Tuesday, August 29, 2006

Enaknya Jadi Hakim di Indonesia

Dalam ilmu demokrasi lama, dikenal istilah tiga pilar demokrasi, yaitu: eksekutif, legislative dan yudikatif. Ketiga pilar ini lah yang disebut sebagai pilar dalam melaksanakan hidup berdemokrasi (ceunah-katanya). Di Indonesia, eksekutif identik dengan presiden dan pembantu-pembantunya, legislatif itu identik dengan DPR atau wakil rakyat, dan yudikatif identik dengan para elemen pengadil yatu hakim, jaksa, lawyer dan perangkat lainnya. Katanya (lagi) vitalitas ketiga elemen ini menentukan vitalitas kehidupan berdemokrasi kita sebagai sebuah bangsa.

Di sistem peradilan Indonesia, yang tidak mengenal istilah Juri, Hakim memegang peran sangat penting da;am memutuskan seseorang itu bersalah atau tidak bersalah, ditambah berapa lama dia menerima hukuman. Posisi sentral hakim melahirkan konsekuensi kuatnya posisi hakim dalam konstelasi yudikasi Indonesia.

Nah seperti layaknya hukum rimba yang sudah ada, posisi sentral dan power yang besar memiliki kecenderungan untuk menjadi korup... Sesuatu yang tadinya dibuat dan terdiri dari sesuatu yang baik bisa memiliki kecenderungan untuk menjadi korup dengan adanya posisi kekuatan yang amat besar. Contoh : Wasit di Italia yang akhirnya menjadi korup akibat posisinya yang vital dalam liga Italia atau Soeharto yang di awal memberikan harapan besar untuk rakyat Indonesia menjadi korup karena terlalu lama memimpin.

Kalo kata wikipedia Indonesia, profesi hakim itu adalah :

Hakim adalah pejabat yang memimpin persidangan. Ia yang memutuskan hukuman bagi pihak yang dituntut. Hakim harus dihormati di ruang pengadilan dan pelanggaran akan hal ini dapat menyebabkan hukuman. Hakim biasanya mengenakan baju berwarna hitam. Kekuasaannya berbeda-beda di berbagai negara.

Guna mengimbangi kekuasaan yang besar maka mutlak dibutuhkan sistem control dan pengawas. Itu udah hukum alam juga.. kekuasaan yang besar mutlak membutuhkan sistem pengontrol baik itu lembaga pengontrol ataupun aturan pengatur. Mafia mengenalnya dengan nama omerta atau ”code of conduct”.

Kondisi peradilan di Indonesia mendapat sorotan dari mana-mana semenjak era orde baru. Istilah “mafia peradilan” kerap dihembuskan oleh para praktisi ataupun kalangan NGO sebagai dalang setiap keputusan pengadilan di Indonesia. Kolaborasi konstruktif antara pengacara, jaksa dan hakim menghasilkan keputusan yang menjadikan ruang pengadilan sebagai etalase.Hal ini memperkuat bahwasanya kekuasaan kehakiman membutuhkan sistem pengontrol. Oleh karena itulah lahir komisi yudisial sebagai pengawas dari kekuasaan kehakiman...

Hmmmmmmmm ok u already got the pattern... ya saya memang terinspirasi dari dicabutnya kewenangan KY untuk mengawai MK dan MA.. jadi hanya mengawasi Hakim ditingkat pengadilan negeri dan tinggi saja....

Terus gue membayangkan enaknya menjadi hakim di Indonesia terutama hakim agung... Gak percaya??? Benefit menjadi hakim di Indonesia itu :

  1. bekerja tanpa di awasi... bisa mengetok palu sesuka hati tanpa ada konsekuensi apapun selain kode etik hakim yang dikeluarkan MA....
  2. Bisa di tolongin temen kalo ngelakuin kesalahan , toh yang ngawasin masih dari satu korps (duh skeptis banget gue ya sama hakim)
  3. Bisa narikin duit dari orang yang diadili tanpa harus diaudit oleh BPK...(ini berdasarkan undang-undang lho...)
  4. abis direkomendasikan untuk di skors selama setahun, eh malah jadi ketua pengadilan tinggi
  5. Bisa mangkir dari pemanggilan jadi saksi di pengadilan atau minimal di tolongin temen biar gak dipanggil di sidang pengadilan
  6. Dipercaya tidak melakukan kejahatan, sampai gak usah membuktikan dirinya tidak bersalah di pengadilan
  7. Bisa menerima gratifikasi dalam bentuk hadiah kawinanà kalo misalnya gue ngasih anak hakim mobil mercy, itu ngefek gak ya???

Tuh kan enak kan jadi Hakim.. dulu mungkin jadi hakim gak enak ya.. tapi paska pencabutan kewenangan Komisi Yudisial, menjadi hakin agung dan hakim konstitusi itu lebih enak...

Memang semua tindakan-tindakan di atas sesuai dengan aturan dan perundangan. Pertanyaan kemudian apakah peraturan boleh di intrepetasikan sesuai dengan kepentingan masing-masing orang?? OK, orang-orang yang bergerak di bidang hukum pastilah bakal protes dengan statement ini... Cuma gue kan bukan ornag hukum gitu lohhhhhhh.. ada sesuatu yang memang harus kita perbaiki. Reformasi atau bahkan REVOLUSI peradilan harus segera dilaksankan

Iya saudara-saudara... saya memang sangat pesimis terhadap dunia peradilan kita... saya sangat tidak percaya terhadap sistem peradilan kita. Saya masih percaya terhadap regulasi-regulasi yang ada. Tapi saya sudah sangat skeptis terhadap para pelaku peradilan negara ini.. masih adakah orang baik di dunia peradilan kita.??

