para penggemar perdukunan, hal ini mungkin akan lebih mendekatkan pelayanan perdukungan kepada mereka.. sama seperti konsep otonomi daerah..

Lain cerita ketika kita berbicara dalam konteks agama. Pengunaan profesi perdukunan dapat digolongkan sebagai perbuatan menyekutukan yang Maha Kuasa....nah gue sebenarnya termasuk orang yang menentang penggunaan profesi perdukunan dalam mencapai tujuan. Karena keberhasilan seseorang itu tergantung pada usaha dan doanya kepada Allah. Jadi media dukun sebagai sebuah bentuk ikhtiar amat sulit diterima dalam logika gue..

Nah fenomena iklan ini dapat mengindikasikan beberapa hal

  1. Pengguna profesi dukun meningkat selama beberapa tahun terakhir
  2. profesi perdukunan telah berkembang amat pesat sehingga membutuhkan iklan untuk menigkatkan persaingan
  3. masyarakat indonesia tidak malu lagi untuk menggunakan profesi dukun..
  4. berdasarkan dua penafsiran gue diatas menunjukkan berarti ada moral hazard di masyarakat kita. Karena profesi dukun lebih banyak dipergunakan

Kalo menurut lo semua ikaln ini menunjukkan apa???? Silahkan berkomentar...

-Catuy-

NB : Gambar di scan dari salah satu media lokal di Jakarta dan diedit habis-habisan

Comments:
  • emg di koran apaan tuh? aku juga pernah liat sih koran yg isinya mistik2 smua, jadi iklannya emg kaya gituan semua..
    itu tampaknya pertanda bahwa pangsa pasar mereka meluas ya.
    Posted by Anonymous anin @ 11:22 PM
     
  • ehm... pertanda apa ya???

    kalo menurut gw si, pertanda kalo orang2 dah pada ga tawakal..!!!pada mikir duniawi semua!!!
    pengen yang serba instant!!! padahal kalo kebanyakan yang instan hidupnya bakal instant hehehehe...
    makanya jangan kebanyakan makan mie instant (loh!!!)
    tapi tetep sampai saat ini gw ga percaya dengan kegiatan perdukunan dan sejenisnya!!! bo ya kalo minta tuh ma yang Maha Kuasa toh....
    Posted by Anonymous rr.liaamelia @ 3:33 AM
     
  • katanya khan di era postmo kayak sekarang ... kecenderungan orang untuk balik lagi ke hal-hal irasional cenderung meningkat ... karena pola pikir rasional kini menyisakan residu parah (pencemaran,dampak-dampak teknologi, kekerasan, militerisme dsb.

    postmo jadi era kebangkita agama-agama besar ... tapi bisa jadi juga ada yg menyusup dan terkatualisasi dalam bentuk klenik ... hehehehe
    Posted by Anonymous johan @ 9:25 PM
     
  • mungkin itu untuk menjemput konsumen...wong peminatnya banyak :p
    Posted by Anonymous Hedi @ 10:12 PM
     
  • hallo cat, pakabar? lama banget ya kamu nggak pernah ngeblog. dasar bapak2 pejabat :D

    dunia perdukunan skrg masuk iklan setelah sekian lama di jaman nenek moyang dikonsumsi secara misterius dan diam-diam. orang yg nggak pernah ke dukun jadi pengen tau. orang yang sering ke dukun jadi punya alternatif.

    ketidakpastian dalam hidup di segala bidang (ekosospolbudhankam) bisa jadi faktornya. juga, masyarakat kita kan lahir dari nenek moyang penganut agama pagan. udah dari jamdul seperti itu. membudaya hingga ke generasi selanjutnya. sekarang makin banjir aja. lewat iklan pula.

    satu aja yang aku perhatiin: iklan2nya nggak pernah ada yang keren. Struktur isinya selalu begitu2 melulu: Dukun ini mengobati anu, dan itu. hasil dijamin. Hubungi bla bla bla.

    penasaran juga pengen liat kayak gimana ya iklan perdukunan kalo digarap a la iklan A Mild. trus ditarok ke iklan tivi. hahaha, nggak kebayang banget gue.
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 2:07 PM
     
