MENJADI JUJUR atau BERTAHAN MENJADI JUJUR
Tuesday, January 30, 2007

Bukan…. Gue bukan mau ngebahas lagunya Radja… jadi jangan terkecoh

Kata orang sulit menjadi orang jujur, kalo kata gue lebih sulit lagi hidup di dunia yang jujur. Apalagi di Indonesia, apalagi di birokrasi Indonesia yang begini adanya.. menjadi orang jujur adalah satu persoalan lain, dimana permasalahannya adalah berusaha bertahan menjadi jujur di dunia birokrasi.

Jujur kalo dalam kamus itu artinya

the quality or fact of being honest; uprightness and fairness, truthfulness, sincerity, or frankness, freedom from deceit or fraud. (http://dictionary.reference.com/browse/honesty)

Ya tapi itu kan bahasa kamus. Karena definisi kamus pun menjadi sebuah kesepakatan antara literature, penyusun dan editor.. jadi bersifat subyektif sekali tentunya.

Subyektifitas dan jujur berkait erat ketika setiap orang mencoba untuk mendefinisikan dan mengintrepetasikan maisng-masing kejujuran menurut versi mereka masing-masing tentunya. Akibat dari subyektivitas dalam mendefinisikan kejujuran maka yang ada tentunya adalah persinggungan-persinggungan antara subyektivitas yang mampu melahirkan konflik.

Pendefinisian jujur dan benar juga beda-beda tipis. Perseteruan mengenai intrepetasi kejujuran dan kebenaran dapat berkembang menjadi adu argumen, adu jotos, konflik, perang antar suku, perang antar Negara. Forum dan media paling damai dalam mendamaikan dispute yang sering terjadi adalah Pengadilan. Dimana di sana orang-orang mendebatkan mengenai kebenaran versi siapa yang dapat diterima dan mempertanyakan kejujuran setiap orang dengan bukti-bukti yang pro ataupun kontra.

Seperti kasus Amerika-Irak. Amerika menuduh Irak menyimpan Mass Weapon Destruction (MWD.. Alm. Saddam Hussein bilang dia tidak punya WMD, dan untuk membuktikan ucapannya dia mengundang badan atom PBB untuk menginspeksi. Amerika tidak percaya dan menuduh Alm. Saddam berbohong dan tidak jujur. Bahkan ketika hasil inspeksi keluar, mereka tetap bilang Irak tidak jujur (dan tampaknya banyak Negara mengamini pernyataan Bapak George W. Bush). Akibatnya?? Irak pun diserang, dan ternyata tidak ditemukan WMD. Maka keadaan berbalik AS yang dituduh berbohong.. AS bilang tidak berbohong tanpa ada bukti-bukti yang kuat… semua orang tahu bahwa AS berbohong tentang WMD di IRak, tapi sepertinya belum ada yang berani datang ke muka presiden AS dan bilang “ You are one F****n Liar”….

Indikator kejujuran menjadi sesuatu yang tidak mutlak dan menjadi suatu hal yang amat sangat nisbi… lucu???? Tidak, sama sekali tidak lucu. Ini benar-benar terjadi…

Menurut gue salah satu kesulitan hidup di dunia birokrasi adalah bukan menjadi orang jujur. Sangat mudah menjadi orang jujur.. tinggal tutup kuping, tutup mata, pura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Maka kita semua bisa menjadi orang paling jujur sedunia.. bener??? Yang lebih sulit adalah mempertahankan kejujuran dan idealisme di tengah-tengahnya.. godaan datang bukan hanya dari kenikmataan sesaat yang berbau materiil saja, godaan datang bisa karena idealisme yang berujung pada keputusasaan. Orang yang putus asa itu bisa menjadi lebih jahat dari orang yang serakah. Karena orang yang putus asa akan membalas dendam. Misal; ada orang jujur yang hidup di tengah lingkungan kerja yang tidak jujur. Setiap hari dia melihat ketidak jujuran dan semua orang tampak bahagia. Akhirnya timbul sebuah jealousy, lalu putus asa, kemudian dendam, dan akhirnya tanpa sadar dia akan melakukan ketidak jujuran dengan argument “everybody doing it, why don’t I ??”. dan orang-orang seperti ini berpotensi lebih gawat dibanding sebelumnya.