Hmmm jalan terjal dunia peradilan kita, sampai kapankan menjadi jalan mulus untuk memancung para koruptor

”Who is going to judge the judge”

-Catur-

Comments:
  • Who's going to judge the judge? I can say The Mighty GOD :D
    Posted by Blogger Hedi @ 10:18 AM
     
  • sudah saatnya membuat hal prinsipil yang diprofankan di indonesia menjadi kembali ke jalannya semula.

    ujiannya satu aja deh: kasus korupsi. (lagi-lagi dan lagi-lagi dah pokoknya). bisakah? let's see.
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 8:17 PM
     
Semakin Tinggi Semakin Pintar (???)
Sunday, August 27, 2006

Ok ini bukan sebuah tulisan diskrimnitatif ya.. ini datang dari sebuah artikel yang gue dapat di yahoo. Sebuah studi yang dilakukan oleh Amerika sono menyebutkan bahwa semakin tinggi seorang maka semakin pintarlah dia.. Penelitian senada pernah ada mengenai perbandingan pendapatan orang tinggi dan orang kurang tinggi, yang menemukan bahwa orang yang tingginya di atas rata-rata mendapatkan income lebih besar. Studi tersebut hanya menunjukkan diskriminasi masyarakat terhadapa tinggi badan sebagaimana layaknya warna kulit, bentuk hidung dan lain sebagainya.

Nah kalo yang ini beda. Yang ini mengatakan bahwa orang yang memiliki tinggi di atas rata-rata itu lebih pintar

As adults, taller individuals are more likely to select into higher paying occupations that require more advanced verbal and numerical skills and greater intelligence, for which they earn handsome returns. But the researchers said the differences in performance crop up long before the tall people enter the job force. Prenatal care and the time between birth and the age of 3 are critical periods for determining future cognitive ability and height. The speed of growth is more rapid during this period than at any other during the life course, and nutritional needs are greatest at this point," the researchers wrote. The research confirms previous studies that show that early nutrition is an important predictor of intelligence and height. Prenatal care and prenatal nutrition are just incredibly important, even more so than we already knew,

Ok ternyata logisnya seperti ini, kalo orang yang memiliki tinggi di atas rata-rata itu pasti pas masih kecilnya dikasih nutrisi yang banyak, sehingga hal itu juga menstimulan pertumbuhan dan perkembangan otaknya.. sehingga, by nature, mereka yang memiliki tinggi di atas rata-rata itu memiliki bakat untuk mejadi lebih pintar dari rekan-rekan yang tinggi di bawah rata-rata

Setujukah anda?? Termasuk bagi anda yang memiiki tubuh di bawah rata-rata.. Penelitian ini menyatakan bahwa ini hanya uji sample yang dilakukan di Amerika dan di Inggris, sehingga belum valid untuk di generalisir.

Gue sebagai orang yang memiliki tinggi rata-rata orang Indonesia (167 cm), tentu saja agak sewot dengan statemen ini. Cuma berhubung gue gak punya data yang cukup untuk meng-counter jadi mungkin gue Cuma bisa misuh-misuh.. eh orang jepang kan pinter ?? itu gimana?? Mungkin yang dimaksud tinggi rata-rata di sini adalah tinggi rata-rata pada satu komunitas kali ya.. kan bisa saja tinggi di atas rata-rata di jepang ternyata sama dengan tinggi rata-rata di amerika. Right???

Gue punya sedikit asessmen yang mungkin menguatkan kenapa orang tinggi cenderung lebih pintar selain alasan nutrisi (based on ngawur analysis method)

  1. kalo tinggi kan bisa lihat penjelasan dari guru dengan jelas tanpa terhalang kepala orang lain, jadi lebih konsentrasi (meureun)
  2. sirkulasi darah ke otak menempuh waktu yang lama, jadi gak bikin ngantuk.. jadi bisa konsen pas ujian
  3. memiliki tingkat Percaya diri yang tinggi, jadi semakin PD pada saat ujian
  4. apa lagi ya....

Mungkin penelitian ini bukan untuk mendiskreditkan orang-orang yang berada rata-rata (kaya gue ini nih), Cuma sekedar mengkompilasi data aja dan analisa korelasi statistik biasa aja.. Tapi tetep menarik mungkin sekedar pencerahan saja

Tapi jangan maksain untuk pada ninggiin badan pake orthopedi ya... INGAT ini hubungannya dengan perkembangan masa kecil.........

Ya penelitian yang menarik memang, walau harus diuji kevalidannya di Indonesia..

Full Paper of the ResearchSILAHKAN DIBACA

Berita Terkait

news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/82317.stm

Comments:
  • aaaah...itu mah masalah rejeki orang
    Posted by Anonymous kaum fatalis @ 4:58 AM
     
  • kialau tinggi badan dengan pendapatan masih agak nyambung. Setidaknya banyak lapangan kerja yang menuntut tinggi badan tertentu ... Jadi misalnya si A (bego) tapi cantik dan tinggi, sendangkan si B(bego juga) tapi pendek, Nah si A bisa jadi model si B nganggur .. :)
    Posted by Anonymous johan @ 9:24 AM
     
  • berkaitan dengan tumbuh kembang masa kecil...tinggi karena makan bergizi, maka asupan nutrisi bagus, otak encer, dan berhasil atau berprestasi.

    oke, let's see.

    pada masa kecil, tinggiku di atas rata-rata. tapi aku kurus kering, nggak suka makan, sering dituduh kurang gizi, sangat bisa makan sekali untuk pagi, siang, sore dan malam. satu2nya yang bisa digolongkan makanan yang sering masuk mulut hanyalah ikan dan ikan dan ikan plus telor. tuh kurang nutrisi banget kan? tapi, aku sering juara. dan selalu berprestasi. nah loh, gimana dong cat.
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 5:24 PM
     
  • ah, ngawuuur!!!
    (berusaha ga percaya, karena kalo percaya, berarti gw sial dong!, berhubung tinggi gw jg... mmm... rata-rata lah)

    tentu kita ingat napoleon misalnya, yang pendek gempal, atau maradona, atau soal kekayaan, bill gates misalnya, yang kagak tinggi2 amat.

    lagian, gw punya sentimen pribadi ama orang tinggi... terkait kisah cinta pertama... halah, cinta pertama...  
  • duh, komennya kok ilang ya? hehe.. pokonya intinya.. kata sapa orang jepang pendek2? pcya deh mereka jaman skarang udah tinggi menjulang begitu.. yaa.. wlaupun tak setinggi para westerner itu, tapi tinggilahhh.. cuman dibandingin generasi sebelumnya... kok juga tampaknya.. mereka tambah bodo ya? hihihihi..

