ANTARA INDONESIA DAN IRAN….. ADA SANKSI DISANA….
Monday, March 26, 2007

Mungkin gue agak bloon atau rada-rada bodoh soal diplomasi. Maybe one of my friend from external affairs will explain more about it. Tapi ada kejanggalan atau mungkin keteledoran dari sikap Pemerintah RI, yang saat ini duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, untuk menyetujui resolusi PBB yang menyatakan hukuman terhadap Pemerintah Iran terkait dengan program pengayaan urnium untuk perdamaian.. ini bentuk sebuah inkonsistensi sikap.. atau gue aja yang bodoh soal diplomasi

Melalui resolusi 1747 Dewan Keamanan PBB memberikan sanksi terhadap Iran soal pengayaan uranium yang dilakukan oleh Pemerintah Iran. Poin-poin penting yang ada dalam resolusi yang disponsori oleh Amerika, Inggris Prancis dan German secara garis besar adalah sebagai berikut

  • notes that a solution to the Iranian nuclear issue would contribute to global nonproliferation efforts and to realizing the objective of a Middle East free of weapons of mass destruction, including their means of delivery;
  • emphasizes the importance of political and diplomatic efforts to find a negotiated solution and that an offer of economic and diplomatic incentives made by the United States, Russia, Britain, France, Germany and China to Iran remains on the table; reaffirms that Iran shall without further delay implement UN Resolution 1737 and relevant IAEA resolution to suspend its nuclear enrichment activities and requests within 60 days a further report from the Director General of the IAEA on whether Iran has complied with these resolutions;
  • expands a list of Iranian officials and companies targeted for financial and travel restrictions;
  • slaps an assets freeze on individuals and entities involved in Iran's nuclear and ballistic missile programs;
  • bans Teheran from exporting arms, calls on states to "exercise vigilance and restraint" in shipping any heavy weapons to Teheran;
  • calls on nations and institutions not to offer new grants, financial assistance, or concessional loans to the Iranian government except for humanitarian and development purposes;
  • stresses the authority and role of the IAEA and underlines that the Iranian nuclear issues shall be resolved within the framework of the IAEA;
  • The UN Security Council would suspend all the sanctions if Iran complies with the council's demands within 60 days. Otherwise, the council will seek further actions under Article 41 of Chapter 7 of the UN charter which excludes the use of military force.

Bulan Mei lalu, saat Presiden Iran DR. Ahamdinejad bertemu dengan SBY, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan keduanya

“Indonesia percaya, menyangkut program nuklir untuk kepentingan damai yang dikembangkan di Iran itu akan dapat diselesaikan secara baik dengan mengutamakan negosiasi dan penyelesaian diplomatik, yang tentunya memerlukan peran dan pelibatan dari banyak negara di tingkat internasional,” (Presiden SBY).

Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyampaikan ucapan terimakasih atas penyambutan delegasi Iran oleh pemerintah Indonesia yang hangat. Ahmadinejad berharap kunjungannya ke Indonesia dapat mengembangkan hubungan bilateral antara dua negara dengan lebih baik lagi.

Posisi Indonesia sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB, memberikan peluang kepada Indonesia untuk berperan aktif dalam pengmabilan keputusan strategis di PBB, sebagai lemabag (yang katanya) berdiri diatas semua kepentingan Negara. Harapan yang ada waktu itu adalah Indonesia mampu mempengaruhi atau minimal angkat suara dalam keputusan-keputusan sepihak yang dikeluarkan Amerika dan konco-konconya terhadap Negara-negara sahabat yang tertindas, seperti Iran, Palestina dan lain-lain. Apa lacur, yang terjadi kemudian adalah Indonesia MENDUKUNG (bukan hanya menyetujui) sanksi yang diberikan kepada Pemerintah Iran.