Apa yang dibutuhkan seseorang untuk tetap jujur?? Idealisme?? Saya pikir tidak. Di dunia dimana godaan datang setiap harinyadan orang jujur ada dimana-mana.. idealisme menjadi sangat kurang untuk menjadi amunisi menjadi orang jujur… butuh jurus-jurus yang lebih canggih dan inovatif tentunya untuk menjadi orang jujur… salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan tanpa harus korupsi.. terus terang hal itu menjadi amat sulit dilakukan di dunia birokrasi, tidak korupsinya ya bukan meningkatkan kesejahteraannya..

Begitu banyak pelajaran yang sudah gue ambil selama 1,5 tahun beraktivitas di dunia birokrasi, kesimpulannya jangan sebut anda orang jujur dan idealis kalo belum bisa masuk ke dunia birokrasi Indonesia. Karena sesungguhnya ini tantangan terbesar untuk merevitalisasi dunia birokrasi. Gue aja belum yakin bisa kuat, nakal-nakal dikit pernah lah Cuma insya allah belum haram (tuh kan udah mempermainkan definisi)

So, bagaimana ??? seberapa jujur anda….. ?? dan gimana cerita di dunia anda….

-Catur-

NB:

- yang gue paling takutin adalah bagaimana generasi mendatang seperti anak gue dan keponakan gue yang lucu ini (yang gue gendong ini) bisa survive menjadi orang terbaik dan jujur.

- Buat istri saya: cinta, tolong bantuin saya biar bisa bertahan jadi orang jujur…

Bertahan DISANA (Sheila On 7)
Dinda apa kabar kau di sana
lelahkah menunggu berkelana
lelahkan menunggu kau di sana

sayang aku kan segera pulang
tunggu aku dengan senyuman itu
ggu aku dengan senyumanmu itu

bila waktu itu telah tiba
coba kenakanlah mahkota itu
coba kenakanlah mahkota itu

masih banyak yang harusku cari
tuk' bahagiakan hidupku nanti

bisa bertahankah kau disana
bisa bertahankah sayang...
coba bertahanlah kau disana
coba bertahanlah sayang... (2x)


Comments:
  • Satu hal aku blajar ttg jujur (dari bapakku).

    Semua orang itu jujur, orang yang paling jujur itu orang yang mengakui kebohonganya....

    simple and easy, tampa prasangka
    Posted by Anonymous raffaell @ 7:05 PM
     
  • Kalok pekerjaan saya guru SD negri di pedalaman kalimantan barangkali lebih mudah jujur daripada kalau pekerjaan saya adalah Pimpinan BUMN Anu.

    Situasi dan kondisi orang berbeda-beda. Mudah untuk mengkritik, tapi jangan-jangan kalau saya ada di posisi yang sama dengan yang saya kritik, mungkin saya akan melakukan hal yang sama.

    salam
    tj
    (Berusaha jujur, tanpa menghakimi orang lain)
    Posted by Anonymous TJ @ 4:09 PM
     
Manusia Kardus......
Friday, January 19, 2007

Tahu kardus?? Pernah lihat kardus??? Pernah empet sama kardus??? Pernah make kardus?? Pernah main pake kardus?? Pernah nyimpen kardus???? Kalau pernah, jadi pada kebayang dan tahu tentunya seperti apa kardus itu…

Sifat kardus seperti layaknya benda mati lainnya mengikuti petunjuk dari yang mengatur, baik kegunaan atau posisi kardusnya. Artinya begini, fungsi dan kondisi kardus sangat dan amat ditentukan dari manusia yang memilikinya.. Kardus bisa di hias dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi kotak kado (misalnya) yang sangat indah dipandang atau bisa menjadi tempat sampah yang tidak terpakai atau bisa saja teronggok di sudut ruang tidak terpakai dan lembab… Kardus bisa juga tersusun rapi layaknya di supermarket atau menumpuk di sudut gudang berantakan dan tidak sedap di pandang. Ya seperti hakikatnya sebuah benda mati maka penampakan dan keberaturannya sangat tergantung kepada pihak-pihak yang menguasainya.

