Membumikan politik kita..
Monday, June 15, 2009


Catatan ini terinspirasi dari obrolan dengan seorang teman saya di media yahoo messenger. Seorang sahabat yang lama tak kunjung bertukar kabar dan tukar informasi. Obrolan dimulai dengan kalimat basa basi biasa seperti "apa kabar?", "bagaimana keluarga?", " sehat semua kan ?", dll...

Topik demi topik bergulir sampai kemudian muncul satu pernyataan dari sahabat saya " saya sudah bosan dengan politik, saya sekarang mau menikmati politik sebagai tontongan ringan, bahkan untuk jadi pengamat pun rasanya males". Pernyataan ini menjadi menarik karena diucapkan oleh seorang yang memiliki tingkat kemelekan politik yang cukup b tinggi. Kehidupan mahasiswanya dilalui dengan diskusi politik, aksi demonstrasi, pewacanaan, pembentukan opini, kajian2, dan lain sebagainya.

Tentunya rasa penasaran itu dilanjutkan dengan mengulik apakah yg terjadi? Bukan untuk usil karena penasaran akan tetapi mencari pembelajaran dari tentunya. Saya akhirnya baru tahu ternyata sahabat saya itu mencalonkan diri menjadi caleg di salah satu partai. Singkat cerita dia kalah. Tentunya teman2 kemudian berpikir "mungkinkah skeptis ini muncul dri kekalahan dia???". Jujur saya berpikir demikian. Tapi ternyata tidak..

Saya tidak akan cerita detil tentunya.karena terlalu panjang dan membosankan untuk dipaparkan di note yang direncanakan singkat ini.

Singkatnya sahabat saya tersebut merasa jenuh dengan dunia perpolitikan yang terkadang mengarah kepada penghilangan hak2 warga negara atas nama kepentingan bangsa yang lebih besar.

Lalu kemudian saya mulai menerawang (macem paranormal aja), mencoba mengekstrapolasi apa yang dialami sahabat saya kepada apa yang dialami masyarakat luas.. Mungkinkah kejenuhan politik ini berlangsung massal.. Apakah masyarakat kita tetap se antusias terhadap proses demokrasi?

Masyarakat indonesia saat ini sudah cerdas.. Itu yang terjadi di 2009. Sayangnya elite politik kita tidak sadar terhadap itu. Rakyat kita masih disuguhkan pola2 politik masa lalu. Dangdutan, bagi2 barang, serangan amplop, iklan2 muluk, iklan saling menghujat, dan lain sebagainya... Hasilnya? Tingkat ketidakpedulian masyarakat terhadap proses demokrasi rendah..

Saat ini di masa pemilihan pilpres. Sekali lagi kita lihat pembodohan publik oleh elite yang menganggap masyarakat bodoh dan tidak mengerti siapa yang harus dipilih.. Lagu indomie, deklarasi di tempat sampah , bluffing soal siapa yang paling berjasa di pemerintahan lalu, dan lain-lain.. Semua capres menurut saya tidak bisa melihat jernih bahwa masyarakat kita tidak bodoh dan tidak mudah ditipu oleh capres. Sejak hari pengumuman capres-cawapres, 60 % pemilih sudah tau siapa yang akan dipilih..silahkan di survei.

Tindakan saling menghujat di depan publik dan ketidaksportifan capres makin membuat masyarakat skeptis. Yang dibutuhkan masyarakat adalah sikap ksatria dan sportif. Kalau jdi capres aja tdk sportif, gmana jadi presiden...

Kita kembali ke kasus sahabat saya. Negara ini butuh perubahan, dan perubahan harus dilakukan oleh orang2 yang berpikiran jernih dan kompeten. Perubahan akan lebih sulit dilakukan oleh orang yang menganggap menjadi politisi adalah pekerjaan dan tempat mencari profit..dan kehilangan seorang calon politisi dri kancah perpolitikan adalah sebuah kehilangan besar...

Sangat disayangkan apabila kemudian masyarakat kita pun mengalami hal yang sama dengan sahabat saya. Kejenuhan mereka terhadap perilaku politisi membuat timbul sikap apatis dan skeptis terhadap proses demokrasi dan apa yang dihasilkan dari nya.