Kalau kita lihat poin-poin diatas, maka kita dapat melihat bahwasany sanksi tersebut merambah ke wilayah ekonomi dan kesejahteraan.. sama seperti Irak pada saat paska perang teluk. Berarti secara logika, Indonesia menyetujui “pengebirian” kegiatan ekonomi dan bantuan-bantuan (yang bersifat meningkatkan kesejahteraan) terhadap Iran. Padahal Iran amat kooperatif mengikuti program pengawasan pengembangan proliferasi nuklir secara ketat oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Ahamdinejad sudah menyatakan "Sejauh ini sudah ada 2.000-an inspektur IAEA yang mengawasi fasilitas nuklir Iran. Laporan yang disampaikan IAEA juga tidak pernah menyinggung temuan pelanggaran (Iran) terhadap ketentuan IAEA,"

Yang kemudian menjadi pertanyaan bagaimana kah sikap sesungguhnya Pemerintah Indonesia mengenai resolusi ini??? Apakah Indonesia hanya menjadi tukang stempel keputusan sepihak Amerika dan konco-konconya..?? ataukah Indonesia hanya korban keputusan kolektif dari sebuah lembaga?? Apabila yang terjadi yang kedua, maka saya masih bisa menerimanya,.. tapi apabila yang terjadi yang pertama, saya akan bilang “ udah gila kali pemerintah Indonesia”.

Dalam pembukaan UUD 1945 (BTW ini belum diganti kan????) disebutkan

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Untuk kasus resolusi ini, saya tidak melihat sebuah konsistensi yang jelas dari sikap pemerintah dengan tujuan bangsa ini yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Seharusnya Pemerintah dapat menilik laporan yang telah dikeluarkan oleh IAEA tentang pengayaan uranium di Iran. Apakah ada indikasi pelanggaran di sana?? Adakah indikasi pengembangan WMD (weapon of mass destruction)?? Apakah resolusi ini dapat mengarah kepada episode irak versi Iran??? Karena sejatinya sebuah keputusan politik itu dilalui sebuah proses analitik yang komprehensif. Saya percaya hal itu sudah dilakukan oleh tim Duta besar PBB, akan tetapi keputusannya mengecewakan saya sebagai Rakyat Republik Indonesia dan Pemilih dari SBY-JK.

Ada beberapa hal yang perlu untuk diklarifikasi oleh Pemerintah Indonesia

  1. Bagaimana sebenarnya posisi Pemerintah terhadap resolusi 1747
  2. Bagaimana komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak yang sama untuk setiap bangsa di Dunia
  3. Bagaimana posisi dan sikap Pemerintah terhadap permasalahaan pengayaan uranium Iran??
Hal ini harus jelas terjawab untuk mengetahui posisi Pemerintah Indonesia yang terkesan ikut-ikutan kemauan AS dan konco-konconya. Ataukah SBY akan berpidato cantik seperti biasanya dengan pesan yang tidak jelas... tolong dunk jangan ada dusta diantara Pemerintah dan saya

-Catuy-

Jangan Ada Dusta

Ketika pertama kujumpa denganmu
Bukankah pernah kutanyakan padamu kasih
Takkan kecewakah kau pada diriku
Takkan menyesalkah kau hidup denganku kasih

Memang kau bukan yang pertama bagiku
Pernah satu hati mengisi hidupku dulu
Dan kini semua kau katakan padaku
Jangan ada dusta di antara kita kasih

Semua terserah padamu aku begini adanya
Kuhormati keputusanmu, apapun yang akan
Kau katakan, sebelum terlanjur kita jauh
Melangkah, kau katakan saja


Comments:
  • Catuy ini suka pura2 nggak tahu deh. Presiden kita kan memang terkenal plin-plan.

    Eh apa tuh bahasa sopannya? Berhati-hati dalam membuat keputusan sehingga terkesan matang.
    Posted by Blogger ikram @ 8:24 AM
     
  • Satu yang jadi masalah ku nih, kenapa ketertarikan ku dengan hal semacam ini susah sekali ya, dulu aku suka lo yang kayak gini, tapi sekarang kayak yang males nge bahas nya......