Fenomena yang gue sadari dari orang Indonesia adalah ketidak mampuannya untuk mengatur diri sendiri, sehingga memerlukan tangan-tangan dan intervensi pihak lain untuk mengatur dan menjadi teratur. Ini gue sangat percaya lahir bukan dari rendahnya atau kurangnya regulasi di Indonesia.. tapi karakter, kita berbicara karakter bangsa Indonesia (atau orang-orang yang tinggal di pulau Jawa??) untuk tidak disiplin, pragmatis, short minded, egois dan individual minded… ya itulah orang Indonesia.

Fenomena yang membuat gue teringat hipotesis ini adalah kejadian beberapa hari terakhir dengan pola transportasi baru. Oh ya, bagi yang dulu tahunya gue tinggal di sekitaran Ciledug, sekarang gue sudah pindah tinggal di Karawaci bersama my lovely wife.. Hari pertama naik bus dari tangerang, ada segerombolan pria berbaju biru (Dishub Kota Tangerang) dengan memegang Speaker phone yang mengatur para penunggu bus untuk tidak menunggu bus di jalan dan untuk berdiri di trotoar sebagaimana seharusnya, ditambah untuk bus berhenti pada tempatnya.. AJAIB!!! Semua orang mengikuti, penumpang menunggu bus di trotoar dan bus berhenti pada tempat yang ditentukan (tidak demand driven oleh penumpang). Luar biasa!!!! Dan seperti layaknya penegakan hokum di Indonesia yang anget2 tai ayam… maka semakin ke sini, jumlah petugas berbaju biru pun berkurang dengan penegakan yang juga semakin berkurang.. Akibatnya, secara ajaib pula setiap orang kembali ke pola yang lama, penumpang menunggu bus sampai ke badan jalan dan bus berhenti seenaknya sesuai dengan penumpang yang melambaikan tangan… Ajaib bukan….

Ok, dari kasus itu… maka apakah salah kalo bisa gue bilang manusia-manusia Jakarta dan sekitarnya itu modelnya kaya kardus.. yang bisa bagus penampakan fisiknya apabila diatur oleh sesuatu yang bersifat berkuasa dan bisa teratur apabila ada yang mengatur pake tongkat atau semacamnya….. padahal kita pun tahu yang mengaturpun memiliki karakter hampir sama dengan yang diatur… jadi sangat redundant tentunya hasil dari upaya pengaturan dan penegakan…

Orang-orang ada yang bilang perlu pemerintahan tangan besi untuk mengatur orang Indonesia. Saya amat tidak sepakat dengan pernyataan ini.. karena ini sama saja dengan membenarkan tindakan penjajahan VOC dan rejim Orde Baru di masa lalu. Ada yang bilang ini masalah pendidikan. Bisa dikatakan benar, karena pendidikan yang ada di republic ini sebenernya sudah lumayan baik. Hanya saja tidak menjawab persoalan karakter dari bangsa ini yang telah saya sebutkan di atas.

Manusia kardus adalah manusia-manusia yang tidak mau mengatur diri sendiri dan memiliki kecenderungan untuk tidak teratur apabila tidak diatur… Perlu sebuah stimulant otoriter dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atau diberikan kekuasaan untuk membuatnya menjadi teratur…

Karakter seperti ini sering di salah persepsikan oleh para pengambil kebijakan dalam melihat segala permasalahan dengan membuat seribu satu regulasi, dengan asumsi bahwa dengan adanya seribu satu peraturan ini maka permasalahan akan selesai… benar kah?? Contoh: perda DKI soal pelarangan unggas di permukiman.. kenapa pemerintah DKI merasa perlu untuk mengeluarkan peaturan ini. Padahal logika sederhana nya seharusnya penduduk akan tidak memelihara unggas dengan maraknya kasus flu burung bukan.. tapi tidak, logika itu tidak berlaku di Republik ini, harus ada aturan yang memerintahkan untuk mengatur dan membuat segala lebih teratur…

Itu baru satu sisi masalah. Belum lagi masalah penegakan oleh sang pembuat aturan… seribu satu aturan di buat, tapi penegakan menjadi sangat lemah. Kenapa lemah?? Karena orang yang seharusnya menegakkan pun perlu diatur untuk mengatur sehingga segalanya menjadi lebih teratur…. Ngerti gak???