  • tuh dukun jual jamu super manjurnya orang Galia gak yah ?
    buat ngusir MNC edan tukang cemar alam

    :p
    Posted by Anonymous yoyok @ 12:14 AM
     
  • sekarang praktek dukun dah ga heran lagi. Dimana2 paranormal, artis2 di infotaiment juga maenannya ki joko bodo dan mama loren :P
    Posted by Anonymous iks @ 1:23 AM
     
  • wah banyak juga yang comment

    Buat anin : ini koran poskota dunkkkkkkk
    buat lia : peertanda orang suka dunia ya?? kayanya mah itu dari dulu orang suka inget dunia aje.. cuma emang sih orang sekarang suka yang instan-instan namanya juga generasi instan...
    Johan : aduh ber posmo-posmo.. i don't think that complicated, but i agree with u
    Hedi : Kok tau konsumennya banyak... salah satu pengguna ya???
    Mba Fitri; Eh ketemu lagi mbak fit!!! gak ah aku dah lumayan aktif. mbak aja jarang berkunjung ke blog aku.. udah aktif lagi nih mbak....
    Iklan digarap profesional.. wah pasti lucu. tpai jangan ah entar banyak yang pake dukun lagi.....
    Yoyok : mungkin pertanyaan bukan hanya mengusir MNC dan perusak alam..tapi bisa gak dukun meloloskan kita ke piala dunia
    iks : lo mau tertarik jadi mama ika.. buat nyaingin mama loren ka...
    Posted by Blogger Catuy @ 1:02 AM
     
Maaf tulisan ini agak personal
Thursday, July 06, 2006

“GUE SEDANG MUAK DENGAN KEJAWAAN GUE”

Gue adalah orang Jawa tulen (jawa mengacu pada suku)… Bapak Jawa asli, ibu juga jawa.. bahkan kakak-kakak gue pun menikah dengan orang jawa (or at least berasal dari Pulau Jawa). Apakah ini sebuah privilige??? Menurut gue biasa aja... Karena menjadi orang jawa hanya masalah kita dilahirkan sama orangtua yang berasal dari mana saja. Sama posisinya ketika kita dilahirkan di Indonesia bukan di Amerika (pertanyaan masa kecil gue) atau kenapa kita dilahirkan di Jakarta bukan di Batam, kenapa kita sekolah di Bandung bukan di bandung. Jadi itu hanya takdir yang diberikan oleh Sang MAHA Prima kepada mahluk-mahluknnya. Tidak ada hak istimewa yang mengikutinya.

OK presiden kita memang selalu berasal dari Jawa, kecuali Habibie (FYI: SBY satu kampung lho sama gue.. penting ya???)... tapi gue melihatnya hanya masalah kesempatan dan tidak ada hubungan dengan suku. Pulau jawa dari dulu memang menjadi pusat aktivitas, ekonomi dan ekonomi. Jadi wajar saja orang yang merintis di Pulau Jawa pada akhirnya berhasil menjadi pemimpin bahkan Presiden, terlepas dari dia itu orang dari suku jawa, sunda, batak, bugis, minang, dll. Apakah ada korelasi antara jabatan presiden dengan suku Jawa, ah itu hanya masalah kesempatan saja...

Back to the topic.. gue selalu merasa nyaman dengan keberadaan gue sebagai orang jawa. Malah seperti layaknya orang Indonesia lainnya, gue merasa bangga menjadi Orang jawa… Tapi untungnya kebanggan itu tidak pernah berkembang menjadi sikap chauvinis dan primordial tentunya…hanya sebuah kenyamanan lah dan bukan untuk di sombongkan… Jadi inget di masa-masa kuliah, sering terjadi cela-celaan antar temen kuliah yang bersifat agak rasis dan kesukuan.. biasanya beputar-putar antara suku sunda, jawa dan batak (karena di kampus gue 3 suku ini yang dominan). Cela-celaan bisa dari yang halus sampai yang kasar. Tapi karena mungkin kerangka besarnya demi menghangatkan pembicaraan, maka tidak pernah sampai terjadi darah yang tumpah..