    Btw, nice post
    Posted by Anonymous Raffaell @ 7:17 PM
     
  • Menlu kita mengelak tudingan Indonesia mengkhianati Iran. Coba dibedah argumennya :

    1. Indonesia berhasil memperjuangkan perluasan Traktat Non-Proliferasi Nuklir --> Tidak tercantum di resolusi, bahakan di catatan kakinya pun

    2. Usulan kawasan Timteng bebas nuklir --> Tidak ada di resolusi, dengan keberatan amerika tentunya

    3. Usulan pengembangan nuklir untuk tujuan damai--> engga ada juga

    JAdi kesimpulannya : NOL BESAR!!
    Sudah lupakan saja peran kita di DK PBB dan Dewan HAM PBB
    Posted by Blogger agung @ 3:14 AM
     
  • jadi kangen ama soekarno dulu...nggak ada yang berani ama indonesia waktu itu...
    Posted by Anonymous imcw @ 12:08 AM
     
  • Pemerintah saat ini memang perlu direvolusi.
    Posted by Blogger Kang Kombor @ 6:11 AM
     
  • Dalam hal ini, saya rasa Indonesia memang benar-benar keterlaluan. Indonesia ga berani bilang: "Amerika stop juga program nuklir-mu. Ga ada gunanya dia masuk DK PBB. Indonesia sekarang sok bijak  
  • dustanya keliatan semua gitu lho. mau nyanyi yang pake judul "jangan" pun, muka "mereka" tetep kebo semua cat.
    Posted by Blogger -FM- @ 4:53 PM
     
KITA BENER-BENER BUTUH NEGARAWAN
Thursday, March 15, 2007

Sudah pada hakikatnya setiap masyarakat untuk dipandu oleh orang-orang terpilih untuk mengarahkan bentuk serta arah gerak sebuah kelompok, masyarakat dan negara. Karena sudah dari sononya pula, manusia2 yang berkumpul dalam jumlah banyak memiliki kecenderungan untuk kesulitan membuat konsesus untuk bergerak bersama. Ya seperti kata orang “kalau ada 10 orang dalam satu ruangan, maka akan ada 456 solusi”. Dari kondisi seperti ini lah para pemimpin muncul. Para pemimpin yang mengawal pergerakan sebuah kelompok dan mengarahkan tujuan sekumpulan manusia yang tidak tahu harus kemana. Secara naluriah atau mekanistis, para pemimpin muncul untuk membuka jalan sebuah kelompok menuju tujuan bersama yang disepakati.

Dalam era demokrasi, para pemimpin masyarakat dan negara dipilih melalui sebuah proses pemungutan suara yang panjang dan (terkadang) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan dalam negara yang masih dalam era demokrasi transisi, biaya politik bisa menjadi sangat besar melebihi biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tapi hal ini sah-sah saja tentunya, dengan asumsi bahwa dengan melalui proses yang panjang ini maka akan terpilih wakil dan pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk. Hipotesis yang aneh???? Anyway, kita di sini tidak untuk berputar di topik ini.

proses demokratisasi yang terjadi paska jatuhnya orde baru, membawa Indonesia menuju sebuah konstelasi dan dinamika politik baru. Dimana bermunculan pemain-pemain politik baru dan kebebasan berekspresi yang semakin luas, yang membawa angin segar bagi kehidupan berpolitik dan bernegara di Indonesia. Paska disahkannya UU Pemerintah daerah dan UU Pemilu di tahun 2004, dimana kepala daerah dipilih secara langsung, hawa kebatinan politik (meminjam istilah politisi PDI-P) Indonesia pun memasuki sebuah era baru. Masyarakat diberi kesempatan untuk ikut menentukan nasib para politisi yang memperebutkan kursi eksekutif di tingkat nasional dan lokal. Panggung politik dan ruang publik yang selama ini merupakan konsumsi para politisi, dimasuki oleh masyarakat sebagai decision voter.