Perlu ada revolusi pemikiran, ideology, pendidikan dan nurani untuk merubah pola Manusia Kardus menjadi manusia seutuhnya dimana dapat mengatur dirinya sendiri… Apakah kita perlu belajar dari Singapura yang penduduknya disiplin?? kayanya gak perlu. Secara itu Cuma satu etnis dan luasnya Cuma seuprit…. Jadi gak bisa copy paste dunk…

Terakhir untuk disimpulkan.. Perlu ada nurani untuk menyembuhkan nurani. Butuh kesadaran untuk menumbuhkan kesadaran. Perlu revitalisasi ideologi untuk mendobrak ideology. Yang terakhir perlu manusia seutuhnya untuk membangunkan manusia-manusia kardus…

-Catuy-

NB : Terima kasih buat istri ku yang memberikan ide…


Iris

(by Goo Goo Dolls)



And I'd give up forever to touch you,

Cause I know that you feel me somehow.

You're the closest to heaven that I'll ever be,

And I don't want to go home right now.


And all I can taste is this moment,

And all I can breathe is your life,

And sooner or later it's over,

I just don't want to miss you tonight.


And I don't want the world to see me,

Cause I don't think that they'd understand.

When everything's meant to be broken,

I just want you to know who I am.


And you cant fight the tears that ain't coming,

Or the moment of the truth in your lies.

When everything feels like the movies,

Yeah you bleed just to know you're alive.

And I don't want the world to see me,

'Cause I don't think that they'd understand.

When everything's meant to be broken,

I just want you to know who I am.


And I don't want the world to see me,

Cause I don't think that they'd understand.

When everything's meant to be broken,

I just want you to know who I am.


And I don't want the world to see me,

Cause I dont think that they'd understand.

When everything's meant to be broken,

I just want you to know who I am.

I just want you to know who I am.

I just want you to know who I am.

I just want you to know who I am.

Comments:
  • Hmm....
    Terkadang itulah kelemhan demokrasi...yang banyak suara yang menang, jadi peraturan pun ngga jelas
    Posted by Anonymous raffaell @ 7:34 PM
     
  • Numpang baca.., lucu.., khususnya di bagian 'orang yg tinggal di pulau jawa", maksud lo orang jawa kali ya!! Bukan maksud gw rasis, tp mari kita jawab jujur, iya kan?!

    Kl menurut gw, mkn masing2 kita harus bisa menjawab ini dulu: saat kita jadi penumpang disana, dan petugas tidak ada, apa yg akan kita lakukan? tetap mau nunggu di trotoar kah? ato...

    -ita-
    Posted by Anonymous Anonymous @ 11:43 PM
     
  • Kata orang demokrasi itu buruk. Tapi sistem lain jauh lebih buruk. Jadi memang begitulah adanya. Demokrasi tidak terus menyelesaikan masalah. Yang kuat, yang banyak, menang.
    Posted by Anonymous Atniga Tayadih @ 2:55 AM
     
I'm Back
Monday, January 15, 2007

Huh Finally I can write again….

Mungkin yang suka ngintip-ngintip blog gue agak sedikit bosan dengan tulisan yang terpampang diblog gue.. kenapa gak berubah-ubah. Iya, memang sudah sebulan lebih gue gak posting di Blog ini…

Ada beberapa hal yang membuat gue gak menulis :

  1. Koneksi internet yang terganggu

Iya.. gara-gara gempa di Taiwan. Maka koneksi gue ke Blgospot terganggu. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan maintenance tahunan dari server kantor yang menyebabkan koneksi internet di kantoper gue byar pet kaya lampu.. kadang nyala, lebih banyak mati….. jadi agak kesulitan terhubung dengan internet. So selama 2 minggu terakhir di bulan desember, gue nyaris tidak terhubung dengan internet. Ini persoalan teknis tentunya, tapi sangat signifikan ternyata.