Jadi jelas lah gue tidak pernah terganggu dengan kejawaan gue dan gue juga gak pernah membuat orang risih dengan kejawaan gue.. sekali lagi gue katakan bahwa gue merasa nyaman dengan kejawaan gue. Walaupun sekarang sudah memasuki era globalisasi, (yang katanya) dimana identitas primordial menjadi semakin tipis dan orang menyebut dirinya sebagai orang dunia… tapi gak juga tuh.. di tengah arus deras informasi gue tetap menunjukkan identittas gue sebagai orang jawa. Karena gue percaya ada beberapa nilai-nilai filosofis yang bisa gue terapkan dan disandingkan dengan ideologi konservatif-demokrat-kiri gue (bikin-bikin istilah baru nih)…

Tapi tidak hari ini kawan-kawan.. tidak minggu ini…. Tidak saat ini… Saat ini gue sedang benci dengan Kejawaan gue, gue sedang muak dengan prinsip-prinsip dari suku gue.. gue sedang pengen berteriak ke semua orang “ GUE SUDAH CUKUP DENGAN KEJAWAAN!!!!!!!!”

Gue tahu ada beberapa nilai-nilai jadul dari suku Jawa yang bersinggungan dengan gue.. seperti feodalisme ataupun ritual-ritual yang menurur gue aneh dan tidak penting untuk dilakukan tetapi tetap dilakukan oleh sebagian orang Jawa, kaya : mandiin keris, ritual procedural pas acara nikahan, dll. Ya yang kayak gitu-gitu deh.. gue tahu itu gak sesuai banget dengan prinsip-prinsip gue mengenai kesederhanaan dan jalan gue dalam menjalankan agama gue (untuk yang ini gue emang rada konservatif).. tapi gue gak pernah pikirin, karena merasa tidak mungkin ketemu yang kayak gitu…

Tapi saat ini saudara-saudara , saya harus meghadapi kenyataan bahwasanya hal-hal seperti itu masih eksis di dunia ini.. dan ternyata pada beberapa orang hal itu sangat penting untuk dilaksanakan dan masih berlangsung di sekitar kita. Ah masa sih??? BENERAN!!! Masa gue bohong sih… itu ada di sekitar kita dan yang jelas gue pernah lihat itu terjadi di depan mata gue..

Yah gue cukup shock juga menghadapinya ternyata paradigma prosedural dan birokratis dan sedikit mistis yang tradisional membentangkan tembok antara gue dan kenyataan....

Jadi saudara – saudara.. saat ini gue harus dengan berani menyatakan

“ GUE SEDANG MUAK DENGAN KEJAWAAN GUE”

-Elkana Catur Hardiansah –

(nama gue gak keliatan Jawanya ya???)

NB : mudah-mudahan hal ini tidak berlangsung lama. Jadi gue bisa kembali nyaman menjadi orang Jawa

Comments:
  • hidup alm. pramoedya! (loooh!) hehehe ...
    Posted by Anonymous johan @ 8:49 PM
     
  • tp klo sama javanese girl ga muak khan...hehehe;p
    Posted by Anonymous Pinkie @ 2:00 AM
     
  • iya tuh,,, masih bingung ama beberapa adat yang dari dulu dimiliki bangsa ini,,, yang merupakan budaya dan kekayaan Indonesia,,,tapi ternyata rada bertentangan sama ajaran agama,,,
    Posted by Blogger Erfi Lorraine @ 2:27 AM
     
  • Tuy.. gak jelas, yang bikin lo muak sebenernya apanya?? kok gak diceritain lebih jauh tentang itu??
    Posted by Blogger Novasyurahati @ 2:30 AM
     
  • well... sama lah... kdg gw jg begitu kok.. walopun gw bukan org betawi tulen heuehe.. (krn bokap bugis) tapi part of me masih pengen melestarikan budaya2/adat2 betawi.. yah yg positif2 aja.. yg negatif daku tinggalkan..
    Posted by Anonymous amellie @ 4:52 AM
     
  • ini pasti urusan cewe kan...udah ajak kawin lari aja....