Teorinya para pemimpin yang dipilih merupakan para pemain yang telah diseleksi oleh masyarakat luas untuk kemudian disaring dan ditentukan siapa yang layak atau tidak layak, siapa yang korup dan tidak korup, siapa yang pro rakyat dan pro kelompok. Idealnya itu yang terjadi dalam sistem yang dirancang setelah melalui proses panjang perenungan akademis dan perjalanan sejarah yang berliku. Kalau kata temen saya yang lain mah “namanya juga sistem buatan manusia, mana ada sih yang sempurna”. Sistem demokrasi di pilih sejatinya bukan karena itu sistem yang paling sempurna, akan tetapi merupakan sistem yang paling diterima oleh dunia internasional dan masyarakat. Tetapi, prasyarat ideal yang harus dipenuhi seharusnya terdiri dari dua komponen 1) masyarakat yang cerdas secara politik, dan 2) pemimpin yang negarawan.

Apa yang kemudian terjadi di Indonesia saat ini, saya kesulitan utuk menentukan apakah ini merupakan realita dan konsekuensi dari dinamika politik yang terjadi ataukah bentuk egoisme kelompok yang buta. Karena sepertinya apa yang terjadi,tidak lebih dari sekedar bagi-bagi kekuasaan saja.

Menteri yang gagal dalam menjamin keselamatan penumpang transportasi, tenang-tenang saja meneruskan jabatannya. Menteri yang gak pernah ngantor dan ngurusin partainya,membiarkan daerah tertinggal tetap tertinggal. Ada lagi isu menteri yang bagi-bagi beras murah dengan pesan sponsor dari partainya. Ada menteri yang ngurusin orang miskin, tapi enggan untuk melihat orang miskin secara utuh. Katanya sih mereka professional., tapi apa??? Kalo mereka benar-benar professional, lalu mengapa kegagalan ini terus terjadi. Kenapa angka pengangguran kita masih diatas 10 juta,kenapa angka kemiskinan masih berkisar 45 juta KK, kenapa masih sering pesawatjatuh, kenapa harga beras semakin membumbung….. APA ini.???

Desakan reshuffle yang datang dari partai-partasi politik pun kental nuansa ingin menempatkan kadernya untuk duduk di kursi menteri. Profesionalisme?? BAH!!! Cuma Prof. Boediono kayanya yang dapat dikatakan professional hasil reshuffle kemarin… walaupun ternyata yang professional belum tentu yang berhasil…

Kita butuh para pemimpin yang negarawan, dimana memikirkan kepentingan bangsa dan Negara dan bukan kepentingan sesaaat. Paradigma bernegara seharusnya menjadi semangat dalam berpolitik. Saya pikir semua berpikir hal yang sama…

Menjadi pejabat public bukanlah masalah kapling mengkapling. Ini isu lama, yang sudah didengungkan, pada saat saya masih menjadi mahasiswa di jalan.

Apakah ini sebuah kesalahan kapasitas dan paradigma para pemimpin yang belum mengedepankan kepentingan rakyat. Ataukah ini sebuah kesalahan system yang dipilih untuk melakukan pemilihan pemimpin.

Apapun itu. Para pemimpin harus benar2 melihat kondisi masyarakat. apakah tepat mendeklarasikan seorang calon Gubernur di Ritz-Carlton, padahal nyata-nyata dia berkontribusi terhadap banyak permasalahan yang terjadi di Jakarta. Menyindir ke satu orang?? MEMANG!!!!! TERUS KENAPA??????? GUE KAN BUKAN MAHASISWA LAGI, JADI BOLEH DUNK GAK NETRAL……….

Tanya kenapa??? Tanya ke Siapa???

-Catur-

sedang muak dengan kelakuan politisi kampung…



MANUSIA SETENGAH DEWA (iwan fals)
Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa


Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini

Comments:
  • Eh Tuy, sori salah. Yang tadi reject aja ya (untung ada moderasi). Gua lg buka dua blog.