Proses demokrasi seharusnya memberikan harapan akan sebuah keberlanjutan pemerintahan atau harapan terhadap pemimpin baru. Bukan kemudian menambah beban pikiran masyarakat dengan isu neolib (naon eta neolib??) Yang hanya menjadi konsumsi para jamaah wacananiyyah. Atau membuat bingung ekonomi kerakyatan atau merakyatkan ekonomi.. Apalagi dengan berebutan klaim siapa yang berkontribusi terhadap berdirinya jembatan..

Kembalikan dinamika politik dan demokrasi ke rakyat nya.. Jangan kemudian terlalu asik bermanuver dan meninggalkan rakyatnya sendiri.

Catatan kecil buat sahabat saya " kalau udah gak bosen dengan politik, bilang2 ya...."

-catur-

Tulisan ini dibuat 2 hari di atas gdaget favorit saya.. Ketika nge blog menjadi lebih mudah ...

Foto ini adalah koleksi pribadi di hari pemilu
Sent from caturberry® nya XL

Comments:
  • there are only two choices, you will choose to flight or fight!
    Posted by Blogger jeki @ 11:14 PM
     
  • catur, saya rasanya bisa bernapas lega karna saya pikir saya doank yang sudah mau muntah melihat dagelan politik dalam negri. Selama ini saya hanya menjadi penonton dagelan politik ini dan ga tertarik jadi pemain dan mungkin komentar saya lebih ke komentar penonton saja.

    apa yang catur ungkapkan di tulisan catur boleh dibilang sama dengan apa yang saya pikirkan setelah menonton acara dialog di tipi atw acara debat capres. pembodohan massal dan terstruktur.

    kenapa masyarakat masih disuguhi menu itu2 saja?seolah2 hal2 seperti itu masih laku. lagi2 soal isu agama, lagi2 soal isu ras, lagi2 soal isu jawa non jawa. apa sih relevansinya hal2 kaya gitu dengan kapabilitas seseorang memanage negara ini?

    Dan menurut saya, selain pemain politik [parpol dan politisi], media juga membantu mempercepat proses pembodohan massal ini karna lebih sering menayangkan aspek gosip [energi negatif] dari dunia politik.

    kejenuhan masyarakat akan politik negara ini sebenarnya bukan terjadi akhir2 ini, tp sudah lama. Tapi kalau dipikir2 bukan kejenuhan akan politik itu sendiri tapi mungkin dengan menu politik yang nyaris tidak ada perubahan dalam satu dekade terakhir. saya setuju politik kita perlu penyegaran, entah itu pemainnya, sistemnya, iklimnya.
    Posted by Blogger ayuanggraini @ 11:47 PM
     
  • Politik itu panggung sandiwara
    Posted by Anonymous Rudi @ 1:10 AM
     
Facebook and Jealousy
Friday, June 12, 2009
Start :Tangerang, friday, June 12th, 2009, 23: 50

Siapa sih yang tidak mengenal Facebook sekarang? walau tidak semua orang memilikinya (seperti beberapa teman saya) tapi mengetahui ada fenomena baru yang melanda warga indonesia yang melek internet yaitu Facebook. sampai-sampai Gigi, sebuah band besar merasa perlu untuk membuat lagu khusus dengan judul "my facebook" sebagai bentuk reaksi terhadap begitu mewabahnya Facebook di masyarakat

kehebohan facebook lahir dari keinginan besar orang-orang untuk berinteraksi dengan orang-orang di masa lalu dan masa kini dengan batasan dimana saat ini ruang untuk berinteraksi sangat minim. hubungan interaksi di tengah rutinitas kerja dan sambungan internet yang baik, difasilitasi oleh keberadaan fasilitas yang disebut Facebook

bagi saya facebook itu hanya sebuah media untuk melepas penat dan berkesempatan berkomunikasi dengan orang-orang yang sayangnya gak semuanya saya miliki nomer handphonenya. sampai saat ini saya merasa facebook tidak memiliki fungsi signifikan dalam hidup saya selain liat foto2 orang atau mengetahui kabar terbaru teman2.