    #Q
    Posted by Blogger # Q @ 8:27 PM
     
Ten Things About Rich and Poor People in Indonesia
Wednesday, August 23, 2006

10 hal jadi konglomerat di Indonesia

1. Bisa bangun hotel di atas tanah Negara. Trus Hak penggunaannya bisa diperpanjang terussssssssssssssssssssssssss sampai bosan.
2.
bisa nembak orang terus gak dihukum-hukum

3. bisa ngutang ke bank terus kabur dan tinggal di apartemen mewah di singapura

4. bisa bikin rumah di atas tanah yang termasuk kawasan lindung
5.
boleh nyedot subsidi BBM lewat mobil mewah built-up dari Eropa

6. Bisa jadi menteri……kalo untung malah bisa jadi WAPRES
7.
Kalo dah jadi menteri, gak bakal dipecat kalo kinerjanya buruk. Malah dikasih jabatan setara lagi

8. Kalo perusahaannya bikin bencana seperti Lumpur misalnya, perusahaannnya gak bakal di tuntut kasih ganti rugi kepada orang miskin

9. Bisa ikut mempengaruhi penyusunan perundangan ataupun keputusan public yang terkait dengan dia (ya kalo bisa dibuat menguntungkan dia lah)

10. kalo dah masuk penjara, bisa tinggal enak kaya di hotel terus dapet remisi tiap tahu sampai akhirnya bebas

10 hal menjadi orang miskin di Indonesia

1. ditutup akses mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas

2. harus ngadep lurah dan RT setiap mau masuk rumah sakit kalo mau dapet Surat keterangan miskin

3. gak boleh bikin rumah di sembarang tempat. Kalo nekat digusur
4.
Boleh dipukulin sama aparat kalo lagi penertiban apapun....

5. Kalo dapet sumbangan dari pemerintah, suka direcokin sama pengamat atau politisi sipil oposisi pemerintah (padahal kita kan butuh buat makan)

6. Dana bencananya jadi bahan korupsi orang-orang..

7. jadi bahan klaim orang untuk dapetin proyek pinjaman luar negeri. Baik orang pemerintahan ataupun NGO
8.
Selalu jadi prioritas pembangunan sama pemerintah tapi gak pernah jadi prioritas pelayanan

9. gak pernah bisa bikin KTP, Akta Kelahiran, nikah di catatan sipil, bikin sertifikat tanah di BPN, apalagi bikin paspor. Karena semua butuh DUITTTTTTT. Padahal kalo gak ada itu, gak bisa cari duit... (kok jadi kaya fenomena ayam sama telor ya???)
10.
Udah dana kesejahteraannya di korupsi. Eh jumlah orang miskinnya masih dikorupsi lagi sama Presiden...

Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud mengatakan bahwa semua orang yang jadi konglomerat itu kelakuannya bejat.. Kaya itu boleh, HARUS malah.. Cuma mbok ya jangan kelewatan kelakuannya sampe mengintervensi hak-hak orang lain, bahkan mengeksploitasi dan mencurangi orang lain bahkan orang miskin.

Permasalahannya di republik ini orang kaya mendapatkan privilege secara BERLEBIHAN. Yang pada akhirnya menyebabkan sebuah kondisi assymetric information antara orang miskin dan orang kaya. Yang mengakibatkan kesenjangan bukan pada pendapatan, akan tetapi pada hak dan kewajiban warga negara, serta pelayanan publik...

Ada yang punya ide menambah jadi 10, 11, atau 12???

-catur-

Comments:
  • Ah, masak negatif semua tur? cari yang positifnya dong!
    Posted by Blogger Fendrri @ 8:22 PM
     
  • it's sad but those are the facts
    Posted by Blogger syl'v @ 11:46 PM
     
  • Rich people nomor 1,3,4,5 semuanya tentang korupsi...
    Masalah tanah; semua yang punya tanah memang memiliki kecenderungan untuk "nganggurin" tanah. Ga cuma rich people aja; poor people juga

    Masalah pinjaman; memang ada indikasi poor people punya Rate Return yang lebih baik dibanding rich people. Tapi kecenderungan korupsi ada juga.

    Masalah pelanggaran kawasan lindung; yang bakar2 hutan dan bikin rumah di rel kereta juga ada poor people

    Masalah sedot BBM; coba lihat kelangkaan BBm di kalimantan dan kawasana lain. banyak juga penimbun bbm yang engga rich people

    Masalahnya bukan poor versus rich people. It's about the system. Dan baik poor maupun rich people sama2 punya peluang untuk "breaking the rules"

    Privilege rich people adalah benar sebuah masalah. Tapi itu cuma "symptom" alias gejala permasalahan yang lebih besar.
    Btw, ini tulisannya mengobarkan perang kelas nih =p
    Posted by Blogger agung @ 2:28 AM
     
  • Hunt for the Red October ?

    ;))
    Posted by Anonymous yoyok @ 3:13 AM
     
  • 1. Beberapa fakta kecil yang pernah saya temui sehari², kita tidak berkorupsi (jadi maling) karena kesempatannya belum/tidak ada.

