“Kenapa sih lo dukung betti jadi ketua IA??”
“ Tur, lo dikasih laptop ya??”
“ngapain sih dukung perempuan, itu kan gak sesuai dengan syariah??”
“ Tur motif politik lo apa sih?? Lo dijanjiin posisi pengurus IA ya??”
Itu sedikit dari banyak pertanyaan yang datang ke gue selama 2 bulan terakhir, semenjak gue mendeklarasikan diri sebagai pendukung mba Betti Alisjhabana sebagai Ketua IA ITB. Ada beberapa pertanyaan yang langsung gue jawab, tapi ada beberapa pertanyaan yang males untuk gue jawab... seperti pertanyaan laptop diatas. Mungkin terkesan becanda kali ya, tapi pandangan sinis dan cara bicara menunjukkan bahwa pertanyaan itu serius.. gila apa ?? dia pikir ideologi gue Cuma seharga laptop kali ya... kalo seharga 1 rumah di bintaro dan 1 buah mobil ford escape sih boleh lah.. kalo laptop mah.. sori aja brur, gue masih bisa beli sendiri.. gak perlu jualan ideologi politik..
Mungkin buat pembaca blog ini yang bukan berasal dari ITB, gue perlu jelasin sedikit perpolitikan kampus.. pada masa paska reformasi sebenarnya, kekuatan politik dan kelompok kreatif pergerakan kemahasiswaan ITB terbagi menjadi beberapa (versi gue); kelompok Sunken Court (dimotori oleh PSIK), kelompok Salman (mostly kelompok tarbiyah), kelompok SC Barat yang terbagi menjadi dua kelompok unit yaitu LKPD Veritas dan G-10. Hal ini biasanya terlihat pada saat pemilihan presiden KM ITB atau event2 lain dimana ideologi dan kekuatan politik berbenturan.. but in the old days, itu semua bagi kita hany rekreasi politik.. seinget gue belum pernah ada yang bacok2an or tonjok2an di luar forum soal perpolitikan kampus.. kalopun ada pasti gara-gara ego Jurusan atau cewek kali ya...
Pada pemilihan ketua IA ITB yang lalu hal ini pun terulang lagi. Kelompok anak-anak yang dulu pernah tergabung dalam PSIK banyak yang mendukung Mas Hengki, kelompok salman muda mendukung secara aklamasi Bang Hatta, anak2 SC Barat yang dulu aktif di G-10 mendukung Zaid Perdana Nasution (yang merupakan calon paling muda sepanjang sejarah IA ITB, well done bro) dan anak-anak SC Barat yang dulu aktif di Satgas KM ITB dan LKPD Veritas mengalihkan dukungannya ke Mba Betti.
Secara logika historik, seorang Catur seharusnya mendukung Hatta Rajasa. Karena catur punya sejarah yang panjang dengan kelompok tarbiyah dan memiliki teman yang segudang yang berafiliasi dengan Salman.. walau memang, masa muda gue dulu gue habiskan dengan berjibaku di SC Barat bersama beberapa rekan muda (Faradiansyah, Emil, dan Ryan) di LKPD Veritas. Sehingga secara sejarah pun gue punya kedekatan pemikiran dengan rekan-rekan di SC Barat.
Gue selalu melihat diri gue sebagai individu yang harus memiliki sikap dan ideologi sendiri, dan tidak selalu mengikuti arus kuatnya., mungkin itulah yang menyebabkan gue tidak pernah memiliki komunitas solid, karena mungkin terkadang cita-cita komunitas bertabrakan dengan pemikiran gue sendiri.
Inilah yang terjadi pada Hatta Rajasa.. dalam opini saya, HR adalah seorang yang sangat-sangat kompeten untuk menjadi salah satu pemimpin di negara ini.. terlepas dari segala kekurangan yang dimiliki beliau, saat ini dia adalah salah satu putra terbaik bangsa dan almamater. Tapi dalam pandangan gue (yang tentunya masih memiliki kapasitas yang sangat-sangat terbatas), HR bukan orang yang tepat untuk memimipin organisasi “sekecil” IA ITB. Dan itulah akhirnya yang membuat gue harus berseberangan pilihan politik dengan mayoritas rekan-rekan seperjuangan gue di Kabinet dulu... ya that’s life... dalam hal ini saya harus mengapresiasi tinggi rekan-rekan yang dulu pernah demo bareng, mengembara di jakarta buat cari dana, nginep bareng, dan lain sebagainya. Karena mereka menyadari bahwasanya ini hanya masalah pilihan politik sesaat....