  1. Beban pekerjaan akhir tahun

Pola pekerjaan di kantor gue adalah membuat banyak sekali laporan kegiatan di akhir tahun dan terus terang ini benar-benar menyia waktu dan energi gue sampsi titik energi penghabisan. Manusia pada hakikatnya memiliki daya konsentrasi yang terbatas. Sehingga menulis blog menjadi sebuah pekerjaan yang berat dan teramat sulit, manakala di saat bersamaan pekerjaan menulis yang lainnya menumpuk dan harus di selesaikan pada hari yang ditentukan. Ya itulah kelemahan gue, tidak bis amenulis banyak hal dengan topic berbeda pada waktu bersamaan. Mungkin ini pula yang menyebabkan gue tidak mampu menyelesaikan buku gue yang pertama, yang gue sendiri gak tahu mau bikin apa..

Hal ini mempengaruhi pula terhadap keaktifan gue di milis-milis yang gue ikuti atau membalas e-mail dari teman…. Kalo ini alasan substansif…

  1. Nikah

Siapa yang nikah??? Gue donk yang nikah.. bagi yang mencium beberapa tulisan terakhir gue menyerempet ke hal itu.. ya tebakan anda benar 100%. Gue menikah pada tanggal 7 januari 2007. dan ternyata benar, menikah itu menguras banyak waktu, pikiran, tenaga dan sumber daya lainnya. Samapi-sampai gue tidak mengikuti kebiasaan para blogger untuk mengumumkan pernikahannya di blog.. hal ini gue lakukan bukan untuk mempertahankan status single di dunia maya. Tapi karena kombinasi factor 1 dan 2 ditambah dengan factor ini, menyebabkan posting pemberitahuan mau menikah pun tidak sempat. Pemberitahuan di milis yang gue ikuti pun baru gue lakukan H-5 pernikahan gue.. gue juga tidak mengumumkan di YM sebagaimana orang lain lakukan.. pokoknya bener2 hectic banget….

Ya itulah 3 faktor yang menyebabkan gue harus dengan terpaksa hiatus dan menghilang dari dunia maya…

Saat ini gue sedang menapaki hidup baru gue.. mencoba melukis sejarah dengan Istri gue tercinta… yang jelas gue lebih memandang positif hidup saat ini.. walau kebayang masalah besar di hadapan gue yang menghadang… tapi selama dilalui dengan istri dan dilandasi niat ikhlas.. semua pasti bisa dilalui

For all of you, gue akan kembali dengan tulisan-tulisan yang lebih nendang tentunya……

-Catuy-

NB :

for my wife : I just want to tell everyone that I Love u (maaf bagi yang jomblo pasti BT ya….)

beberapa foto kawinan gue http://catuy.multiply.com/photos/album/5

Comments:
  • oooo libur blogging karena berbulan madu tho. Selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng, mas :D
    Posted by Anonymous Hedi @ 9:31 PM
     
  • Selamat berbahagia Tuy, maaf nggak dateng ya kemaren!

    Tapi gua dateng nggak dateng lo tetep nikah kan :D
    Posted by Blogger ikram @ 3:55 PM
     
  • Konkrit juga. Selamat nempuh hidup baru. Jangan lupa sama teman yang satu ini  
  • Met Berbahagia tuy.... walaupun gw ga diundang/dikabarin.....
    Posted by Blogger dhito @ 11:21 PM
     
  • lha Mas, kok nggak ngundang2 siihhhh...
    Selamat menempuh hidup baru, selamat meniti hari yang lebih indah dengan istrinya, semoga terus berbahagia atas anugrah terindah.
    Ditunggu postingan "catuy yunior" di tahun depan :D
    Posted by Blogger Giel @ 12:21 AM
     
  • selamat, selamat!! :)
    Posted by Anonymous amellie @ 10:32 AM
     
  • iye deh tuy.. kaga usah bilang-bilang.. yang penting jadi.. walopun gw tau juga gak baka dateng.. hehehe..
    Posted by Blogger Dimas @ 2:26 AM
     
Copyright © 2007 Catur