    2. Hak istimewa untuk orang kaya, sadar ga sadar, kita sering menghormati mereka karena kelebihan uang dan hartanya.
    Posted by Anonymous Hedi @ 7:17 AM
     
  • kalo orang miskin harus bayar pajak untuk segala hal, misalnya PBB, kalo nggak, rumahnya terancam. sedangkan orang kaya (terutama konglomerat) tagihan pajaknya bisa diputihkan.

    Orang miskin bisa sesaat merasa seperti orang kaya (seperti di acara2 TV macam bagi2 duit) sedangkan orang kaya tak akan pernah benar2 bisa merasakan pahit getirnya kemiskinan, mereka hanya mencari popularitas dan nambah relasi jika terlibat dalam kegiatan sosial.

    selebihnya... REVOLUSI aja yuk!!
    Posted by Anonymous mataharitimoer @ 8:51 AM
     
  • yah....baru aja gw berniat mo jadi orang kaya..
    Posted by Blogger benx @ 11:49 PM
     
  • klo dgr cerita2 dari dosen2 misalnya.. mereka bilang korupsi itu dah ga bisa dihindarkan.. tanpa korupsi, mereka ga bisa ngidupin anak istri... klo dipikir2 emang kesian, tapi.. tega yaaaaaa???

    yg penting skrg kesehatan en pendidikan ditingkatkan.. gaji DPR diturunin biar bisa ningkatin kualitas pendidikan qta.. gimana mo menghasilkan anak bangsa yg berkualitas, kalo skrg aja bokap2nya udah pada korupsi??? apalg ngeliat anak2 pejabat.. belagu nian..
    Posted by Blogger amellie @ 1:40 AM
     
  • bener cat. aku selalu gemas melihat kepincangan yang lebar dan privilege berlebihan yang dikasih buat orang-orang kaya. meskipun baik si kaya dan si miskin sama-sama punya kans untuk "membelot". ini bukan pembelaan terhadap orang miskin, dan bukan juga kesirikan terhadap mereka yang kaya. tapi seidkt-sedikit usaha untuk mulai mempersempit jurang itu sudah harus ada. one step at a time aja. mulai dari korupsi (uang, dan kekuasaan), misalnya. berantas satu itu dulu. nanti juga akan mengurai satu-satu sistem yang bundet itu. sistem yang melebarkan beda si kaya dan si miskin.
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 5:15 PM
     
  • Berikut fragmen2 pendapat gua :

    Harusnya kalo mau bikin perbandingan..item kasusnya kudu sama kali, Tuy

    Tapi, secara psikologis...emang lebih BT ngliat yang kaya korupsi daripada yang miskin korupsi...

    Risikonya jadi pihak kaya di negara miskin ya...itu..tentang jurang kelas. Jadi, biarpun orang kaya dengan halal dan bener...tetep aja menimbulkan aura sinisme masyarakat..
    Makanya, salah satu nilai yang bagus diterapkan adalah.."Hidup menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar" Itu salah satu value Ashoka..(ga maksut promosi lho ya)

    Perilaku anonoh yang kaya lebih karena keserakahan...
    Perilaku anonoh yang miskin lebih karena marginalisasi pendidikan

    WABS
    Posted by Blogger Warastuti @ 11:22 AM
     
Wednesday, August 16, 2006

HADIAH KPK UNTUK INDONESIA

Corruption is nature's way of restoring our faith in democracy.” (Peter Ustinov)

Pagi ini, tanggal 16 agutus 2006 di depan gerbang kantor saya telah berkumpul bapak-bapak berbaju merah dan putih… Gue pikir mereka bapak-bapak pejabat Korpri yang akan mempersiapkan acara tujuh belasan..

Pertanyaan gue terjawab ketika tiba-tiba gue disodori sebuah booklet yang berjudul “MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI”-buku saku memahami tindak pidana korupsi. Sebuah booklet yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ya ternyata bapak-bapak itu adalah petugas dari KPK yang bertugas membagikan booklet yang ada di samping itu..

Setelah di bolak-balik buku itu berisi mengenai penjelasan Tindak Pidana Korupsi yang mungkin dapat dilakukan oleh PNS atau sistem birokrasi lainnya termasuk hakim dan advokat di peradilan.

Ide ini mungkin ide lama yang baru terealisasi. Tapi gue sendiri cukup respek dengan loangkah yang dilakukan oleh KPK. It’s a little step… Because, it needs more than a booklet to stop corruption in this country.

Corruption is like a ball of snow, once it's set a rolling it must increase.” (Charles Caleb Colton s)

Mudah-mudahan dengan buku ini setiap orang yang brkecimpung dalam dunia birokrasi mengerti dan paham tindakan-tindakan yang tergolong sebagai korupsi. Yang tentunya mungkin akan lebih efektif kalo ada semacam sertifikasi anti korupsi gitu buat para birokrat untuk mendampingi sertifikasi pengadaan barang dan jasa untuk para Panitia pengadaan barang dan jasa (karena ada penelitian yang bilang bahwa korupsi proyek di Indonesia banyak mulai dari proses tender proyek).