Yang jelas yang nuduh gue dapet laptop karena dukung mba betti, pasti bukan orang yang dulu pernah berjuang sama gue..
WHY BETTI????
Pertanyaan Ini mungkin tidak relevan apabila gue jawab sekarang, karena masa2 itu sudah lewat. Tapi penting agar tidak terjadi sesuatu di anatar kita (hahahahaha),
- Mba Betti mencerminkan pemberontakan ideologi gue.. gue tidak suka birokrat menjadi ketua alumni.. dan sekalian aja gue pilih calon perempuan.. jadi istilahnya mah udah gak ngerjain PR di sekolah, sekalian aja bolos...
- Mba betti bisa menyatukan berbagai pihak.. i see her as a symbol of revolution... semua orang yang bergabung di dalamnya kayanya mah ikhlas2 aja ngerjain segala sesuatunya.. tanpa mengharap jabatan, tanpa mengharap proyek.. semua atas nama perubahan...
- yang jelas gue gak dapat apa-apa kayanya.. soalnya kalo di itung-itung, gue inilayer ke 29 kali ya dari tim sukses mba betti. Dia jadi atau tidak jadi ketua IA ITB, kayanya gak ada dampak materiil terhadap gue..tapi justru ini yang membuat gue semangat.. filosofi nothing to lose ini justru membuat semangat...
- gue tetap dukung Milan walau babak belur di liga italia.. karena terkadang mendukung seseorang untuk menjadi sesuatu, tidak didasarkan pada kemenangan.. tapi keinginan kita bahwa nilai2 yang diusung itulah yang pas buat kita.. that’s what happen to me and mba betti. Tidak ada hitung-hitungan politik.. hanya rekreasi politik untuk sebuah nilai perubahan.... Naif kali ya?? Gak papa lah masih muda ini.....
- Yang jelas tim betti banyak temen-temen gue... jadi itung2 di fasilitasi reunian gratis lah.. karena pada kenyataannya kawan2 gue tergabung di dua kandidat, betti dan hatta.....
Jadi rekan-rekan sekalian.. ini bukan soal laptop atau kekuasaan.. ini sebuah semangat perubahan yang ada dalam hati dan pikiran.., ditambah keinginan untuk rekreasi politik...
What’s next????
Pertama-tama gue Mengucapkan selamat buat Bang Hatta Rajasa. Semoga IA ITB dibawah kepemimpinannya tidak seperti yang gue bayangkan.. dalam artian dapat menjadi lebih baik dari perkiraan gue...
Kedua, selamat buat seluruh tim TOGETHER Betti Alisjahbana, semoga perkumpulan ini dapat terus menularkan semangat dan energi positifinya ke orang-orang lain... it’s been nice to work with all of you... banyak senangnya dibanding tegangnya...
Ketiga, ya palingan gue kembali bekerja, menulis blog, gak ngerecokin milis dengan kampanye 2... mencoba mengukir prestasi demi kebanggan almamater...
Keempat, buat rekan-rekan yang lain.. mohon maaf sekiranya ada perkataan saya yang salah selama masa kampanye.. kita masih temenan kan???
Kelima Buat Mba Betti Alisjahbana.. Terima kasih telah memfasilitasi kami yang muda-muda ini untuk be a part of the team.. dan bukan hanya sekedar follower saja.. terima kasih atas kesempatan yang diberikan.. masalah menang atau kalah, itu mah udah rejekinya orang...
C u in the next 4 years.
SALAM HANGAT PENUH SEMANGAT!!!
-Catur-
PL 2000
Proud to be Betti’s Team






Btw, gue kemaren ga nyoblos, sebagai bentuk pemberontakan gue ... ha ha ha
dan gw suka "closing" paragrafnya.. semoga tim together kongkow2 bukan cuma menangin bu betty hehe.. setelah ini apa? tentunya bukan cuma IBM =)
buat kang egi, saya juga ga nyoblos.. bukan karena memberontak kok... karena kalau mau nyoblos harus beli tiket pulang pergi ke austria =)
eniwey, SEANDAINYA gw kemarin itu memutuskan untuk ikut milih ato ikut berafiliasi, mungkin gw jg akan ke Betty atau setidaknya Zaid (walopun tentu udah yakin bakal kalah, tapi minimal menunjukkan sesuatu lah).
Tapi gw tetep gamau milih (untuk sekarang). hehe, mestinya suara buat betty 1807 ya :))