tapi tidak malam ini.... facebook mendatangkan perasaan gelap dalam hidup saya, perasaan yang lumrah terjadi di setiap manusia dan telah diidentifikasi oleh AA Gym sebagai salah satu penyebab masalah di dunia ini. perasaan itu bernama IRI. facebook memberikan kesempatan kepada kita untuk mengetahui update kehidupan orang-orang yang pernah mengenal kita seperti kerja dimana, sudah menikah atau belum, punya anak berapa, dan lain sebagainya. sangat pribadi dan personal sekali...

malam ini di saat sedang asyik berselancar membuka profil FB, kok tiba ada setan yang membisiki seperti ini "emang kamu gak iri sama orang-orang itu? mereka sudah mencapai banyak hal, sedangkan kamu sudah buat apa? kok kamu kalah sama si anu , sekarang kan dia sudah begini dan berkerja di sana?".. awalnya bisikan itu membius dan merubah suasana hati saya menjadi agak gelap malam ini...Jealousy struck into my head....!!!!!!!!!!!!!!!

Mungkin saya bukan satu2nya orang yang pernah mengalami ini. jealousy itu sangat manusiawi sekali... berpikir hidup kita berjalan di tempat, stagnan dan merasa orang-orang lebih maju dan baik dibandingkan kita..

Untungnya saya teringat membaca tulisan temen saya yang menanyakan kepada pembacanya "do you love your life?".... pertanyaan sederhana yang cukup menggugah dan membantu saya tersadar dari biusan setan jahanam yang ngompori2 saya (udah tau kompor malah di kipas2).

saya ada dimana? memiliki pekerjaan paling menarik di Indonesia (di saat banyak lulusan S-1 bergelut mencari pekerjaan), memiliki satu istri yang bawel nya gak ketulungan tapi paling pengertian di dunia, punya temen2 yang mungkin gak selalu ada di samping saya tapi siap untuk diajak hura2 dikala saya butuh, diberi kesempatan untuk menikmati internet dalam mengembangkan diri (di saat masih ada orang yang bahkan belum pernah melihat komputer apalagi yang nama nya berybery), diberi kesempatan keliling indonesia atas nama tugas (walau belum diberi kesempatan mengunjungi tempat2 impian di nusantara), masih memiliki seorang ibu yang dulu pernah banting tulang buat nyekolahin saya dan lain sebagainya..

apakah itu hidup yang sempurna?? off course not.. masih ada beberapa keinginan jangka pendek yang sedang dirajut, seperti punya anak, punya rumah sendiri, sekolah S-2 di Jerman, bawa istri ke Roma ( kami sepertinya terbujuk rayu oleh Angel and demons, padahal hanya 30 % scene yang dibuat bener di vatikan), dan lain sebagainya...

apakah kemudian hal tersebut membuat hidup saya lebih buruk dibanding yang lain??? ketika saya menulis kalimat pertama di postingan ini, persepsi itu masih ada di kepala dan hati saya... seiring kata-kata yang mengalir dari jemari dan otak membuat saya sedikit melupakan perasaan ini dan ingin menendang jauh2 setan dari kepala saya.. karena ketika saya merasa buruk terhadap hidup saya, maka saya akan mengarah kepada sebuah pengingkaran dari skenario besar yang di susun oleh yang maha kuasa.. jangan-jangan malah menyalahkan sang pembuat skenario

Seperti yang saat itu saya tulis di catatan teman saya itu " I Love my life. Past, Present and Future"

so kesimpulan hari ini adalah i think i have to consider to reduce accessing Facebook...
-Catur-

NB : foto diambil dari situs Facebook

End Tangerang, Saturday, June 13th ,2009, 00: 20
Comments:
  • jadi inget seorang temen... hari itu dia bilang, life's sucks!, 3 thn kemudian, life goes exactly like i want it to be, i just didn't know...
    Posted by Blogger Winy @ 6:28 PM
     
Menulis Mimpi Di Tengah Malam
Thursday, June 04, 2009
I have a dream....