Korupsi menjadi satu penyakit yang akut di Negara ini semenjak jaman colonial. Korupsi tidak hanya dilakukan oleh para birokrat, melainkan oleh para pengusaha sampai masyarakat biasa. Budaya kutip-mengutip, pungutan liar, uang rokok, bingkisan silahturahmi, mark-up anggaran sampai memotong anggaran menjadi hal yang dianggap lumrah oleh sebagian besar warga di republic ini…

Penegakan hokum hanya ampuh dalam sebuah tindakan yang bersifat kuratif tapi belum mampu menjadi solusi preventif. Pendidikan korupsi di tingkat SMA yang telah di coba oleh KPK mungkin dapat menjadi secercah harapan bagi generasi masa depan. Begitupun booklet sepertinya ditujukan untuk mampu menjadi solusi inovatif untuk mencegah atau mengurangi jumlah korupsi di Indonesia. Karena korupsi dapat terjadi akibat para pelaksana tidak mengerti tindakan mana yang digolongkan sebagai korupsi. Dengan mengetahui tindakan-tindakan yang digolongkan korupsi dan ditambah siraman rohani dari para ustadz sekelas AA Gym, bisa membuat orang berpikir seribu kali untuk korupsi…

Terima kasih KPK… semoga hadiah kecil untuk para birokrat di hari kemerdekaan ini menjadi awal pemberantasan korupsi di Negara ini..

A little step to make a giant changes

-Catur-

Comments:
  • kayaknya "pantas" dibeli nihm biar kita bener² memahami korupsi.
    *siapin anggaran*
    Posted by Anonymous Hedi @ 12:49 PM
     
  • kok quotenya kayak neil armstrong ?
    :p
    Posted by Anonymous yoyok @ 10:22 PM
     
  • Tuy, liat halaman belakang bukunya dong, ditulis:
    "Fokuskan pengaduan/laporan anda pada korupsi kelas KAKAP, bukan kelas teri."
    padahal kan yang teri ini yang banyak, memang sih ada skala prioritas, tapi mau besar, mau kecil, yang namanya korupsi tetep korupsi. menurut gw, kagak usah distate gitu, biar kecil, kalo ada korupsi, ya laporin aja. nanti kpk yang bikin skala prioritas, mau nyikat yang mana dulu.
    Posted by Anonymous egi @ 10:52 PM
     
MET ULANG TAHUN INDONESIA
Friday, August 11, 2006

BEING PATRIOT……

Bagi kita, ra’jat itoe jang oetama, ra’jat oemoem jang mempoenjai kedaulatan, kekuasaan (soevereiniteit). Karena ra?jat itoe jantoeng-hati Bangsa. Dengan ra’jat kita akan naik dan dengan ra’jat kita akan toeroen. Hidoep atau matinya Indonesia Merdeka, semoeanya itoe bergantung kepada semangat ra?jat. (Hatta)

Apa arti bendera merah putih berkibar di depan rumah??

Apa Arti bendera merah putih berkibar di pinggir jalan???

Apa Arti menyannyikan lagu Indonesia raya????

Saat ini mungkin semua sudah menjadi sebuah rutinitas tahunan.. tapi di masa lalu, untuk melakukan hal-hal diatas, maka diperlukan sebuah nyali yang besar (ditambah dengan ilmu kebal+ sedikit kebugaran untuk berlari). Ya, dijaman sebelum kemerdekaan melakukan sebuah hal yang berbau nasionalis dan patriotik merupakan sesuatu yang harus diganjar dengan dikejar-kejar tentara Belanda atau dijebloskan ke dalam penjara kolonial...

Ya tindakan-tindakan itu adalah sesuatu yang patriotik in old days...

Ah tapi kan patriotisme kan gak identik dengan hal-hal seperti itu.. itu kan Cuma simbol!!

Ok, I little bit agree with that statement.. kalo bukan hal-hal seperti itu?? Lalu seperti apa patriotisme?? Ini menjadi penting dalam sebuah proses revitalisasi semangat patriotisme..

Menurut Partner terpercaya saya dalam menulis Blog yaitu Mr. Wikipedia patriotisme itu adalah

Patriotism denotes the positive attitude of an individual towards his or her own perceived civic or political community, to its culture, its members, and to its interests. Such attitudes towards other countries, or to non-civic groups, are not generally described as patriotik, though they may be referred to using a more specialized term, such as philhellenism (Greece), sinophilia (China), or anglophilia (England).

Jadi sebuah idiom yang bernama patriotisme identik dengan perilaku positif terhadap sebuah bangsa atau Negara. Sebuah tindaka patriotik mengacu kepada tindakan positif yang mengindikasikan kebangaan dan kecintaan terhadap bangsa atau wilayah..
Apakah sulit menjadi seorang patriot di era globalisasi saat ini??
Atau pertanyaan yang lebih sinis emang masih perlu mendengungkan patriotisme harii gini?? Itu pertanyaan yang coba gue pahami beberapa tahun belakangan. Manakala kita mencoba berbuat sesuatu untuk orang lain atau untuk negara maka kita akan di cibir sebagai manusia sok idealis.. apakah benar??? (kalo kata orang: “Hari gene Patriot???)

Patriotisme bukanlah sesuatu untuk didengungkan atau digembar-gemborkan.. patriotisme atau nasionalisme yang diteriak-teriakkan secara berlebihan dapat mengakibatkan dua hal :1) patriotisme menjadi sebuah komoditas tanpa makna yang enak untuk diteriakkan tapi tidak pernah dilakukan, atau 2) mengarah kepada primordialisme dan chauvinisme yang berlebihan sehingga menjadi destruktif untuk skala yang lebih luas.

Apakah orang-orang yang membela Pancasila sebagai harga mati sebuah dasar negara itu patriot?? Ataukah menolak pornografi atas nama keberagaman budaya yang disebut patriot...???

Emmmm Bingung ??? Sama dunk...
Ok, for me Patriotisme itu adalah melakukan sesuatu atas nama kecintaan pada negara dan berbuat untuk masyarakat yang lebih luas, misal : ikut kerja bakti, mengadvokasi masyarakat, berdemonstrasi di jalan untuk keadilan, berkerja jadi PNS dengan gaji rendah tapi gak korup, dan lain sebagainya. Yah pkoknya apapun yang dilakukan based on kecintaan kita terhadap republik ini..Walau memang harus dibedakan antara Patriotisme dan nasionalisme...