    *lagi sok tau*
    Posted by Anonymous hedi @ 11:25 AM
     
  • Aku orang Jawa juga (Pujakesuma=Putra Jawa Keluyuran di Sumatera), Bpk Ngawi, Ibu juga Ngawi, nenek juga halah.... Dan pernah merasakan hal yang sama dengan hal yang tersebut di atas.

    Makanya bojoku orang Minang. Pamanku orang Sunda. PakDeku orang Batak. Temenku orang Ocu (Kampar).
    Dan aku menikmati keIndonesiaanku
    Posted by Blogger sunardi @ 4:06 AM
     
  • mau klarifikasi dulu ah......

    buat mas johan : wah sampeyan juga langganan majalah tempo ya....??? tapi tulisan ini tidak terinspirasi oleh itu kok... cuma kebetulan aja barengan..
    pinkie : ah jawa, sunda, minang, bugis, dll semua sama aja, yang penting sholeh (CIEHHHHHHH)
    erfi : itulah pilihan nya fi.. apakah hanya menjadikan adat sebagai formalitas saja.. atau menjadi pengkultusan...
    Nova: memang sengaja gak dielaborasi nov.. takut banyak yang tersinggung
    amelie: kadang susah bedain yang negatif ama postifi.. itu butuh prinsip. dan kadang itu menyakiti orang lain.. cuma bagus kalo lo udha punya prinsip
    Mas Hedi : waduh sok tahu nih mas hedi... saya gak mau kawin lari mas, capekkkkkkkk!!!!! mending kawin duduk aja..kalo lari-lari entar pingsan lagi
    Sunardi : yah sama saya menikmati keindonesiaan saya...
    Posted by Blogger Catuy @ 6:51 PM
     
  • walo sebenarnya gw ga ngerti jg apa yg lu muak dari kejawaan elu ya tuy..tapi lu harus terima kenyataan bahwa suku jawa menjadi suku mayoritas di indonesia. 40% dari penddk indoensia adalah orang jawa, jadi ada 40% orang diindonesia pake bahasa jawa, mgkn harusnya bahasa jawa jadi bahasa nasional aja gw rasa hehehe.

    kalo soal kebiasaan2 yg bertentangan dgn agama lalu dijadiin keharusan, kayaknya itu bukan cuma di jawa aja..hampir disemua tradisi masyarakat jg ada gw rasa. Balik lagi ke perspektif masing2, take it or leave it mereunan yah.

    gw justru ga setuju dgn statement elu yg mengatakan bahwa di era globalisasi, prinsip2 primordial kesukuan sudah menipis. Justru yg gw tau ke-rasis-me an diindonesia sama aja kaya dulu, malah sekarang ditambah ke-agama-an.

    Elu orang mana dan elu beragama apa, akan menentukan seperti apa orang akan bersikap terhadap elu.

    sorry kepanjangan..btw nice post..hehehe
    Posted by Blogger ayuanggraini @ 11:14 PM
     
  • Di era globalisasi yang deras ini dibutuhkan suatu identitas dan jati diri lokal yang jelas untuk bisa bertahan. Hanya nilai dan tata kearifan lokallah yang mampu dijadikan sandaran prinsip. Jawa telah berkembang tidak saja pada tataran budaya namun telah menjadi satu peradaban yang eksis. Indonesia bisa tetap berdiri jika dan hanya jika Jawa eksis, Sunda eksis, batak eksis, Bali dan suku lain eksis....Itulah pluralisme sejati, biarkan kambing tetap menjadi kambing, sapi tetap sapi...satu sama lain saling melengkapi.
    Posted by Anonymous anang @ 10:10 PM
     
  • catur itu nama yg jawa sekali. artinya anak no 4 bukan?

    saya cmn 1/4 jawa.hehehe..ga penting :p
    Posted by Blogger syl'v @ 2:03 AM
     
Kisah Perjalanan Nusantara (3)
Tuesday, July 04, 2006
Sesuatu Dari Gorontalo

Ini catatan perjalanan yang tertinggal ketika gue ke Gorontalo sekitar 3 bulan yang lalu. Perjalanan ini dilakukan dalam rangka supervisi project yang dilaksanakan oleh salah satu Departemen.

