Kita dan Diri Kita….
Tuesday, May 31, 2016


Apa yang terjadi pada masyarakat saat ini? Sejarah apa yang bisa kita sampaikan kepada generasi di masa depan mengenai kita? Seberapa rusak tatanan moral yang akan dibayangkan oleh generasi masa depan kita saat mereka membrowsing arsip berita dan ditemukan berbagai macam berita perkosaan baik di bawah umur ataupun tidak?
Setiap hari kita membaca berita online maka kita temukan selalu berita tidak menyenangkan mengenai bagaimana anggota masyarakat di sekitar kita di berbagai daerah melakukan pelecehan sekesual terhadap orang lain Sampai pada akhirnya Presiden merasa perlu mengeluarkan kebijakan ekstrem mengebiri para pelaku pelecehan seksual terutama kepada anak dibawah umur.
Saya selalu berpendapat bahwa apa yang terjadi pada masyarakat kita merupakan cerminan dari diri kita. Hal-hal yang dominan terjadi di sekitar kita adalah refleksi dan akumulasi dari bagaimana kita dan orang2 di sekitar kita memperlakukan satu dengan yang lain..
Pelecehan seksual massal yang terjadi di sekiat kita saya asumsikan terjadi akibat sifat-sifat kecil kita yang terakumulasi pada perilaku massal masyarakat kita. Arus informasi yang deras, media yang semakin minim sensor, budaya kekerasan yang semakin biasa, dan banyak hal negative lainnya yang dipertontonkan di sekitar kita ahirnya membuat apa yang terjadi menjadi sebuah implikasi logis saja dan tinggal menunggu waktunya.
Lalu apa yang kita ingin wariskan kepada generasi mendatang mengenai  diri kita??? Kita bagaimana melihat diri kita saat ini dan menilai diri kita. Seberapa terlukanya masyarakat kita manakala ini semua terjadi di sekitar kita ataukah kita menganggap semua ini baik-baik saja???
Apakah respon Presiden dengan menerbitkan Perpres merupakan respon terbaik kita atas masalah ini? Mungkin tidak terbaik, tapi itu yang saat ini maksimal dilakukan oleh Pemimpin bangsa ini untuk menyelamatkan lebih banyak orang dari perilaku seksual yang setara dengan perkosaan massal yang terjadi di India beberapa tahun lalu.
Lalu bagaiman dengan kita? Apa yang akan kita lakukan? Bagaimana kita memperlakukan sesama kita? Akankah kemudian kita merubah diri kita dan memaksa semuanya untuk berhenti dari apa yang semua terjadi? Ataukah kita harus menunggu??

Yang terdiam dari suara
Sabar jiwaku, sabar seluruh bangsaku
perih tangismu, perih jiwamu
Tersisihkan oleh kawanan hitam
Semua telah lelah menanti

            -Raja Negeriku, Noah-
Comments:
    Copyright © 2007 Catur