    Mmh, Sri Mulyani dan Mari Elka Pangestu... bukannya profesional juga?
    Posted by Blogger ikram @ 9:24 AM
     
  • kemana aja tuy...
    yuk didik diri biar bisa mendidik generasi penerus supaya nerusin yg baik2, ninggalin yg bobrok2 kayak gini, dan jadi lebih baik (tata bahasa gw memprihatinkan ya...)
    Posted by Blogger wpurtini @ 9:45 PM
     
  • Salam kenal juga! Tulisan-tulisannya banyak yang menarik nih.. :D *baca lagi*
    Posted by Anonymous Setiawan @ 4:05 AM
     
  • Wah... saya jadi ingat kalau saya pernah menulis bahwa negara kita ini tidak lagi punya pemimpin yang visioner.
    Posted by Blogger Kang Kombor @ 6:21 AM
     
advertisement
KUNJUNGI

MDG in BLOG

Mainan Baru


NB : Gue gak Pindah Blog Kok
Comments:
  • Ini blog politik yah...memberantas kemiskinan, hmmmm, konsep dan frameworknya ada 8, hmmm, mesti di pelajari dulu, ada persentasinya ngga...hehehe
    Posted by Anonymous Raffaell @ 5:46 PM
     
MDG dan pemilik BLOG
Sunday, March 11, 2007

"We will have time to reach the Millennium Development Goals – worldwide and in most, or even all, individual countries – but only if we break with business as usual.
We cannot win overnight. Success will require sustained action across the entire decade between now and the deadline.
It takes time to train the teachers, nurses and engineers; to build the roads, schools and hospitals; to grow the small and large businesses able to create the jobs and income needed. So we must start now. And we must more than double global development assistance over the next few years. Nothing less will help to achieve
the Goals."

United Nations Secretary-General
Kofi A. Anna

Mungkin ada beberapa yang kurang paham mengenai blog sebelumnya.. kok tiba-tiba ujug-ujug nongol mengenai MDG (Millennium Development Goals ) dan kamapnye soal itu. Bagi orang-orang yang sudah bergerak di bidang pemerintahan atau pembangunan, terminologi MDG mungkin sudah familiar . Tapi kayanya gak ada ruginya juga buat gue untuk memberikan informasi sekilas mengenai MDG.

MDG dilahirkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan September 2000, di mana sebanyak 189 kepala pemerintahan negara-negara anggota PBB menyepakati Deklarasi Milenium. Para pemimpin tersebut berkomitmen untuk mengadopsi Millenium Development Goals (MDG) yang terdiri dari delapan tujuan beserta dengan seperangkat indikator dan target-targetnya. Setiap negara yang telah berkomitmen dengan demikian memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan upaya-upaya dalam rangka pencapaian tujuan bersama tersebut, baik dalam lingkup internal masing-masing negara maupun dalam kerangka kerjasama dan kemitraan antarnegara. Dalam konteks inilah, MDG dimaksudkan sebagai benchmark bagi kemajuan pelaksanaan oleh negara-negara anggota, khususnya negara berkembang termasuk Indonesia.

MDG disepakati untuk di penuhi oleh negara-negara berkembang pada tahun 2015, tujuan-tujuan tersebut meliputi:

  1. MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN
  2. MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA
  3. MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
  4. MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK
  5. MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
  6. MEMERANGI HIV/AIDS, MALARIA, DAN PENYAKIT LAINNYA
  7. MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
  8. MEMBANGUN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN

Tujuan-tujuan ini kemudian diharapkan untuk di internalisasikan oleh masing-masing negara yang kemudian akan diterjemahkan menjadi sebuah policy action dengan time line sampai tahun 2015. Tujuan ini, gue anggap sebagai sebuah spirit bersama antara Negara-negara di dunia untuk bergerak bersama, melakukan secara bersama-sama dan simmultan perbaikan kualitas hidup manusia. Sehingga pada akhirnya jurang antara si kaya dan si miskin akan semakin mengecil.. (walau tentunya tidak bisa mutlak dihilangkan)

Sebagai sebuah semangat dan visi bersama, Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal. Walau diakui pula bahwasanya pencapaian ke delapan tujuan tersebut membutuhkan biaya yang amat besar. Tapi sebagai sebuah platform, hal ini dirasakan positif dalam mengakselerasi kinerja pemerintah dalam memenuhi hak dasar. Karena tanpa atau dengan adanya MDG, tujuan2 tersebut merupakan nilai-nilai yang mememang harus dikerjakan oleh setiap Pemerintah di seluruh Dunia.