Perjalanan ke Gorontalo di mulai dengan naik pesawat jam ½ 6 pagi. It’s mean gue dari rumah jam ½ 4 pagi bo!!!!! Dengan mata terkantuk-kantuk gue mulai menapaki jalan-jalan di komplek perumahan untuk mencari taksi ke bandara... ini Hal yang paling benci kalo gue harus ke luar kota pagi buta... DINGIN dan MENGANTUK!!!!!(plus lapar tentunya)...

Perjalanan 3 jam ke gorontalo via makasar sebenernya biasa saja, kalo tidak ada kekaclutan dari maskapai yang gue naiki (rahasia, pookoknya identik dengan singa).. jadi gini men, pas di makasar pesawat itu kan transit. Berhubung hujan, gue rada males untuk turun dari pesawat.. maka gue meneruskan untuk tidur di pesawat.. Cuma kok pesawat gue gak naek2 ya.???padahal katanya Cuma 30 menit... tiba-tiba ada awak pesawat yang bilang pesawat akan di delay kurang lebih 1 jam... damned!!!! Ok gak papa lah, gue juga lapar kok... dibawah guyuran hujan yang lebat dengan bus bandara. Kita menuju terminal di dalam bandar.. ah makan dulu ah (itu pikiran gue). Mumpung belum sarapan nih... wah ada KFC nih... FYI di bandara makasar ada KFC di depannya (tips buat yang mendarat ke sana n cari makan cepet... antri lah gue memesan makanan.. PAS TEPATTT gue di depan kasir , tiba-tiba ada suara manis berkoar ”perhatian-perhatian..penumpang pesawat ke Gorontalo, pesawat akan segera diberangkatkan harap segera naik pesawat”. ARGHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!! PANIK!!!!!!!!

Bingung, antara lapar dan panik..... akhirnya gue memutuskan membelik paket paling cepettttt yang bisa disajikan... segera membayar dan brlari ke boarding room... fiuhhhh untung bisa masuk bus.. kalo gak gue harus melewati hujan nan deras di landasan kalo mau kepesawat.. ternyata denger dari penumpang yang lain banyak cerita lebih parah.. ada yang udah pesen kopi, belum dateng kopinya udah mau berangkat pesawatnya.. ada yang udah mesen makanan, baru makan berapa sendok udah dipanggil.. ya at least gue cukup cerdas untuk memesan makanan untuk dibawa...

Kayanya gue gak perlu merinci day to day aktivitas gue di Gorontalo.. Karena memang kalo terlalu detil jadi kurang menarik tulisan ini… Secara garis besar kerjaan gue di Gorontalo itu : Hunting, Makan (teuteuppppp), observasi lapangan, dan rapat.... ya bagian teakhir emang rada garing sihhhhh...

Hasil foto-foto ini adalah hasil hunting gue selama 3 hari di gorontalo bersama seorang pegawai senior PU.. jadi sebenernya gue bawa kamera kantor itu dengan maksud untuk moto-moto sekedarnya.. ternyata si bapak yang ternyata bawa kamera CANGGIH 10 X lipat dari kamera yang gue bawa antusias untuk mengajak hunting... pikir gue “siapa takut”

“ Ok tur, kita besok berangkat jam 5 ya, saya mau nyari sunrise” kata si bapak PU.. WHAT???????????????????? Jam segitu sih gue baru selesai sholat subuh n bobo lagi (karena masih jetlag euy...)... untuk keluar...HAHH???? tapi berhubung gengsi, gue mengiyakan dengan sekuat tenaga..
Pagi-pagi selama 2 hari gue diajak keliling teluk Gorontalo dari ujung ke ujung teluk gorontalo (gak kebayang, kayanya lo pada harus ke sana deh).. kenapa 2 hari??
Karena hari pertama gagal karena tidak ada matahari, berhubung mendung.. Apakah dia menyerah??? Tentu tidak, besok paginya jam 5 pagi telpon kamar gue sudah meraung-raung memanggil gue untuk bergabung di lobby untuk hunting sunrise lagi.... Foto nomer 3,4 ama 8 adalah beberapa hasil jepretan gue di pagi hari.....