Itu kalimat yang terkenal yang diucapkan oleh (kalo gak salah) martin luther king.. Kalimat yang telah menginspirasi ribuan dan jutaan orang mengenai makna sebuah mimpi dan kekuatan dibaliknya. Berbagai momentum dan perubahan yang bersejarah dimulai dengan satu kalimat ini.. I have a dream...

Do I have dream??? Hell yeah..!!
Banyak sekali.. Ada yang jangka pendek,jangka menengah sampe jangka panjang.. Ada yang skala pribadi, keluarga, masyarakat .. So many dreams with each time limit..

Anak2 sma yg ikut program ITB untuk semua yang kemarin baru saja membawa beberapa anak sma dr ujung sabang sampe mereka untuk ikut ujian usm punya juga mimpi. Mimpi untuk masuk itb yang sekarang biayanya tidak murah (saya gak enak bilang mahal). Belajar menimba ilmu dri universitas yang reputasinya baik. Mengenyam pendidikan dari otak2 para dosen yang bertitel banyak. Itu mimpi mereka...

Itu juga mimpi temen saya yang terlibat dalam progran itb untuk semua. Mereka mencurahkan tenaga, materi dan emosi mereka untuk membantu anak sma yang tidak mampu untuk mereguk mimpi sesaat untuk masuk itb (only for 5 days, they get the same chance with somebody who pay more than 50 million IDR). Bukan untuk menjadi sok idealis, bukan jadi sok dibilang baik.. Tapi mencoba memberikan kesempatan sepasang orang tua untuk bermimpi anaknya akan diterima itb... Wlalau saya tak bsa terlibat langsung.. For me, they are great...

Tim sukses capres juga punya mimpi.. Ada yang sederhana hanya ingin calon yang didukung berhasil jdi presiden, ada yg mengincar jabatan menteri, ada yg berharap usahanya lancar kalo presiden yg didukung menang, ada yang ingin kecipratan duit kampanye, ada yang ingin punya presiden ganteng, dan lain-lain.. Semua berujung pada harapan dan mimpi...

Do I have a dream? Seperti yang saya sebutkan begitu banyak sehingga kayanya gak perlu lah kita obrolin di sini..

Hanya ada satu mimpi yang sangat spesial yang akan selalu ada di otak gue sampe nanti.. Sebuah mimpi yang tidak tahu bagaimana mulainya dan sulit membayangkan akan terjadi...

Menulis BUKU....
Buku apa??? Apapun.. Mau novel, text book ekonomi infrastruktur (kan mimpinya mau ngambil master bidang ini), pengalaman keliling indonesia , apapun lah..

Kenapa? Kepuasan batin berbagi pandangan dengan orang lain mengenai sesuatu adalah kenikmatan yang gue sendiri gak bsa bayangin nikmatnya...

Kapan? Nah itu dia masalahnya.padahal salah satu alasan beli notebook selain media tambah rejeki juga buat mewujudkan cita.. Gak berani juga menaruh time limit untuk yang satu ini.

Gimana?? Nah ini dia masalahnya.. I hope I can learn from my old friend indra F, yang berhasil menelurkan buku pelancong nekat..

Menuju sebuah mimpi tentunya haruslah dimulai dr sebuah langkah pertama untuk mencapainya.. Itu rumus yang semua orang jga tau, tapi gak semua bisa lakukan.

Take a first step is something that need brain and bold off course..

Malam ini saya ingat gajahmada, soekarno, hatta, habibie, denias, slank, dewa 19, raditya dika, yohanes surya, dan orang lain yg berani bermimpi, berani menyatakan mimpi dan mewujudkannya tanpa kata2

Mudah2an Allah memberikan sedikit kekuatan orang2 itu kepada orang yang punya mimpi seperti saya

-catur-

NB : ada yang bisa kasih tips cara nulis buku yang cepet???

Foto Rombongan anak SMA yang ikut program ITB untuk semua saya ambil dari FB kawan Andrianto Soekarnen Padmadinatayang pontang panting mempromosikan program ini

Sent from caturberry® nya XL

Comments:
Copyright © 2007 Catur