Sebenernya prinsip yang hendak dibangun dengan komitmen ini adalah kerjasama antara Negara berkembang dengan Negara maju untuk memenuhi tujuan-tujuan ini. Dimana Negara maju akan memberikan bantuan kepada Negara berkembang untuk mencapai MDG melalui transfer teknologi, perdagangan, pemberian pinjaman lunak, hibah ataupun penghapusan utang,. Hal itu tertuang dalam tujuan ke delapan, sedangkan tujuan 1-7 merupakan hal-hal yang harus dicapai oleh Negara berkembang, seperti Indonesia.

Banyak pihak yang menyatakan bahwasanya MDG merupakan alat untuk Negara maju dalam menyusun platform baru agar Negara berkembang untuk membuat hutang baru. Yang kemudian dilupakan oleh orang-orang adalah hal itu hanyalah 1 komponen dari 8 komponen MDG yang diharapkan untuk dicapai. Akan lebih baik apabila komponen-komponen tersebut dapat dicapai melalui sumber pembiayaan sendiri. Sebagai gambaran saja untuk mencapai tujuan MDG di bidang air minum sampai tahun 2015, dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 27 Triliun.

Lah kok tiba-tiba blog ini jadi ngomongin MDG.. ya sah-sah saja apabila gue sebagai seorang Individu yang merasa simpatik dengan MDG, turur serta untuk mempromosikan soal MDG ke khalayak ramai. Gue sebenernya mau bikin blog khusus untuk MDG yang merepresentasikan individu dan bukan lembaga. At least ini salah satu hal yang bisa gue lakukan untuk mendorong peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Melalui kampanye virtual ini, mudah-mudahan banyak yang akan tersosialisasi. Karena MDG saat ini baru omongan di ruang rapat dan konferensi. Sudah saatnya mungkin mebawa topik MDG ke dunia maya dan warung kopi

“We know what to do

We know when to do it

We know who should do it

We have adequate resources

We can monitor progress

There is no excuse not to fulfil the…

Millennium Development Goals

-Catuy-

Promosi MDG untuk kepuasan diri sendiri (tidak dibayar dan tidak ditunjuk maksutnya)

About MDG in UN Website

MDG Campaign

LAPORAN PROGRESS MDG by BAPPENAS

Global Data Monitoring System

NB : ada yang berbaik hati mau ngebantuin bikin templet BLOG MDG ???

Comments:
  • wah mas. sepertinya fasih banget mengenai MDG. nanya2 ya mas..mau nanya mengenai MDG tapi point yang ke 6. yaitu mengenai HIV dan aids..nah.. kan MDG sudah 6 tahun berjalan di Indonesia. kira2 kendala2 apa sajakah yang di alami oleh MDG dalam merealisasikan point yang ke 6 mengenai HIV? dan dana yang di berikan MDG pertahunnya untuk mengatasi HIV berapa mas>tau ga? (infonya donk)
    Posted by Anonymous Anonymous @ 7:43 AM
     
Fight Against Poverty
Thursday, March 08, 2007

“We know what to do

We know when to do it

We know who should do it

We have adequate resources

We can monitor progress

There is no excuse not to fulfil the…

…Millennium Development Goals”



Comments:
Kita Besar Karena Bencana
Tuesday, March 06, 2007

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS 2 : 286)


Sepotong kalimat dari Allah ini menjadi bermakna beberapa hari terakhir ini. Katika melihat bencana longsor di manggarai, gempa bumi di Sumatra Barat (di beberapa kota yang gue lewati pada saat gue ke Sumbar –lihat di sini), dan yang baru terjadi beberpapa jam lalu kebakaran pesawat Garuda di Yogyakarta (FYI : gue pernah naik pesawat ini dari Jakarta jam 05.45).. Masih ditambah lagi kejadian banjir di Jakarta, gempa bumi, kecelakaan pesawat Adam (2 kali di tahun ini), Gempa Bumi di Yogyakarta, Kecelakaan kapal Levina dan Suropati di laut jawa, Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Kecelakaan Pesawat Lion Air di makasar jurusan Gorontalo-Jakarta (dimana gue beberapa kali naik pesawat ini juga), dan tentunya bencana paling fenomenal di pemerintahan SBY yaitu gempa dan tsunami di Aceh.