Untuk foto no. 11... tenang kawan-kawan ..itu bukan menara eiffel... itu menara Limboto.. gue lewati pas gue mau mblusuk ke pedalaman gorontalo.. terletak di kabupaten Gorontalo, gak setinggi eiffel tentunya.. paling gedung lantai 4 lah ya... berfungsi sebagai menara observasi, restoran dan beberapa fungsi laiinya.. sebenarnya lift di bawah tidak diaktifkan setiap waktu.. Cuma berhubung gue jalan sama orang pemda, maka si petugas dengan senang hati menyalakan liftnya.. tapi kita tetep bayar kok.. foto 5 dan 6 itu hasil jepretan dari atas menara

Yang paling seru pas gue diajak ngeduren sama si bapak di depan hotel.. kita makan duren masing-masing satu dengan harga hanya 10.000 rupiah.. FYI gue gak suka duren... tapi ya berhubung ditawarin ya gak enak lah.. lagian dibayarin juga kan.. jadi gue ngeduren deh di pinggir jalan ditemani lalu-lalang motor, mobil dan bentor... apaan tuh bentor??? Becak pake motor coy.... noh ada fotonya liat aja ndiri ya....

Salah satu pengalaman paling seru ketika gue ke pedalaman gorontalo...walau itu bermobil, kita tetep makan waktu kurang lebih 2,5 jam ke sebuah desa bernama Desa Tudi, Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo. Itu namanya desa beneran desa... tapi view menuju kesananya sangat asik beuttttt.. gue melewati hutan lindung yang lebat, padang rumput yang luas n dari atas gunung ternyata gue sempet dapet view yang keren ke kota gorontalo (foto 3 dan 7)...

Desanya itu kalo di jakarta seluas satu setengah kecamatan kali. Dan tentu saja teman-teman sinyal operator HP gue gak dapet dunk... XL tidak sebening kalo di kota ternyata kalo sudah masuk Tudi. Nah disanalah gue dapet pengalaman berkesan.. GUE KETEMU BABI!!!!!!!!!!! Iya babi... tahu babi kan??? Hewan yang amat tidak lucu dan haram untuk gue makan itu... jadi ceritanya itu Babi piaraan orang sono.. emang gak seindah Babi yang putih2 tea... tapi cukup berkesan loh, pelotot-pelototan sama babi.. akhirnya babi itu dapet kehormatan untuk jadi avatar gue di YM....(foto no.10)

Anyway, perjalanan ke Tudi menyenangkan lah... di sana kita dijamu makan siang khas sulawesi bagian utara.. ikan-ikanan dengan sambel dabu-dabu yang pedesnya polllllllll.... BTW gue makan ikan kakap merah yang di restoran2 di jakarta seharga 150-240 rebu seporsi.. kalo di gorontalo ternyata Cuma 10 ribu 1 ekornya... ck...ck...enak bener tinggal di sono ya.. bisa makan kakap merah tiap hari..