Kalo kata om JFK “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country” Kalo kata gue “If u love this country, u will not do anything that might hurt them”... (bener gak sih grammarnya ).. nah itu bagi gue patriotisme….

Yah kalo lo gak bisa berbuat apa-apa unuk Negara ya minimal lo tidak berbuat sesuatu yang dapat merugikan keberadaan sebuah bangsa dan Negara…

Terus timbul pertanyaan, kalo lo berpikir seperti itu tur, kenapa lo pake bahasa asing dalam tulisan ini…..???

Terus terang gue baru sadar hal ini pada saat bagian akhir tulisan ini, dan karena gue bukan tipe yang merusak mood.. jadi serentetan bahasa asing diatas akan tetap gue biarkan….

Di umur Kemerdekaan Republik Indonesia yang saat ini mencapai angka 61 tahun, mungkin sudah saatnya kita mereviltalisasi semangat patriot dan nasionalisme penduduk republic ini (kok kalimat gue kaya himbauan Presiden ke masyarakat, duh mulai tertular jadi birokrat nih)..

Soalnya di tengan arus MTV dan Globalisasi yang gila-gilaan kali ini mungkin gue akan bilang bahwa masang bendera depan ruamh itu patriotik lho…. Selama tidak kita lakukan untuk sebuah rutinitas.. selama kita melakukannya karena kita masih bangga menjadi orang Indonesia

Ok pertanyaan terakhir…… Harus gimana sih untuk menjadi patriotik??…

Mungkin lagu Kikan dkk yang bisa memberikan gambaran patriot hari ini
 
Biar saja ku tak sehebat matahari
Tapi slalu kucoba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegap batu karang
Tapi slalu kucoba tuk melindungimu
 
Biar saja ku tak seharum bunga mawar
Tapi slalu ku coba tuk mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi slalu ku coba tuk mengindahkanmu
Bridge:
Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa
Ku pertahankan kau demi tumpah darah
s'mua pahlawan pahlawanku
Reff:
Merah putih teruslah kau berkibar 
Di ujung tiang tertinggi
Di Indonesia ku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi
Di Indonesia ku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Kuakan slalu menjagamu
Song Title : Bendera

Artist: Cokelat

   
SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA

-catur-

NB: terlalu banyak pertanyaan di postingan kali ini…..

Comments:
  • bentar gw komen dulu blum baca semua sih hehe..

    tadi pas ngelewatin gedung mpr dpr, dipasang bendera panjang sepanjang pager gedung itu dari ujung ke ujung tuy...

    haha mungkin buat pjabat dpr disono itu kali yang disebut Patriotisme!!

    Hitung aja berapa biayanya masang bendera sepanjang itu, mubazir!!
    Posted by Anonymous iks @ 4:30 PM
     
  • tiap tahun dirayakan dengan lomba yang itu itu saja

    balap karung, makan kerupuk, sepak bola pake daster dan berdandan seperti wanita...

    hmm..
    ada lomba merakit komputer, lomba karya ilmiah, lomba-lomba lain yang saya pikir lebih 'patriot'...

    Bagaimana pendapat anda Cat ?
    Posted by Anonymous yoyok @ 1:50 PM
     
  • right or wrong is my country, atau right or wrong is right or wrong?

    dua2nya bisa jadi bentuk patriotisme. yang satu dogmatis. yang satu kritis. kalau aku sih tipe: "right or wrong is right or wrong, tapi gimana lagiiii, dis is mai kauntreeeeee."
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 4:48 PM
     
  • bingung sebenernya...tp yg penting jgn jual negara aja deh ke negara lain biar negara kita gak diudek2 sembarangan...LSM-LSM itu,yg didanai luar negri,kompensasinya apa ya? Kalo bikin org asal protes ke pemerintah, maksudnya apa ya? Katanya atas nama rakyat,patriotis, tp jual rahasia negara demi uang ? kebolak-bolak gak sih?  
  • Yg penting jgn jual negara demi uang,alasannya buat belain rakyat tp cuma mau ngacak2 negara dan stabilitasnya,trus mau bilang itu patriotis...uangnya cuma buat hidupnya sendiri kan,biar bisa beli macem2...  
  • Jaman sekarang kalau ada orang yang menunjukkan patriotismenya malah dianggap sebagai orang aneh. Contohnya ketika kita menyanyi lagu2 perjuangan sendirian dengan keras dan mantap bagi yang kebetulan lihat pasti dianggap aneh mungkin bisa diketawain atau dicibir. Beda kalo kita nyanyi lagu pop yang sedang tren.
    Posted by Blogger Muhammad Mufti @ 5:51 AM
     
  • apapun itu, gw masih orang indonesia dan hampir pasti tak akan berubah :)
    Posted by Anonymous Hedi @ 11:08 AM
     
  • Patriotisme bagi aye yg awam adalah... ngerti, kalo dijajah itu nggak enak, dan ngeh.. kalo kemerdekaan itu mahal (dibayar pake harta, darah dan nyawa), jadi patut disyukuri dengan nggak bikin negara sekarang ini.. rasanya kayak dijajah aka nggak ngerasain kemerdekaaan...
    Posted by Anonymous Qky @ 6:57 PM
     
  • gw setuju sama fitri ...

    berbuat untuk kebaikan masyarakat .. sepenuhnya gw dukung, tanpa peduli apakah itu memang juga baik untuk negara ...

    hehehe .... nihilisme banget ya sama yg namanya negara ...
    Posted by Anonymous johan @ 7:21 PM
     
antara gosip dan NU
Monday, August 07, 2006

Antara Infotaiment dan NU ada Ahmad Dhani…..

Pernahkah menonton tivi satu harian penuh?? Mantengin tv dari pagi sampe sore lah... gak usah sampe malem... apa yang akan didapet??? Infotaiment...infotaiment.. dan infotaiment.. iya. A lot of infotaiment... too much malah...