Dalam setaiap peristiwa mulai dari ahli geologis, menteri, ahli transportasi, sampe paranormal sekaliber mama Lauren atau ki Joko Bodo ikut urun pendapat dan saling memberikan pendapat. Ada yang bilang ini karena bumi di Indonesia yang sudah tua jadi memamng jamannya bencana, ada yang bilang manajemen pemerintah yang buruk sehingga tingkat pelayanannya jelek. Ada juga yang bilang karena SBY bawa sial, segala macam analisa dan kesimpulan pun ramai2 di berikan.

Menurut saya, prinsip dalam berkehidupan adalah semakin seseorang/masyarakat mendapatkan tekanan, maka akan semakin banyak pelajaran yang dapat diambil yang pada akhirnya semakin mendewasakan dan mematangkan seseorang. Tanpa ada masalah/cobaan, maka seseorang akan selalu hidup dalam sebuah kenyamanan. Memang tidak harus selalu ekstrem tapi masalah atau cobaan mengakselerasi pendewasaan seseorang.

Indonesia mungkin sedang mengalami hal ini. Jaman Gusdur dan Megawati, jenis cobaan yang datang lebih banyak karena factor manusia, seperti kerusuhan social, demonstrasi, terorisme (bom bali, kuningan, dll). Akibat dari ini, Indonesia memiliki pasukan anti teroris yang cukup diakui dunia yang sekarang dijalankan pada masa SBY. Mungkin lima tahun ini Indonesia akan dicoba melalui bencana-bencana alam. Gue memperkirakan di masa depan, akibat dari segala bencana ini, Indonesia akan memiliki manajemen transportasi yang lebih baik dan manajemen penanganan bencana yang lebih trengginas… ya dengan catatan kita semua dapat belajar dari bencana .

Momen kepahlawanan sebuah bangsa muncul dari akumulasi momen-momen sejarah yang dipadukan dengan kakrakter kuat dari sebuah bangsa. Saat ini momen-moemn sejarah telah terbentang di Indonesia dan kita telah membuktikan bahwa kita mampu bertahan dan bangkit…

Hal-hal ini memberikan bukti dan (sedikit) kebanggan pada kita sebagai bangsa ini, bahwa kita masih lebih tangguh dibandingkan yang lain. Kita bisa pulih. Tidak ada yang membayangkan aceh menjadi seperti saat ini, dalam 2 minggu Jakarta sudah pulih sepeti sedia kala. Ini lah Indonesia.

Jadi jangan bersedih, jangan berasumsi, jangan berprasangka buruk.. mungkin inilah cara Tuhan mendidik kita untuk menjadi bangsa yang lebih besar…

-catur-

NB :

sedang bersyukur. Soalnya banyak kecelakaan dan bencana terjadi di media yang sering gue naiki

Turut berduka atas semua bencana yang terjadi di saat 2007 baru memasuki bulan ketiga...

Foto diambil dari reuters.com


BADAI PASTI BERLALU

awan hitam di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran
satu satu jatuh ke pangkuan
kutenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu sebelum ku mencapai
langkahku yang jauh

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

gelisah kumenanti tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang dikau matahari

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

Comments:
  • Amiiiinnn...Amiiinnn....
    (*ngaminin semua do'anya)
    Kadang, sampe suka mikir...
    Mudah2an, semua bencana ini gak bikin kita semua jadi kebal..
    dan malah gak bersyukur...

    P.S. Dulu sering baca, sekarang baru mampir lagi...Halooo..
    Posted by Blogger Mona Luthfina @ 8:17 AM
     
  • Kalo terus-terusan ada bencana gini kan susah juga ...

    Tapi yaa... bener sih ... tekanan (harusnya) membuat kita bisa banyak belajar ...
    Posted by Blogger Edwards @ 12:48 AM
     
Copyright © 2007 Catur