Tapi kekaclutan gue belum selesai... ternyata tiket pesawat gue di cancel berhubung si maskapai penerbangan (yang identik dengan nama kerajaan besar di sumatra) membatalkan penerbangan ke jakarta selama 2 minggu.. APAAAAA!!!!!!!! Dan karena gue sempet hilang sinyal gue baru dihubungi jam 4 sore, padahal gue mau take-off besok jam 8 besok pagi (FYI: di gorontalo penerbangan Gorontalo-Jakarta Cuma ada 2 kali flight/hari dari 2 maskapai). Wah gue harus pindah ke maskapai satu lagi pikir gue.. ternyata buat penerbangan besok yang ada hanya tiket bisnis.. gue tanya donk harganya ternyata harga tiketnya 3 kali lipat harga tiket gue sebelumnya.. APA!!!!!!!!!! (untuk ke 2 kalinya) gue nyaris pingsan.. untung gue dikasih ogkos sama kantor agak berlebih... dengan terpaksa dan mendongkol (sambil sedikit misuh2) gue terpaksa membeli tiket bisnis Jakarta Gorontalo seharga Rp. X.xxx.xxx,00... wah gue deg-degan deh.. ini kan pertama kali gue naik bisnis.... Cuma perasaan dongkol itu terbalas lah.. ternyata enak naik bisnis... kalo pelayanan di dalem pesawatnya mah standar lah.. Cuma service di luar itunya top lah.. jadi gini ceritanya pas transit di makasar ternyata pesawat gue ka jakarta harus di delay 4 jam (ya Allah cobaan apa lagi yang kau timpakan kepada hambamu yang hina dina ini..... AAAAAAAAAAHHHH).. tentu kestressan itu dibumbui dengan istigfar dan kata-kata kaclut tentunya... tapi si petugas maskapai dengan gesitnya sebelum gue semprot, langsung meberikan solusi bahwa gue akan dimasukkan ke pesawat yang berangkat setengah jam lagi.. kenapa?? Karena gue satu-satunya penumpang bisnis ke jakarta tentunya.. aduh jadi gak enak nih....Lalu dia melanjutkan, sambil menunggu gue bisa istirahat di lounge yang telah disediakan.. yihiiiiiiiiii, lumayan lah...

Dan akhirnya setengah jam kemudian gue sudah take-off ke Jakarta.. wah jadi senang naik bisnis...itu masih ditambah turun duluan pas lagi mendarat, tasnya keluar duluan di bandara, terus dipisahin dna dijagain sama petugas maskapainya.. wah serasa jadi gimana gitu... tapi memang duduk di kelas bisnis membuat gue tahu rasanya menjadi kelompok borjuis... serasa proletar vs borjuis banget lah pokoknya... kayanya gue gak mau lagi deh naik bisnis kalo tidak terpaksa... selain mahal. Gue takut keenakan.....

Gue tutup dulu cerita di gorontalo dengan kesan yang luar biasa.. dapet pengalaman menarik, makanan enak dan foto-foto yang bagus... uh what a nice trip....

-catuy-

NB. Ini ada beberapa foto hasil tangkapan di gorontalo.. sayang sekarang Gorontalo sedang kena musibah banjir

Comments:
  • Ass. Wr. Wb.

    Pa kabarnmu Mas? Semoga baik2 aja dan gak nambah terlalu banyak berat badanmu. Soalnya sepertinya setiap postinganmu ttg jalan2 isinya kalu gak jalan2 (ya iyalah...) pasti isinya BERBURU MAKANAN KHAS daerah setempat.

    Gw kan dah lama gak ketemu dikau, jangan2 ntar pas ketemu gw gak ngenalin lagi mana catuy. Hehehe....sory ya tapi kita be2 sama kok. Gw juga makin membengkak nich :p Kakakakak..........
    Posted by Blogger dD @ 5:56 PM
     
  • Makanya, pake HALO Tuy.. dari Telkomsel.. (hihi.. ngiklan gini gue)Di pedalaman Kalimantan juga masih bisa dapet :D

    Hua.. gue ngiri bener deh ama kerjaan lo.. gue blom juga dikirim ke lapangan niii.. dah bete di depan kompi mlulu tiap hari. Aku rindu hutan :(

    Btw, sedikit komen sama fotonya Didi.. itu pasti foto djaman doeloe.. gak mungkin dia sekurus itu! Hehe.. peace Di :p
    Posted by Blogger Novasyurahati @ 1:55 AM
     
  • Assalamu Allaikum.......^_^

    kenalin,,,,,"Ana", anak Gorontalo. Kebetulan waktu lagi nyari2 artikel ttg menara keagungan di google, gak sengaja an masuk ke homepage ini...btw....rumah An juga di Limboto, gak jauh kok dari Menara Keagungan Limboto...paling gak cuma naek bentor 5 menit...sampe dech!
    Hmm....emangnya ikan kakap di jkarta mahal yach...? waaahhh kacian banget yach......?
    Ehm...ya dah deh...An cuman pengen nyapa ajach........^_^
    Makasih....
    Wassalam.
    Posted by Anonymous Ana @ 6:35 PM
     
Copyright © 2007 Catur