Sebagai gambaran saja, infotaiment pertama itu dimulai pada jam 7 pagi... pada jam 7 pagi, terdapat tiga acara infotaiment berbeda pada tiga statsiun tv berbeda diputar pada jam dan waktu yang sama.. Beritanya???? Sama semua, potongan wawancara, pakaian si artis, substansi yang dibicarakan ... semuanya sama!!! Dalam sehari ternyata kita di suguhi oleh kurang lebih 15 acara infotaiment.... angka ini menunjukkan bahwa acara ini masih menepati ranking yang tinggi di Televisi dan menjadi komoditi unggulan dari industri pertelevisian untuk menarik penonton..

Sebenernya gue gak terlalu tahu (dan gak peduli tentunya) mengenai asal-usul kata infotaiment.. karena asa aneh aja.. udah berusaha nyari definisinya di google.com tentunya, tapi tetep tuh gak ada, baik untuk definisi berbahasa inggris maupun Indonesia. Jadi sebenarnya gue gaktau istilah itu muncul dari mana... (ada yang mau berbaik hati ngasih tau??). yang jelas sejarah panjang jenis acara ini dimulai semenjak kurang lebih pada pertengahan 90an.. model acara ini berkembang dan berevolusi ke dalam berbagai macam rupa: ada yang model talk show santai, ada yang model pembaca berita dunia dalam berita, ada yang model ngebodor, ada yang jadi peri, pokoknya macem-macem deh...

Terus kenapa emangnya???

Dulu infotaiment itu adalah media untuk mengetahui kabar-kabar dari artis atau pejabat, ya public figure lah.. kabar itu gak harus kabar gembira memang, ada juga kabar sedih seperti perceraian atau wafatnya seseorang. Tapi dulu acara seperti itu acara yang lumayan enak untuk dinikmati.. ya minimal dulu acara itu bisa menjadi pelepas penat gue lah..

Sekarang??

Selama gue kuliah di Bandung, menonton TV bukan agenda prioritas gue dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.. bukan karena gue rajin belajar atau karena gue rajib beraktivitas. Tapi, semata-mata karena gue gak punya TV, dan kost-an gue pun tidak ber tv (kasihan bener ya gue).. jadi pemantauan terhadap acara TV pun tidak dilakukan dengan baik...

Setelah menonton TV menjadi agenda dalam hidup gue, ternyata ada perubahan dari infotaiment. Selain untuk mengabarkan berita, acara jenis ini memiliki fungsi tambahan yaitu :1) menjadi media berantem antara orang tua dan anak, 2) menjadi penyebar aib orang yang gak perlu dibuka, 3) menjadi penyebab retaknya hubungan keluarga.. ok apakah itu sudah cukup??

Belum dunk!! Masih ada side effect untuk masyarakat, yaitu menambah dosa orang yang ikut ngomongin. Misal ” eh bener gak sih si X itu selingkuh” atau ”kemaren ya gue liat acara tv, masa si J itu mau kawin lagi lho. Katanya sih udah hamil duluan gitu deh..”. ok mungkin kita gak merasa itu gosip or ghibah.. tapi apa sih bedanya itu dengan ngomongin tetangga atau saudara kita. Tapi kan gak kenal?? LHO BUKAN ITU YANG MEMBUATNYA LEBIH PARAH!!!!!!!

Ya gue akui saudara-saudara gue setuju dengan Bung Arswendo yang menyebut acara-acara gosip sebagai idiotainment... Tanpa mengurangi rasa hormat bagi para pekerja TV , tapi terus terang saja untuk acara yang satu ini memang tidak ada tujuan yang mulia kayanya deh, malah membuat para penonton menjadi IDIOT... Please donk. Tingkat IPM kita itu sudah rendah, jangan dibuat tambah rendah dengan membombardir dengan tayangan gosap-gosip......

Tindakan NU dengan memberikan fatwa haram untuk tayangan seperti ini untuk para nahdhiyin.. kalo buat gue (yang bukan nahdiyin ) akhirnya bisa bernapas lega. Karena apa?? Akhirnya ada juga pihak yang dapat mengungkapkan kegelisahan gue terhadap acara semacem itu..

Bukan kah itu kebebasan pers?? OK.. kalo kemudian kita mendefinisikan kebebasan pers sebagai hak publik untuk mendapat info. Maka harusnya itu seputar kepada sesuatu yang bersifat kebijakan publik, faktor-faktor yang mempengaruhi kepentingan publik, atau berakibat langsung terhadap kepentingan publik. Pertanyaannya kemudian ” apa hubungan pertengkaran ahmad dhani dan bapaknya dengan kepentingan publik??”. apakah dengan tidak mengetahui hal tersebut ada kepentingan publik yang terganggu?? Apakah dengan tidak mengungkapkan hal itu ada manfaat publik yang tidak didapatkan oleh masyarakat?? Yang jelas satu dengan tidak mengungkap hal itu, kepentingan produser menjadi terganggu dengan seretnya pemasukan iklan. Acara gosip menyeret wilayah privat seseorang ke dalam ruang publik..

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah mengapa baru hari ini NU mengeluarkan fatwa untuk mengharamkan infotaiment.. ketika salah seorang simpatisannya, Ahmad Dhani, diserang dan ”difitnah” dengan berita mengenai kawin sirrinya.

Yah mudah-mudahan pengeluaran fatwa tersebut tulus adanya dan disebabkan oleh keinginan yang besar dari NU untuk turut serta berperan dalam perbaikan moral bangsa....

Dari pojok Menteng....

-Catur-

Comments:
  • aku malah baru tahu kalo ada fatwa nu kayak gitu cat. kemana aja ya itu kpi dan dewan pers perginya.

    infotainment itu asal-usul dan tanggalnya nggak jelas tercatat. tapi kalau mau lebih jelasnya coba klik disini: http://en.wikipedia.org/wiki/Infotainment.

    soal kebebasan pers, seharusnya nggak benturan dengan idealisme pers itu sendiri. tapi, ya, memang harus diakui juga sih, idealisme pers di indo sekarang kan cenderung menurun. udah jarang kita temukan pers dengan sifat idealistisnya, gantinya: industrialis. cara pikir industri. njlentrehnya ke cara pikir ekonomi.

    wah, jadi panjang deh kalo ngobrolin soal ini. nggak habis dalam satu komentar :D

    ngomong2, gue setuju tuh cat sama arswendo :p
    Posted by Blogger ~fitri~ @ 11:55 PM
     
  • tuy... dua paragaraf terakhir bikin tulisannya jadi ga bagus. Ga ada hubungannya kali... Jangan buruk sangka dulu

    Yang patut jadi pertanyaan adalah :
    1. Seberapa jauh efek fatwa terhadap dunia "pergosipan"? Denger2 pasca fatwa, dewan pers merapatkan fatwa dan keluar hasil rapatnya. Antara lain : "infotainment ga dilarang, tapi substansinya. Kalau tidak menjelek2an orang ya gpp." Walah..kalo ndak njelek2in orang ya ghibbah tho namanya

    2. Seberapa jauh fatwa ini kuat menahan terjangan badai kritik? Pasca fatwa ada komentar dari NU : "ini fatwa untuk kaum nahdiyyin saja. untuk yang lain kami cuma menganjurkan". Waduh.. kok jadi melemah gitu??
    Posted by Blogger agung @ 1:23 AM
     
  • saya paling sebel kalo infotainment disebut pers...untuk menolerir mungkin bisa dibilang pers tanggung.

    itu yg nyodorin mik dan nguber artis kemana-mana ga pernah nulis berita yg dia dapet, yg nulis biasanya di studio (kantor)...wartawan kok ga pernah nulis...aneh aja...
    Posted by Anonymous Hedi @ 3:03 AM
     
  • Wah ...infotainment seru tuh apalagi kalo udah pada berantem .

    SEkarang kan lagi jaman reality show, gak cuma di indo aja, makin buka

    aib orang makin laku. Emang dasarnya manusia pada pengen tau urusan

    orang. Penghibur yang paling enak dikala senggang yah ngomongin orang

    hehe *kenyataan loh*.
    Mestinya wartawan politik bisa ngorek sumber kaya wartawan

    infotainment, yang tadinya cuma isapan jempol tau-tau emang kebuka

    jadi fakta. Masalah cari berita mreka patut diacungin jempol, tau2

    Mayangsari yang awalnya ngeles mau ngasih 1M kalo terbukti sama

    Bambang pun ampe nelen ludah sendiri ;))
    Mau kena fatwa yah? Sutra deh , yang pasti tanpa infotainment pun

    ngegosip tetep ajaaa jalan , lah kan masih ada tabloid :P
    Posted by Anonymous iks @ 6:17 AM
     
  • setuju sama bang agung
    keknya gak ngaruh cat
    karena NU sendiri dianggap angin lalu
    buat para kapitalis pengejar gosip

    NU sendiri kehilangan taringnya
    tapi lebih baik daripada tidak sama sekali, ya gak ?

    ya kalau mau kita koordinir para pemirsa buat memboikot infotainment

    rating mereka drop dan nanti bakalan ilang dengan sendirinya


    huehehehe...gampang kali ik ngomong ya ? :p
    Posted by Anonymous yoyok @ 5:16 PM
     
  • kalo aku sich ngga perlu fatwa segala and ngelarang acara infotaiment cuman mungkin mesti ada batasan gimana acara infotaiment yg bener itu kasarannya kembali seperti kayak dulu.

    masalahnya fatwa-fatwa kayak gitu percuma aja paling juga cuman angin lalu aja. toh acara infotaiment ngga selamanya isinya sampah kan ?

    sebenernya kalo orangnya tau mana yang baik dan mana yang jelek ngga perlu fatwa-fatwaan juga ngga bakal nonton acara yang ngga bermutu.
    Posted by Anonymous [ew] @ 7:05 PM
     
  • kenapa misalnya profesi artis nggak sama dengan profesi lain, misalnya dokter. Kenapa yang satu bisa diekspos pribadinya yang lain tidak. Padaha dua-duanya menjual jasa.
    Karena artis sudah terlilit oleh faktor non teknis (bukan cuma suaranya yang dinikmati, bukan cuma aktingnya yang dicari) tapi totalitas kediriannya yang di"jasa" kan. Saya beli tv sharp karena pernah diiklankan oleh RATU gitu kali kasarnya ....

    Nah bisa nggak ini dihancurkan, sehingga profesi artis ya sama saja dengan penjual jasa lain...
    Nggak sadar, problem ini menyeret kita sebenarnya pada problematika kapitalisme, semua sebenarnya ada urusan dengan income. Banyak kepentingan yang bermain dari kepublic-figuran seseorang ...

    au ahhhh hehehehe
    Posted by Anonymous jihan wowor :) @ 12:19 AM
     
  • infotainment = info enterntainment

    gw ga suka nonton infotainment...
    mendingan nonton teletubbies de
    kaga bikin dosa
    yang ada bikin ngantuk :P
    Posted by Anonymous erfan @ 6:42 PM
     
  • sebenernya infotainment itu marak krn adanya consumers kan? ada demand ada supply. prinsip ekonomi kok.
    Posted by Blogger syl'v @ 11:00 PM
     
  • Semoga bisa menjadi lebih baik aja... baik yang bagaimana? baik yang bisa berjalan dengan aturan yang ada... aturan yang mana? yang sesuai hati nurani...
    Posted by Anonymous Jauhari @ 6:26 PM
     
Copyright © 2007 Catur